You are here
Home > Pengetahuan > Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar mata uang biasanya sering digunakan untuk mengukur level perekonomian suatu negara dan juga tingkat inflasi serta suku bunga. Dalam hubungan perdagangan antar negara, nilai tukar mata uang memegang peranan penting. Hal ini karena hampir sebagian besar negara-negara di dunia terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar bebas.

Yang menyebabkan nilai ekspor suatu negara lebih mahal yaitu nilai tukar yang menguat sehingga impor dari negara lain menjadi lebih murah, begitu pun sebaliknya. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang antara 2 negara, yaitu 1.    Perbedaan tingkat inflasi antara 2 negara

Suatu negara yang tingkat inflasinya rendah nilai tukar mata uangnya akan lebih kuat jika dibandingkan dengan negara yang inflasinya lebih tinggi. Hal tersebut akan menyebabkan daya beli mata uang tersebut menjadi lebih besar dari negara lain.

2.    Perbedaan tingkat suku bunga antara 2 negara

Suku bunga, inflasi dan nilai tukar sangat berhubungan erat. Jika inflasi menjadi tinggi, maka investor akan keluar hingga bank sentral menaikkan kembali suku bunganya. Namun sebaliknya jika bank sentral menurunkan suku bunga maka akan memperlemah nikai tukar mata uang negara.

3.    Neraca perdagangan

Neraca perdagangan antara 2 negara berisi semua pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa. Dalam neraca perdagangan suatu negara dikatakan defisit apabila negara membayar lebih banyak ke negara partner dagangnya dibandingkan dengan pembayaran yang diperoleh dari negara partner dagang.

Baca juga :  Heli Serbu Apache AH-64D Longbow, Menjadi Kekuatan Baru Penerbang Angkatan Darat

4.    Hutang publik (Public debt)

Hutang publik yang tinggi akan menyebabkan naiknya inflasi. Hal ini akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang suatu negara.

5.    Ratio harga ekspor dan harga impor

Jika harga ekspor meningkat lebih cepat dari harga impor maka nilai tukar mata uang negara tersebut cenderung menguat. Permintaan akan barang dan jasa dari negara tersebut naik yang berarti permintaan mata uangnya juga meningkat. Keadaan sebaliknya untuk harga impor yang naik lebih cepat dari harga ekspor.

6.    Kestabilan politik dan ekonomi

Suatu negara yang kondisi politiknya tidak stabil tentu akan beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi. Hal tersebut juga akan berdampak pada kinerja ekonomi dan kepercayaan para investor, sehingga berpengaruh pada nilai tukar mata uang suatu negara.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top