You are here
Home > Dari Media Lain > Diduga Bom, Warga Kelapa V Merauke geger

Diduga Bom, Warga Kelapa V Merauke geger

MERAUKE- Warga Merauke khususnya yang berada di sekitar Kelapa Lima, Kelurahan Kelapa Lima Merauke, Jumat (6/3) sekitar pukul 19.15 WIT digegerkan dengan adanya sebuah karton yang diduga bom. Diduga bom karena dari bungkusan karton tersebut, keluar 2 ujung kabel berwarna merah dan berwarna hitam.

Dus itu ditempatkan sebuah Dekker, Jalan Bupul, sekitar 20 meter dari lalan Kuprik, Kelapa Lima-Merauke. Dari informasi yang diperoleh di TKP, bungkusan yang diduga bom tersebut ditemukan oleh seorang warga Bupul sekitar pukul 19.15 WIT. Karena takut atas bungkusan tersebut, selanjutnya ia dilaporkan ke Polsek Kota Merauke.

Hal ini langsung dilaporkan ke Polres Merauke, kemudian memanggil pihak Brimob namun karena tidak memiliki peralatan penjinak bom sehingga dari pihak Kepolisian Resor Merauke langsung berkoordinasi dengan Dandim 1707 Merauke Letkol Inf. I Made Alit Yudana selanjutnya berkordinasi dengan pihak Denzipur XI/Mit Anim Merauke.

Tak lama setelah itu, Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Denzipur XI/MA Merauke tiba dengan peralatan mereka. Selanjutnya benda yang diduga bom tersebut diledakan yang ternyata hanya sebuah rangkaian kabel warna merah dan warna hitam yang dihubungkan ke sebuah Aki ukuran kecil. Dalam bungkusan itu juga diisi dengan baut-baut dan potongan besi lainnya.

Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka juga turun langsung ke TKP dan menyaksikan sampai dilakukan peledakan terhadap barang yang diduga bom tersebut. Menurutnya, barang yang diduga bom itu ternyata didalamnya hanya ada sebuah aki dan baut-baut. Dan ini tidak bisa dikatakan sebagai bahan peledak yang bisa membahayakan.

Baca juga :  Tumbuhkan Rasa Bela Negara, Satgas Yonif 400/Rider Gelar Jambore Pramuka

Kabag Ops Polres Merauke AKP Marthin Koagouw,SH, ditemui di TKP mengungkapkan, kasus ini berawal dari laporan seorang warga ke Polsek Kota yang menemukan sebuah barang yang dicurigai Bom karena melihat adanya 2 kabel warna merah dan warna hitam. “Selanjutnya kami menghubungi pihak Brimob tapi karena pihak Brimob tidak miliki peralatan sehingga dilanjutkan ke Den Zipur,” katanya.

Dikatakan, dari hasil peledakan, barang yang dicurigai tersebut bukan bom karena tidak memiliki penyala ledakan, pengantar ledakan dan bahan peledak sendiri. “Kita masih menyelidiki siapa yang sengaja datang meletakan barang tersebut dan apa motifnya,” tandasnya. Sesuai peledakan barang yang dicurigai sebagai bom tersebut, gabungan aparat langsung melakukan penggeledahan terhadap Sekretariat KNPB dan menyita spanduk dan sejumlah atribut KNPB serta dokumen yang berkaitan KNPB. (ulo/nan)

penyerahan barang bukti benda yang diduga bom kepada Kabag Ops Polres Merauke AKP Marthin Koagouw, SH.
penyerahan barang bukti benda yang diduga bom kepada Kabag Ops Polres Merauke AKP Marthin Koagouw, SH.

Leave a Reply

*

Top