You are here
Home > Tulisan > Teknologi Informasi > Hari Inovasi Indonesia

Hari Inovasi Indonesia

1 November di indonesia diperingati sebagai hari inovasi. Kenapa hari inovasi diperingati? karena susahnya menumbuhkan atau membangkitkan budaya inovatif. Cenderung seseorang hanya bertahan dengan sesuatu yang sudah nyaman tanpa berkeinginan untuk membuatnya lebih baik atau berkreasi membuat sesuatu yang baru yang tentunya lebih baik dari sebelumnya. Ini sebuah pekerjaan yang membutuhkan komitmen yang tinggi.

Para leader/pemimpin perlu mendorong setiap individu untuk memproduksi gagasan dan ide yang inovatif dan memberikan arah bagaimana gagasan dan ide yang inovatif bisa diimplementasikan.

Dengan latar belakang inilah, maka Handi Irawan D, sebagai chairman dari Tera Foundation yang melahirkan Penghargaan Rekor Bisnis ‎(ReBi), meng-inisiasi lahirnya Hari Inovasi Indonesia (HII).

“Hari Inovasi Indonesia (HII) akan diperingati oleh para individu dan pemilik merek setiap tanggal 1 November, harapannya adalah terciptanya budaya inovatif, produk inovatif dan layanan inovatif”, ujar Handi Irawan D.

Inovasi atau Reka baru (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Reka baru sebagai suatu “objek” juga memiliki arti sebagai suatu produk atau praktik baru yang tersedia bagi aplikasi, umumnya dalam suatu konteks komersial. Biasanya, beragam tingkat kebaruannya dapat dibedakan, bergantung pada konteksnya: suatu inovasi dapat bersifat baru bagi suatu perusahaan (atau agen/aktor), baru bagi pasar, atau negara atau daerah, atau baru secara sejagat. Sementara itu, reka baru sebagai suatu “kegiatan” merupakan proses penciptaan reka baru, seringkali diidentifikasi dengan komersialisasi suatu reka cipta.

Pada momen Penghargaan Inovasi Panglima TNI (Panglima TNI Innovation Award) tahun 2014, Kodam XVII/Cenderawasih berhasil meraih salah satu penghargaan inovasi Non Alut (bukan senjata). Dalam ajang ini, Juri mengidentifikasi, mengenali, mengakui, dan mendiseminasi karya inovasi militer yang terkait dan berasal dari lingkungan TNI/luar lingkungan TNI, yang mencakup jenis: inovasi teknologi (technology innovation, high-end innovation) dan inovasi pendekatan kemanusiaan, serta inovasi SDM (human-approach innovation, low-end innovation).

Baca juga :  MENG-UNDO EMAIL YANG SUDAH TERKIRIM PADA AKUN GMAIL
penghargaan-panglima-tni-2014
Penghargaan Panglima TNI untuk Inovasi

Anggota Kodam XVII/Cenderawasih atas nama Kapten Ctp Edi Nursantosa, S.Si., M.Sc berhasil menyabet prestasi dalam bidang Non-Alut TNI Angkatan Darat, dengan inovasi pendekatan indeks vegetasi citra satelit penginderaan jarak jauh untuk mendeteksi samaran pasukan dalam pergerakan di medan tertutup. Tentunya penemuan ini sangat membantu dalam tugas-tugas prajurit khususnya yang berada di medan tempur.

Dengan berinovasi kita membuat sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat atau bangsa. Baru bulan kemarin kita peringati sumpah pemuda dengan maksud mengobarkan semangat persatuan dan mengisi kemerdekaan bangsa dengan hal-hal positif. Apabila banyak dari pemuda atau masyarakat yang giat berinovasi, dalam hal yang positif tentunya tidak menutup kemungkinan bangsa ini menjadi bangsa leader dunia atau menjadi bangsa yang menjadi tolak ukur kemajuan teknologi bagi negara-negara lain. Mari kobarkan semangat berinovasi !!!.

Selamat Hari Inovasi Indonesia!!!

 

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top