You are here
Home > Berita > Anggota Satgas Yonif 410/Alugoro Jadi Guru Bantu Di Perbatasan

Anggota Satgas Yonif 410/Alugoro Jadi Guru Bantu Di Perbatasan

Keerom – Selama bertugas menjaga keamanan wilayah disepanjang perbatasan, Satgas Yonif 410/Alugoro selalu aktif dalam membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom mempercepat pembangunan di berbagai bidang, baik pembangunan fisik maupun non fisik, seperti penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh yang berdaya guna sehingga mampu bersaing di tingkat daerah, nasional maupun internasional melalui dunia pendidikan.

Semenjak awal bertugas di wilayah perbatasan, Satgas selalu aktif di bidang pendidikan, seperti Pos Sawiyatami ada personel Satgas atas nama Serda Tri Afriyadi menjadi Guru bantu di SD Inpres Sawiyatami, Distrik Arso, Kab Keerom. Sabtu (25/11)

Setiap hari Senin, Rabu dan Jum’at personel Satgas ini sesuai jadwal mengajar mata pelajaran IPA, Matematika dan Pendidikan  Kewarganegaraan (PKn) untuk kelas 5 dan 6. “Selain mengajar sesuai jadwal yang ada, kami juga membantu mengajar kelas lain bila ada Guru yang berhalangan mengajar. Kami selalu siap dipanggil kapanpun (bila ada salah satu guru berhalangan)” kata Afriyanto.

Jarak Pos dengan SD Sawiyatami sekitar 5 km, sedangkan mereka tidak punya kendaraan operasional untuk ke lokasi sekolah. “Kalau kami mau berangkat ke sekolah kami cari tumpangan sedapatnya, terkadang numpang truk proyek, truk kayu terkadang roda dua (sepeda motor), pokoknya sedapatnya aja” jelas Afriyanto lagi.

Guru bantu dari personel Satgas ini sangat membantu pihak sekolah seperti yang diungkapkan Bapak Tri Narto Guru kelas 4. “Sangat membantu sekali Bapak ini (keberadaanya personel Satgas). Saya lihat selama ini cara ngajarnya bagus” jawab singkat Narto saat ditanya tentang keberadaan Guru dari personel Satgas. “Awalnya anak-anak takut diajar Satgas, sekarang malah senang, mereka (Satgas) sambil mengajar membawa gula-gula (permen) atau buku untuk hadiah” puji Narto

Demikian halnya para siswa SD disini juga merasa senang di ajar oleh Satgas, meskipun pada awalnya mereka takut saat Satgas sedang mengajar seperti yang disampaikan salah seorang siswa Simon Tekam. ” Enak ngajarnya, sabar, tidak pernah marah-marah ” jawab singkat Simon sambil menunduk dan malu-malu. ” Pelajaran yang disukai IPA, kemaren nilai 8 ” jawab Simon lagi sambil menulis.

Baca juga :  Pemeriksaan Kesehatan Bagi Prajurit Korem 171/PVT

Kondisi lingkungan sekolah lumayan bagus, tetapi para siswanya banyak yang tidak pakai sepatu, ada yang pakai sendal jepit, bahkan tidak pakai alas kaki sama sekali. Seperti yang disampaikan oleh Edmon Kojongian, Am.Pd salah seorang Guru. “Harapannya kami pada Pemerintah bantuan seragam bagi anak-anak, alas kaki (sepatu), masyarakat sini rata-rata miskin semua” harap Edmon pada Pemerintah.

Kepala SD Inpres Sawiyatami Zakaria Ondi menyampaikan terima kasih pada Satgas Yonif 410/Alugoro. “Sebagai pimpinan saya menyampaikan terima kasih pada Yonif 410/Alugoro yang mana telah membantu kami (personel Satgas jadi Guru bantu), mereka sumbangkan tenaganya (bantu mengajar) walaupun kami tidak bisa memberikan imbalan” kata Zakaria. “Semoga anak-anak kami (para murid) melihat contoh baik dari Bapak-Bapak (personel Satgas), semoga mereka menjadi pemuda-pemudi bertanggung jawab, bisa mempertahankan bangsa ini” tambah Zakaria lagi.

Dansatgas Yonif 410/Alugoro Letkol Inf M Heri Amrullah, S.Sos. menyampaikan bahwa Satgas siap mendharmabaktikan dirinya pada masyarakat perbatasan, khususnya di dunia pendidikan. “Dari awal penugasan kami perintahkan seluruh jajaran untuk aktif mengajar di perbatasan. Dari home base mereka sudah dibekali tata cara mengajar yang efektif dan efisien dari Dinas Pendidikan, sehingga anak-anak didik mudah menerima apa yang kita sampaikan. Saya selaku Dansatgas memberi apresiasi pada personel Pos Sawiytami yang selama ini telah menjadi Guru bantu di SD” kata Dansatgas.(Prd/cen)

Leave a Reply

*

Top