You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Haruskah Ada Aturan Penggunaan Seragam Ala Militer

Haruskah Ada Aturan Penggunaan Seragam Ala Militer

Selamat berjumpa kembali Sahabat Ksatria. Sebagai warga negara Indonesia yang bangga akan jerih payah para pejuang yang telah rela menggorbangkan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan, alangkah tragisnya ketika itu, hanya berbekal pakaian loreng, bambu runcing dan senjata, itupun dalam jumlah terbatas yang hanya melekat di badan tanpa mengharapkan imbalan apapun kecuali sebuah kemerdekaan yang abadi.

Kita patut berbangga hati atas perjuangan yang telah ditorehkan oleh para pejuang terdahulu ketika itu. Kitapun wajib menjaga dan mempertahankan nilai-nilai sejarah, tidak hanya para pejuangnya melainkan filosofi lahirnya TNI ketika itu.

Apalagi sejarah tentang TNI dan atribut-atribut yang menjadi kebanggan militer Indonesia itu sendiri. Sehingga secara jelas tertulis bahwa seragam dan atribut militer, secara yuridis formal, penggunaan seragam dan atribut militer di lingkungan TNI telah diatur dalam Surat Keputusan Panglima TNI NomorĀ  Skep/346/X/2004 tanggal 5 Oktober 2004 tentangĀ  Pedoman Penggunaan Pakaian Dinas Seragam TNI, yang bertujuan untuk memelihara soliditas prajurit, meningkatkan rasa disiplin, membangun citra institusi dan sekaligus tanggung jawab prajurit.

Alangkah prihatinnya pada akhir-akhir ini jika kita amati, banyak bermunculan penggunaan atribut yang menyerupai seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kemungkinan hal ini bisa saja berdampak negatif. Sudah seharusnya seragam dinas sipil, baik kementerian ataupun lembaga mempunyai ciri khas masing-masing. Karena, jika meniru gaya militer atau atribut mirip TNI tersebut akan timbul salah persepsi di mata masyarakat. Jika saja ada yang menyerupai atribut TNI kemudian oknum tersebut berbuat merugikan, bisa saja masyarakat nanti menganggap itu adalah ulah TNI. Untuk mencegah kemungkinan hal ini terjadi, sudah seharusnya ada pertimbangan pembatasan tentang penggunaan seragam/atribut yang menyerupai Pakaian dan Perlengkapan TNI, bisa dan tidaknya aksen loreng, topi baret, lencana, pangkat bahu, serta sepatu PDH (pakaian dinas harian) tidak dipergunakan oleh instansi lain kecuali TNI.

Baca juga :  Pasukan berkualifikasi 3 Matra milik Kostrad

Sat ini pakaian dinas sipil, bahkan seragam petugas penjagaan dan pengamanan terlebih lagi banyaknya organisasi masyarakat yang memakai gaya ala militer. Meski tak persis, gaya militer ini memang sukses membuat orang takut dan segan bahwa pakaian gaya ala militer tersebut merupakan anggota TNI yang bertugas melakukan penjagaan hingga ke jantung masyarakat.

Untuk itu perlu mendapat perhatian dan sah-sah saja jika ada yang mengunakan pakaian yang menyerupai militer selagi tidak melampaui koridor hukum agar nantinya persoalan seragam ini nantinya tidak membawa dampak negatif akibat adanya penyalahgunaan dan membuat masyarakat salah paham.

Karena bagai manapun TNI merupakan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjadi cermin akan keutuhan bangsa Indonesia.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top