You are here
Home > Tulisan > Rohani > Hadapi Cobaan Hidup Dengan Kerendahan Hati

Hadapi Cobaan Hidup Dengan Kerendahan Hati

Syaloom, bagaimana kabar anda hari ini sahabat-sahabat terkasih yang diberkati Tuhan Allah kita dalam Yesus Kristus. Kali ini kita akan membahas tentang masalah cobaan hidup yang kita alami di bumi ini.

Ketika manusia mengalami beberapa masalah di dalam hidupnya yang tidak dapat dihadapinya dengan cepat, pasti akan merasa putus asa dan menyerah untuk berjuang menyelesaikan masalah tersebut. Tentu saja dengan hal ini, memilih untuk mengecap dan melihat bahwa Tuhan Yesus itu tidak baik dan tidak peduli dengan dirinya,  karena tidak mampu melindngi seseorang dari kejadian-kejadian tak terduga dalam hidupnya. Serta tidak juga melindungi kita secara menyeluruh dari serangan setan dan antek-antek manusianya.

Akibatnya, kesungguhan dan tekad seorang Kristen mungkin diuji. Mengapa Tuhan Yesus membiarkan para penyembah-Nya mengalami cobaan demikian? Rasul Petrus memberikan salah satu alasannya sewaktu ia menulis, ”Untuk sedikit waktu sekarang ini, jika harus demikian, hatimu dipedihkan oleh berbagai cobaan, agar mutu imanmu yang teruji, yang jauh lebih besar nilainya daripada emas yang dapat binasa meskipun telah diuji dengan api, didapati menjadi alasan untuk pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada waktu penyingkapan Yesus Kristus.” (1 Petrus 1:6, 7)

Memang benar, ujian-ujian memungkinkan kita mempertunjukkan mutu iman kita dan kasih kita kepada Yesus Kristus. Dan ujian-ujian ini juga turut menyediakan jawaban atas celaan dan tuduhan Setan iblis kepada kita manusia. Ujian-ujian juga membantu kita mengembangkan sifat-sifat Kristen lainnya. Misalnya, perhatikan kata-kata sang pemazmur ini, ”Orang yang rendah hati diperhatikan Allah, tetapi orang yang tinggi hati dikenalnya dari kejauhan.” (Mazmur 138:6).

Banyak di antara kita tidak berpembawaan rendah hati, tetapi cobaan dapat membantu kita mengembangkan sifat yang penting itu. Ingatlah peristiwa pada zaman Musa sewaktu beberapa orang Israel jenuh makan dari minggu ke minggu, bulan ke bulan. Tampaknya, hal ini adalah cobaan bagi mereka, meskipun makan merupakan persediaan yang bersifat mukjizat. Apa tujuan cobaan dan ujian ini? Musa memberitahukan mereka, Tuhan Yesus memberi engkau makan di padang belantara untuk merendahkan hatimu dan menguji engkau. (Ulangan 8:16).

Baca juga :  Sekali lagi, TAQWA KEPADA ALLAH SWT

Kerendahan hati kita juga dapat diuji. Caranya? Nah, bagaimana kita bereaksi terhadap pemurnian organisasi?. Apakah kita memberikan dukungan yang sepenuh hati terhadap pekerjaan pengabaran dan pengajaran?. Apakah kita dengan bergairah menerima penjelasan-penjelasan kebenaran Alkitab sebagaimana disediakan oleh ”budak yang setia dan bijaksana?”. Apakah kita menolak tekanan untuk memiliki peralatan elektronik terbaru, mode pakaian terbaru, atau mobil model terbaru? Orang yang rendah hati akan sanggup menjawab ya untuk pertanyaan-pertanyaan demikian.

Cobaan turut mengembangkan dalam diri kita sifat yang sangat penting lainnya ketekunan. Seperti yang dikatakan dari salah satu nabi Allah yaitu Yakobus “Saudara-saudaraku, anggaplah itu sebagai sukacita, apabila kamu menghadapi berbagai cobaan, karena kamu mengetahui bahwa mutu imanmu yang teruji ini menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:2,3).

Sewaktu kita berhasil bertekun menghadapi ujian demi ujian dengan kebergantungan penuh serta selalu mengandalkan Tuhan Yesus dalam setiap pergumulan kita. Sehingga mengembangkan kekukuhan, ketetapan hati, dan integritas kita sebagai anak-anak Allah.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top