You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Heli Serbu Apache AH-64D Longbow, Menjadi Kekuatan Baru Penerbang Angkatan Darat

Heli Serbu Apache AH-64D Longbow, Menjadi Kekuatan Baru Penerbang Angkatan Darat

Setelah resmi disetujui oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI), Panglima TNI Jenderal Moeldoko memastikan pemerintah Indonesia untuk membeli delapan unit helikopter serang AH-64-D Apache Longbow. Kedelapan helikopter tersebut akan diterima Indonesia secara bertahap mulai 2018 hingga 2021.

Apache AH-64 blok III yang nantinya akan memperkuat penerbang TNI AD dan helikopter ini merupakan jenis helikopter serbu bermesin ganda yang dilengkapi dengan sistem pengaturan pendaratan tipe tailwheels dan kokpit tandem.

Apache adalah Heli serbu yang dikembangkan oleh Hughes Helicopters untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Amerika Serikat. Heli ini merupakan pengembangan lanjutan dari helikopter serbu jenis cobra AH-1. Apache AH-64 dapat melakukan penerbangan perdananya pada 30 September 1975.

Kelebihan heli ini dalam akuisisi target, AH-64 memiliki suite sensor hidung dan juga sebagai sistem pengindra pada malam hari (Night vision).  Heli ini juga dilengkapi dengan persenjataan 30mm yang terpasang pada bagian bawah lambung diantara kedua landing  gear utama.

Pada sisi kiri dan kanan kedua sayap heli terdapat empat cantelan pada tiang sayap untuk menempatkan senjata. Senjata yang dipasang pada kedua sisi atau pada sayap pendek tersebut adalah Rudal AGM 114 Hellfire dan roket Hydra 70. AH-64 umumnya memiliki sistem redundasi untuk meningkatkan survivability pertempuran.

Pada bagian mesin, AH-64 didukung dengan mesin General Electric T700 Turboshaft berknalpot tinggi yang dipasang pada kedua sisi badan pesawat. Berbagai model mesin telah digunakan oleh Apache diantaranya menggunakan mesin Rolls-Roice dari Inggris kemudian di tahun 2004, General Electric Aviation mulai memproduksi mesin yang lebih kuat yaitu T700-GE-701D, dengan rate 2.000 shp (1.500 kW) untuk AH-64D.

Dari penampilan AH-64 Apache terlihat sangat sangar dengan empat rotor baling utama dan empat pada ekor. Untuk pengoperasiannya, 2 awak akan bekerja secara tandem yaitu satu awak sebagai pilot utama dan satunya berperan sebagai copilot dibelakang bagian atas sekaligus penembak. AH-64D Apache Longbow, dilengkapi dengan suite sensor canggih dan kokpit kaca.

Kelebihan utama dari variant sebelumnya, pada AH-64D terdapat kubah yang dipasang di atas rotor utama yang dilengkapi radar pengontrolan tembakan yang merupakan perangkat dan menggunakan gelombang radio berfrekuensi tinggi dengan radiasi elektromagnetik, sistem akuisisi target (FCR) dan Frekuensi Interferometer Radar (RFI).

Posisi radome atau radar dome yang berada di atas memungkinkan dapat mendeteksi target dan peluncuran rudal ketika helikopter berada di belakang suatu rintangan atau halangan seperti medan, pohon atau bangunan.

Selain itu sitem AN/APG-78 pada sistem radar, mampu melacak 128 sasaran secara bersamaan dan melibatkan 16 target paling berbahaya, serta juga dapat mendeteksi serangan dalam waktu 30 detik. Dalam proses pendeteksian tersebut, target yang dapat dilakukan bisa melalui cara lain yaitu dengan menggunakan data link. Data link ini bertempat disebuah radio modem yang terintegrasi dengan suite sensor yang memungkinkan data akan dibagi dengan unit ground atau darat dan masih banyak lagi yang lainnya dari model D ini.

Baca juga :  Rantis Komodo 4x4, Meneruskan Tuah Sukses Anoa 6x6

AH-64 Apache yang dipesan sudah ditambah dengan longbow radar. Teknologi itu memungkinkan Apache mendeteksi musuh dari jarak yang sangat jauh. “Sehingga kita bisa menembak musuh tanpa harus melihat visual musuh, kita bisa tembak sasaran-sasaran musuh dengan jarak lebih dari 50 km.

Adapun heli AH-64 Apache memiliki ciri-ciri umum yaitu :

  • Kru                                          : 2 juru terbang (pembantu juru terbang/penembak)
  • Panjang                                 : 58.17 kaki /17.73m (dengan kedua rotor dihidupkan)
  • Diameter baling-baling       : 48 kaki 0 in (14.63 m)
  • Tinggi                                     : 12.7 kaki (3.87 m)
  • Luas piringan                       : 1,809.5 kaki² (168.11 m²)
  • Berat kosong                        : 11,387 lb (5,165 kg)
  • Berat isi                                  : 18,000 lb (8,000 kg)
  • Berat max                              : 21,000 lb (9,500 kg)
  • Mesin                                     : 2 × General Electric T700-GE-701 dan kemudian

dinaikkan tarafnya ke T700-GE-701C & T700-GE-701D (1990-hari ini) turboshaft, -701: 1,690 shp,

-701C: 1,890 shp -701D 2,000 shp (-701: 1,260 kW,

-701C: 1,490 kW) masing-masing

  • Panjang fiuslaj                     : 49 kaki 5 in (15.06 m)
  • Sistem rotor                           : 4 bilah rotor utama, 4 bilah rotor ekor dalam jajaran

bukan-orthogonal

Selain ciri-ciri umum, heli AH-64 Apache juga memiliki Kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan heli sebelumnya yaitu :

  • Batas kelajuan         : 197 knot (227 bsj, 365 km/j)
  • Laju maksimum        : 158 knot (182 bsj, 293 km/j)
  • Laju jelajah                : 143 knot (165 bsj, 265 km/j)
  • Radius tempur          : 260 batu nautika (300 batu, 480 km)
  • Jangkauan feri         : 1,024 batu nautika (1,180 batu, 1,900 km)
  • Langit-langit batas   : 21,000 kaki (6,400 m)
  • Laju tanjak                 : 2,500 kaki/min (12.7 m/s)
  • Muat piringan           : 9.80 lb/kaki² (47.90 kg/m²)
  • Power/massa            : 0.18 hp/lb (310 W/kg)

Heli AH-64 Apache juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yaitu :

  • Senjata api    : 1× 30×113 mm (1.18×4.45 in) meriam rantai M230, 1,200 butir peluru
  • Roket              : Roket Hydra 70 FFAR.
  • Rudal             : Gabungan peluru berpandu AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger dan AIM-9 Sidewinders.
HellfireIIMissile
HellfireIIMissile
radar
radar
tempat duduk pilot
Cokpit
Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top