You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Granat Tangan

Granat Tangan

Granat tangan, granat genggam, atau granat nanas adalah bom yang digenggam dan dilemparkan dengan menggunakan tangan. Istilah granat ini berasal dari bahasa Perancis Kuno dari kata (pome) grenate (pomegranate : buah delima), buah yang ukurannya mirip dengan granat genggam versi awal, dan karena kandungan serpihan granat tangan juga mirip dengan biji dalam buah itu.

Pada umumnya granat dirancang sebagai bahan peledak dan dapat melontarkan serpihan-serpihan tajam ke segala arah. Selain itu ada juga granat yang bisa mengeluarkan api, dan dapat melepaskan asap.  semua granat memiliki dua kesamaan antara lain bisa diisi oleh bahan peledak atau bahan kimia dan memiliki lubang untuk memasukkan sumbu.

Selain dilemparkan ke musuh granat juga sering digunakan sebagai ranjau darat. Caranya dengan membuka pin pengaman dan menahan tangkai dengan alat perangkap (boobytrap). Alat perangkap ini bisa dihubungkan dengan mekanisme pelepas seperti pintu lemari dan rumah. jika musuh membuka pintu, granat akan meledak. Granat biasanya dibuat ringan agar mudah dilempar. Biasanya granat mempunyai berat 500 gram dan diameter 10 cm dengan isian bahan peledak, biasanya campuran RDX, Komposisi B atau TNT.dengan ukuran ini, granat bisa delempar sejauh 25 hingga 35 meter oleh tentara yang terlatih.

Karakteristik dari Granat tangan :

  1. Jarak penggunaan yang dekat berkisar 10-30 meter.
  2. Daerah kerusakan  kecil.
  3. Ada jedah penundaan ledakan agar bisa dilempar dengan aman. (sekitar 2-6 detik)
  4. Kulitnya yang keras membuatnya bisa dipantulkan pada tembok atau tanah.

Granat mempunyai bagian utama seperti berikut :

– Badan, mengandung pengisi dan kebanyakan granat juga mengandung serpihan.

– Pengisi, dapat berupa bahan kimia atau bahan peledak, yang menentukan fungsi dari granat tersebut.

– Sumbu, membuat granat berkerja dengan menyalakan atau meledakkan bahan pengisi.

Cara kerja dari granat tangan sebagai berikut, saat masih berada dalam keadaan terpasang, pen pengaman dan klip akan mungunci tuas penahan pada posisi terkunci, dalam keadaan demikian tuas penahan akan menahan per yang siap mendorong picu pengumpan. ketika pen pengaman dicabut, Kedudukan tuas penahan belum berubah, Karena masih tertahan oleh genggaman Tangan pemegang granat, kedudukan komponen lainnya pun belum berubah. hanya saja, saat itu granat sudah dalam Keadaan siaga, (tidak terkunci lagi).

Saat granat dilemparkan, maka tuas pengaman akan terlepas dan per picu akan merenggang dan mendorong picu pengumpan, pada saat yang bersamaan picu pengumpan akan mendorong pula tuas penahan hingga terbuka, dan terlepas dari badan granat, selanjutnya picu pengumpan akan berputar pada porosnya, dan menghantam picu pemantik yang terdapat di kepala tabung sumbu, akibat hantaman tersebut, pemanitk akan memercikan api, dan segera membakar mestu, jenis mestu lambat (delay element) akan terbakar perlahan sehingga memberikan jeda waktu sekitar 4-5 detik, sampai habis terbakar dan mencapai detonator!!

Jenis

Granat tangan telah dirancang menjadi berbagai bentuk dan fungsi yang bermacam-macam sehingga dapat digunakan sesuai dengan fungsinya masing-masing, diantaranya :

Granat serpihan

Granat serpihan (fragmentation grenade) adalah granat yang dirancang untuk membunuh infanteri, yang dibuat untuk memuntahkan serpihan ke segala arah. Badannya dibuat dari plastik keras atau besi, lalu badannya diisi serpihan tajam, kawat, bola-bola besi, atau badan luarnya sendiri pun bisa bekerja sebagai serpihan. Bila kata “granat” digunakan tanpa penjelasan lebih lanjut, selalu diasumsikan bahwa yang dimaksud adalah granat jenis ini.

Granat asap kuning.

granat asap
granat asap

Granat asap merupakan granat berbentuk kaleng yang digunakan sebagai alat isyarat darat atau darat ke udara, penanda zona sasaran atau pendaratan, atau penyamar pergerakan tentara. Granat asap biasanya terbentuk dari silinder logam dengan lubang di bagian atas dan bawah untuk mengeluarkan asap. Ada dua jenis utama granat ini: granat asap berwarna dan granat penyembunyi. Tersedia warna-warna merah, hijau, kuning, dan ungu. Granat asap penyembunyi biasanya berisi campuran HC (hexachloroethane/zinc) atau campuran TA (terephthalic acid).

Baca juga :  Apa Itu Rompi Anti Peluru ?

Jenis granat asap lain, adalah jenis asap meledak. Granat ini berisi fosforus putih (WP). Granat WP meledak dan menyebarkan phosphorus putih ke segala arah, lalu phosphorus terbakar apabila ketika bertemu udara, dan terbakar dengan api kuning terang, sambil menghasilkan asap putih yang banyak (phosphorus pentoksida). Ia juga berfungsi sebagai granat pembakar.

 

 

Granat anti-kerusuhan (Granat gas CS)

granat kerusuhan
granat kerusuhan

Granat gas ini berisi gas air mata, yang biasanya berupa gas CS (Chlorobenzol malononitrile). Bentuk dan pengoperasian granat ini sama dengan gas asap, tetapi bedanya granat ini berisi 80 sampai 120 gram gas air mata, yang akan menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernapasan.

Apabila seseorang terkena gas ini untuk waktu yang lama (lebih dari 10 menit) granat ini mampu menyebabkan lepuh pada kulit dan luka permanen pada paru-paru. Dan bagi orang yang lemah atau sudah tua, gas CS mampu menyebabkan kematian.

 

 

 

Granat pembakar (Granat pembakar TH3)

granat pembakar
granat pembakar

Granat pembakar (incendiary grenade) menghasilkan panas sangat tinggi melalui reaksi kimia. Bentuknya hampir serupa seperti granat asap dan gas. Pengisinya terdiri dari 600 hingga 800 gram thermat (TH3), yang merupakan versi thermit yang diperbarui, bahan pembakar yang digunakan dalam granat sewaktu Perang Dunia II. Sebagian dari campuran thermat berubah menjadi besi cair, yang terbakar pada suhu 2204° Celsius. Granat ini dapat melelehkan logam yang bersentuhan dengannya. Pengisi thermate bagi granat AN-M14 terbakar selama 40 detik dan mampu membakar menembusi 12,7 mm kepingan baja. Granat ini juga tidak memerlukan oksigen dalam pembakaran dan mampu terbakar di bawah air. Fosforus putih juga digunakan sebagai pengisi granat pembakar, yang membakar pada suhu 2760 °C.

Pembakaran thermat dan fosforus adalah dapat menyebabkan luka bakar yang paling parah dan menyakitkan karena thermat dan fosfor terbakar pada secara cepat dan suhu yang membuat satu partikel kimia tersebut membakar menembus kulit, saraf, otot dan juga tulang. Selain itu, fosforus putih amat beracun. Dosis 50-100 miligram bisa menyebabkan kematian.

Granat kejut, flashbang.

granat kejut
granat kejut

 

Granat kejut (stun grenade), atau disebut juga flashbang, pada awalnya dirancang dan dibuat untuk dipakai oleh Special Air Service Inggris. Granat ini dirancang untuk membingungkan, atau mengalihkan perhatian musuh selama beberapa detik. Granat jenis ini yang paling banyak ditemui adalah granat kejut M84, yang diberi julukan “Flashbang”, karena menghasilkan cahaya membutakan (6-8 juta Candela) dan ledakan yang keras (170-180 desibel).

Ketika meledak, granat tersebut tetap utuh tanpa menghasilkan serpihan. Granat ini berbentuk tabung segienam besi dengan lubang untuk pengeluaran ledakan cahaya dan bunyi. Pengisinya adalah 4,5 gram peledak campuran oksida logam magnesium dan ammonium perklorat atau potasium perklorat.

Pasukan khusus biasanya menggunakan granat flash-bang ini untuk menggoncangkan moral sasaran saat memasuki ruangan, tanpa bertujuan menyebabkan luka permanen. (rz)

 

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top