You are here
Home > Tulisan > Rohani > Hikmah Halal Bihalal

Hikmah Halal Bihalal

Tak terasa bahwa bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H telah meninggalkan kita bersama, apakah nanti kita akan ditemukan pada bulan Ramadhan yang akan datang..? “Wallahu alam”.

Setelah mendengarkan suara takbir terasa lega hati ini telah meraih kemenangan melawan hawa nafsu selama melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Tak lupa kami mengucapkan “Taqobalallohu Minna Waminkum, Siyamana Wasiyamakum” Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah yang telah kita lakukan selama bulan suci Ramadhan senantiasa diterima oleh Allah SWT. Aamiin….

Ada beberapa ciri-ciri penduduk surga yang perlu kita ketahui bersama sebagai umat muslim, yaitu :

  1. Wajhun malihun/wajah yang elok, cerah dan ceria;
  2. Lisanun fasihun/lidah yang fasih;
  3. Qolbun naqiyyun/hati yang bersih;
  4. Yaddun sakhiyyun/tangan yang dermawan; dan
  5. Hubbu shilati al rahmi/orang yang cinta dengan silahturahmi.

Dalam surat Al-A’la ayat 14 dan 15, Allah SWT berfirman : “Qad aflaha man tazakka. Wa zakarasma rabbihi fasalla”.

“Sungguh beruntung orang-orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan ingat nama Allah, lalu dia sholat”.

Dari situlah kita menyadari bahwa kita masih sangat beruntung diberikan satu bulan yang suci (bulan Ramadhan) yang penuh dengan rahmat dan ampunan yang bisa menghapus segala dosa yang telah kita perbuat.

Dengan berlalunya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, bukan berarti berakhir juga tali silahturahmi di antara kita. Dengan Silahturahmi dengan berjabat tangan dapat menghilangkan dendam dalam hati antar sesama umat beragama dan dapat memperpanjang usia manusia.

Salah satu cara umat Islam di Indonesia melaksanakan silahturahmi yaitu dengan Halal Bihalal. Halal Bihalal sudah menjadi salah satu tradisi atau adat istiadat umat Islam di Indonesia yang sering kali dilaksanakan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dengan Halal Bihalal maka silahturahmi antar umat Islam dan umat beragama lainnya dapat terjalin untuk saling berkumpul dan saling memaafkan juga dapat memperkokoh persaudaraan.

Baca juga :  Mengapa Harus Mengampuni

Dengan adanya Halal Bihalal, diharapkan agar hubungan antar umat beragama selain bisa saling memaafkan juga bisa menjadi lebih akrab dan penuh dengan kekeluargaan. Halal Bihalal berefek positif bagi kerukunan dan keakraban antar masyarakat beragama.

Perlu kita sadari bahwa manusia tak lepas dari salah dan lupa. Ada 4 (empat) hal kekurangan yang ada pada diri manusia, yaitu

  1. Khatha/salah. Manusia tak pernah lepas dari kesalahan.
  2. Nisyan/lupa. Sifat ini selalu ada dalam diri manusia.
  3. Naqis/kurang. Tak bisa dipungkiri bahwa sehebat dan setangguh apapun manusia, pasti memiliki kekurangan .
  4. Dha’if/lemah.  Manusia pasti memiliki sifat lemah sehingga perlu saling membantu, menolong dan menghargai kelemahan masing-masing orang.

Begitu banyak salah yang telah kita perbuat tanpa kita sadari, baik itu dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Jika kita mempunyai kesalahan dengan sesama manusia, maka segeralah meminta maaf dan jangan pernah merasa malu untuk meminta maaf. Karena sekecil apapun kesalahan kita terhadap orang lain, nantinya akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.

Dengan adanya moment Halal Bihalal, diharapkan kita semua bisa menjaga dan memperkokoh tali silahturahmi, bisa saling memaafkan terhadap sesama manusia. Marilah kita tingkatkan rasa keyakinan kita terhadap Allah SWT dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Aamiin Ya Rabbal Alamin.(Prod/Cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top