You are here
Home > Pengetahuan > Apa Itu “Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)”

Apa Itu “Sakit Kepala Tegang (Tension Headache)”

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang paling umum terjadi dan yang sering dianggap sebagai sakit kepala biasa. Penderita sakit kepala tegang biasanya merasakan nyeri terus-menerus pada kedua sisi kepala, gejala lainnya adalah otot leher yang tegang dan terasa tekanan di belakang mata.
Sakit kepala jenis Tension Headache ini paling umum di kalangan remaja dan orang dewasa, Tension headache ini sering disebut juga sebagai stress headache (stres sakit kepala). Meski demikian, penyakit ini biasanya tidak menghambat penderitanya untuk beraktivitas, sakit kepala tegang dapat berlangsung selama 30 menit, hingga beberapa jam, dalam beberapa kasus yang lebih parah, gejalanya dapat bertahan selama beberapa hari.
Seperti Tension headache episodik (Ketegangan sakit kepala Episodik) dapat digambarkan sebagai nyeri konstan yang ringan sampai sedang, atau tekanan di sekitar dahi atau belakang kepala dan leher. Sakit kepala tersebut dapat berlangsung dari 30 menit sampai beberapa hari. Tension headache episodik umumnya dimulai secara bertahap, dan sering terjadi pada siang hari.
Tingkat keparahan Tension Headache meningkat signifikan seiring dengan bertambahnya frekuensi terjadinya Tension headache kronis (Ketegangan sakit kepala Kronis), hal tersebut dapat timbul dan hilang dalam jangka waktu lama. Umumnya rasa sakitnya berdenyut dan mempengaruhi bagian depan, atas, atau sisi kepala, meskipun intensitas rasa sakit sepanjang hari dapat bervariasi, namun rasa sakit hampir selalu ada. Akan tetapi Tension headache kronis tidak mempengaruhi penglihatan, keseimbangan atau kekuatan, dan tidak menyebabkan seseorang terhalang dalam melakukan tugas sehari-hari.
Untuk mengobati Tension Headache, kita dapat membeli obat Painkiller penghilang rasa nyeri) yang telah direkomendasikan oleh dokter anda, menghindari atau meminimalkan penyebab atau pemicu tension headache, manajemen stres / latihan relaksasi. Seringkali perawatan pertama yang direkomendasikan untuk mengatasi tension headache seperti obat penghilang rasa sakit tersebut, juga dapat digunakan untuk mencegah sakit kepala pada orang dengan tension headache kronis.

Baca juga :  Mengapa TNI Mengenakan Baju Loreng ???

Jika obat Painkiller umum tidak membantu, maka dokter anda dapat merekomendasikan obat painkiller dengan resep dokter atau relaksan otot. Perawatan pencegahan umumnya dilakukan dengan meresepkan obat seperti  antidepresan, obat tekanan darah, dan obat anti-kejang. Obat-obat tersebut dikonsumsi setiap hari meskipun sedang tidak mengalami sakit kepala, supaya saat benar – benar mengalami tension headache,  tidak diperlukan dosis tinggi. Tujuannya, seiring waktu berjalan, dosis yang diberikan akan semakin berkurang.

Namun perlu diingat bahwa obat-obatan tidak menyembuhkan sakit kepala, perada rasa nyeri dan obat lainnya mungkin akan kehilangan efektivitasnya. Selain itu, semua obat memiliki efek samping. Jika minum obat secara teratur, termasuk obat yang dapat dibeli bebas, sebaiknya diskusikan risiko dan manfaat obat dengan dokter, penting juga diingat bahwa obat pereda nyeri bukan pengganti untuk mengenali dan mengatasi pemicu stres yang dapat menyebabkan sakit kepala. Tension headache paling baik ditangani ketika gejala pertama dimulai dan masih ringan, sebelum akhirnya menjadi lebih sering dan menyakitkan.
Oleh karena itu penderita sakit kepala tegang dapat menjauhi faktor-faktor pemicu, termasuk di dalamnya mengubah pola makan atau gaya hidup sebagai upaya pencegahan. Stres dan rasa tegang di antara penderita juga dapat dikurangi dengan berolahraga secara teratur atau dengan relaksasi, cara-cara lain yang dapat membantu adalah menjaga kesehatan tubuh tetap ideal, beristirahat, dan minum air yang cukup. Semoga dengan sharing ini dapat menambah pengetahuan seluruh sahabat, terimakasih semoga bermanfaat.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top