You are here
Home > Pengetahuan > Referensi > Achmad Yani Tumbal Revolusi

Achmad Yani Tumbal Revolusi

Judul Buku        :                 ” ACHMAD YANI TUMBAL REVOLUSI “, Penulis               :                 AMELIA A. YANI. Penerbit             :                 Galang Press. Cetakan ke-5, 2007 (CET. 1-4 diterbitkan oleh Sinar Harapan). Tebal buku        :                 308 halaman. Diameter buku  :                 Ukuran 15 x 23 cm Ringkasan Sinopsis Buku – Achmad Yani Tumbal Revolusi. Perjalanan Panjang Ahmad Yani sebagai sosok seorang bapak, pemimpin, dan tokoh Revolusi yang memberikan inspirasi kehidupan sebagai prajurit. Beliau sangat memegang prisip didalam buku beliau menyampaikan “ Mengapa saya jadi tentara? karena saya patriot, kenapa saya patriot? karena saya cinta tanah air – Jendral Anumerta Ahmad Yani. Penulis sebagai anak kandung dari Jenderal Anumerta Ahmad Yani menyuguhkan cerita yang realistis di kehidupan sehari-hari Ahmad Yani, penulis juga menceritakan bagaimana Ahmad Yani sebagai kepala keluarga yang sangat perhatian kepada keluarga dan anak buahnya. Jendral Achmad Yani menjadi salah satu target pembunuhan dalam tragedi Gerakan 1 Oktober 1965. karena perlawanannya terhadap PKI dan sikap tegasnya. Achmad Yani adalah sosok yang sangat inspiratif sebagai prajurit dan setia pada perjuangan revolusi: menjadi sosok yang paling disayangi oleh presiden Soekarno dan Gatot Soebroto. Mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan kesatuan Republik Indonesia. Ia dikenal sebagai tentara cerdas dan lugas, perancang strategi perang, pemberani dan konsisten dengan profesinya. Sejarah mencatatnya sebagai De Reder van Magelang, karena keberhasilannya merebut kembali kota Magelang dari cengkraman Belanda, ia berhasil menumpas pemberontakan PRRI dengan “Operasi 17 Agustus pada 1958; dan ia juga berhasil menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dengan pasukan Banteng Raiders yang dia bentuk. Sikap tegas dan karir militernya yang cemerlang telah mengantarkan dirinya pada posisi puncak sebagai militer dan menjadikan dirinya dekat dengan Bung Karno. Oleh Bung Karno, ia dipercaya untuk melakukan misi pembelian senjata ke luar negeri dalam rangka memperkuat Angkatan Darat dan dipercaya sebagai Kepala Staf Komando Tertinggi. Tapi, mengapa tokoh yang dikenal sebagai ‘anak emas’ Bung Karno ini akhirnya bersitegang dengan Bung Karno, dan bahkan dibunuh dalam tragedi gerakan 1 Oktober 1965 oleh komplotan Letkol Untung dengan Dewan Revolusi? Inilah buku yang bukan sekedar menelusuri sejarah perjuangan Achmad Yani, tetapi juga membongkar sisi politik berbagai ketegangan yang terjadi antara Bung Karno, Achmad Yani dan PKI. Sebagai seorang nasionalis sejati, Yani telah siap menjadi martir demi tanah airnya, menghadapi PKI yang hegemonik saat itu. Seperti yang telah dia katakan pada Seminar Angkatan Darat dalam menyusun doktrin revolusioner, 2 April 1965 di Bandung,”Mulai saat ini kita tidak akan mundur selangkah pun terhadap PKI! Dan benar, akhirnya Yani menjadi tumbal revolusi. (ALF/CEN).

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top