You are here
Home > Berita > Babinsa Koramil 1709-04/YAPBAR Prakarsai Kerjasama Dan Penertiban Usaha Penangkapan Ikan di Wilayah Distrik Windesi

Babinsa Koramil 1709-04/YAPBAR Prakarsai Kerjasama Dan Penertiban Usaha Penangkapan Ikan di Wilayah Distrik Windesi

YAPEN, 11/09/2016. Dalam usaha penangkapan ikan di wilayah Nusantara ini, marak terjadi aktivitas penangkapan ikan secara ilegal (Ilegal Fishing), baik itu yang dilakukan oleh nelayan asing maupun lokal. Hal ini tentu akan memberikan dampak kerugian yang besar di sektor perekonomian negara maupun habitat ekosistem ikan itu sendiri.

Guna mencegah terjadinya ilegal fishing di wilayah perairan Distrik Windesi, Babinsa Koramil 1709-04/Yapbar Serka Analektus Worumi dan Serda Nof Moa, memprakarsai kerjasama antara kelompok nelayan Distrik Windesi dan kelompok nelayan dari wilayah Kab. Biak Numfor di Balai Pertemuan Kampung Windesi.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Kepala Distrik Windesi Dolphinus Ayomi S.Sos, Kepala Kampung Windesi Isay Abobar, Ketua kelompok nelayan dari Kab. Biak Numfor wilayah Adoki Sdr. Simon Bonai, serta perwakilan dari kelompok-kelompok nelayan Distrik Windesi.

Pertemuan tersebut membahas tentang perijinan penangkapan ikan dari kelompok nelayan pimpinan Sdr. Simon Bonai yang telah diserahkan kepada Kepala Distrik Windesi, kerjasama jual beli hasil perikanan dengan masyarakat nelayan Windesi, dan peralatan yang digunakan dalam usaha penangkapan ikan, serta batas-batas wilayah penangkapan ikan yang dilakukan oleh kelompok nelayan yang dipimpin Sdr. Simon Bonai.

Kepala Distrik Windesi menyampaikan terima kasih atas itikad baik dari Sdr. Simon Bonai, karena legalitas surat ijin penangkapan ikan sah secara hukum, dan juga dalam kegiatan usaha penangkapan ikan akan membeli hasil perikanan dari nelayan Windesi.

Hal ini, menurutnya tentu merupakan kerjasama yang baik dan juga membantu meningkatkan segi pendapatan masyarakat Distrik Windesi dalam bidang perikanan, juga peralatan yang digunakan dalam menangkap ikan tidak ada yang menyalahi ketentuan hukum seperti penggunaan Jaring Trawl (Pukat Harimau) ataupun penggunaan Bom Ikan (Dopis), sehingga ramah terhadap kelangsungan habitat ekosistem perikanan di perairan Distri Windesi.

Baca juga :  Prajurit dan PNS Korem 171/PVT Beserta Keluarga Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H

Selanjutnya, adapaun Serka Analektus Worumi menyampaikan usulnya kepada Kepala Distrik Windesi agar menetapkan batas-batas wilayah penangkapan ikan bagi kelompok nelayan pimpinan Sdr. Simon Bonai, agar tidak melakukan penangkapan ikan di wilayah Distrik lain, sebab hal ini dikhawatirkan akan memicu terjadinya permasalahan dengan kelompok nelayan distrik lainnya.

“Tentu kita tidak ingin dalam usaha penangkapan ikan ini terjadi permasalahan di kemudian hari, oleh karena itu dengan ditetapkannya batas-batas penangkapan ikan oleh Kepala Distrik Windesi agar dipatuhi oleh Sdr. Simon Bonai dan dapat bekerjasama dengan baik dengan nelayan Distrik Windesi sehingga akan tercipta timbal balik yang baik antara kelompok nelayan pimpinan Sdr. Simon Bonai dan masyarakat nelayan Windesi,” ungkap Worumi.

Masyarakat nelayan Distrik Windesi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Koramil 1709-04/Yapbar yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Mereka juga berharap kerjasama usaha penangkapan ikan ini akan terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Distrik Windesi. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top