You are here
Home > Berita > Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Bangsa

Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Bangsa

Paniai – Pembicaraan hangat Personel satgas TMMD dan warga sekita tentang banyaknya suku dan bahasa daerah diIndonesia yang beragam, sudah barang tentu kita harus senantiasa menjaga nilai warisan leluhur seperti yang ada kampung Bomopai Distrik Yaro, Jumat (14/7).

Dimana mayoritas penduduknya merupakan suku Mee yang berasal dari berbagai daerah seperti Kab. Dogiyai, Kab. Pania, Kab. Dogiyai, dan Kab. Nabire yang setiap daerah memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda.

Walaupun ditengah-tengah kesibukan Pembangunan Gereja Karmel Bomopai yang dilakukan Satgas TMMD ke 99 Kodim 1705/Paniai, meluangkan waktu istirahat siang di manfaatkan Pasiter Kodim 1705/Paniai Kpt Inf Eko Sulistiyono untuk mempelajari warisan kebudayaan setempat berupa bahasa daerah, dengan melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk mengenal lebih jauh kebudayaan suku Mee.

Dengan adanya komunikasi yang baik serta paham akan adat istiadat setempat dan bahasa daerah mereka maka akan diyakini mempermudah komunikasi dengan masyarakat, sebagai satuan teritorial sudah barang tentu selalu menerapkan senyum, tegur dan sapa yang merupakan sarana untuk dapat mengambil hati dan simpati masyarakat. Ditambah lagi paham akan bahasa daerah akan lebih mempermudah hubungan ikatan persaudaraan yang kuat ditenga-tengah masyarakat dengan keberadaan TNI saat ini .

Baca juga :  Dandim 1711/BVD Adakan Open House Ciptakan Keharmonisan Dengan Masyarakat Kab. Boven Digoel

Mama-mama dengan senang hati mengajarkan beberapa bahasa pergaulan sehari-hari yang di pakai oleh masyarakat Kampung Bomopai seperti koha abata yang artinya selamat pagi, alapik artinya  selamat siang, bonita artinya selamat malam, ake kawadu wena yang artinya mau kemana, bolida yang artinya ke kebun, ehe yang artinya terimakasih dan belajar mengenal angka dalam bahasa daerah seperti satu (enak), dua (wihak), tiga (wido), empat (Wi), lima (Idibik), enam (benumik), tujuh (pituwuk), delapan (Woluwuk), sembilan (ihe), sepuluh (lagi).

Betapa hebatnya masyarakat kampung Bomopai walaupun mereka hidup didaerah pedalaman yang jauh dari perkembangan ilmu pengetahuan mereka masih mampu mengunakan dan memahami bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top