You are here
Home > Berita > Budidaya Ikan di Dogiyay Papua

Budidaya Ikan di Dogiyay Papua

Moenamani – Bertempat di Dinas Perikanan Kabupaten Dogiyai, Babinsa Kimipugi Serka Kamaruddin bersama Serda Antok H.W melaksanakan Kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di kantor Dinas Perikanan Kabupaten yang disambut baik oleh bapak Oktovianus Boma S.Pi (Seksi Produksi Perikanan), Kamis (03/11).

Dalam kegiatan Komsos kali ini membahas sedikitnya mengenai budidaya perikanan yang selama ini sudah lama berjalan di Kabupaten Dogiyai. Budidaya ikan yang ditekuni yaitu Ikan nila dan mujair. Selain itu ada juga ikan lele, tapi tidak seberapa dibandingkan dengan ikan mujair dan nila. Ikan-ikan tersebut dibudidayakan pada kolam yang dipakai sekitar 17 petak.

Adapun langkah-langkah dalam budidaya ikan mujair dan ikan nila yang disampaikan bapak Oktovianus Boma S.Pi diantaranyanya yaitu masalah bagaimana mengkonstruksi kolam. Dalam langkah ini, masih sama dengan cara budidaya ikan lainya tergantung dari lahan dan kebutuhan budidaya. Secara umum, budidaya dilakukan diatas kolam yang luasnya kisaran 500 – 1000 M2.

Selanjutnya, disampaikan oleh bapak Oktovianus langkah lainnya adalah pembuatan pematang kolam, yang harus kokoh dan kedap air dengan lebar mencapai 50 cm. Dalam hal ini harus mengkonstruksi saluran pemasukan dan pengeluaran air, yang mana dalam hal ini terletak pada sisi yang berseberangan. Kemudian, diberi saringan yang terbuat dari kawat yang mempunyai ukuran lubang kecil, agar ikan tidak keluar dari kolam atau jaring/hapa yang diletakkan pada saluran pemasukan dan pengeluaran. Kedalaman air kolam berkisar antara 70 cm – 150 cm. Kemudian untuk mencegah air luapan ketika hujan masuk ke dalam kolam, dibuat parit keliling atau diagonal dengan kedalaman antara 20 – 50 cm dengan Iebar berkisar antara 50-200 Cm.

Selanjutnya, langkah persiapan pemeliharaan. Sebelum ikan dilepaskan ke dalam kolam budidaya, hendaknya dilakukan tahapan penjemuran kolam sampai tanah dasar menjadi retak-retak selama 4-7 hari. Kemudian pemberian kapur tohor dengan dosis 25-50 g/M2, pemupukan dasar berupa pupuk organik dengan dosis 250-500 g/M2 dan pupuk anorganik seperti urea dan NH4NO3 15 g/ M2, TSP 10 g/ M2, yang ditebarkan secara merata pada dasar kolam.

Baca juga :  Dandim 1709/Yawa Hadiri Acara Pembukaan Sosialisasi Perdasi/Perdasus

Pada penebaran benih untuk mengutamakan hasil yang mencapai kuantitas target, dapat dilakukan dengan penebaran benih yang sesuai dengan luas kolam budidaya itu sendiri, dengan padat tebar 5-10 ekor/ M2  dan ukuran benih yang digunakan adalah 8-12 cm atau bobot  kurang lebih 15-20 g/ekor.

Pemberian Pakan untuk pemberian pakan yang maksimal selain pakan alami yang tersedia di kolam, diberikan juga pakan tambahan (pellet) dengan kadungan protein minimal 28%, lemak 30%, dan karbohidrat 15%. Frekuensi pemberian pakan 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3-5% dari bobot biomassa ikan perhari tergantung dari umur dan bobot ikan.

Pengelolaan air dapat di berikan dari sumber air yang berasal dari sungai, mata air, sumur atau air hujan. Kondisi air yang ideal memiliki temperatur 28-30°C, pH (7-8,5), debit air ±5 Udetik/1.000 M persegi lakukan pergantian air dan penambahan air jika diperlukan, tetapi biasanya air kolam akan menguap karena terkena sinar matahari. Untuk itu, dilakukan pergantian dan penambahan masing-masing sebanyak 25% dari air kolam.

Adapun untuk hasil produktivitas, ukuran panen sebesar 200-300 g/ekor dengan lama pemeliharaan 3-6 bulan denga hasil produksi yang dihasilkan 1-2 Kg/M2 .

Kegiatan pun berjalan dengan tertib dan lancar. Diakhir kegiatan Bapak Oktovianus Boma S.Pi (Seksi Produksi Perikanan) mengucapkan banyak terimakasih kepada para Babinsa Koramil 1705-06/Moanemani atas kunjunganya ke, tempat budidaya perikanan ini. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top