You are here
Home > Sisi Lain > Persit KCK > Ibu-Ibu Persit KCK Kodim Jayawijaya Main Sepak Bola Daster

Ibu-Ibu Persit KCK Kodim Jayawijaya Main Sepak Bola Daster

Wamena – Setelah upacara perlombaan resmi dibuka oleh Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf M. M. Lukas Sadipun yang ditandai dengan pemukulan alat musik Tifa dan pemotongan pita balon, hari ini perlombaan antar Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Koorcabrem 172 Kodim 1702 dalam rangka memeriahkan HUT Persit ke-71 digelar kembali, pada hari selasa (21/03).

Tidak kalah meriah dengan perlombaan Bola Volly yang telah dilaksanakan kemarin, hari ini berlangsung perlombaan sepak bola dengan memakai kostum daster dan gawang yang digunakan sengaja dibuat mini sehingga hal ini menjadi sebuah tontonan yang sangat menghibur. Sebanyak lebih kurang tujuh puluh anggota Persit KCK Kodim 1702 berkumpul di lapangan Makodim untuk menjadi pemain sekaligus suporter bagi ibu-ibu Persit yang lainnya.

Perlombaan berlangsung sangat seru dan menimbulkan gelak tawa bagi para penonton karena terlihat sangat lucu. Ibu-ibu yang terbiasa bekerja di rumah sebagai ibu rumah tangga sekarang harus mau berebut satu bola di lapangan dengan ibu-ibu yang lain menggunakan jersey tim kebanggannya yaitu pakain daster masing-masing.

Disini ibu-ibu Persit dituntut harus bisa menggiring bola, menendang, mengoper bahkan harus bisa berlari cepat untuk mencetak gol, namun hal tersebut juga tidak akan mudah untuk dilakukan karena gawang yang disediakan oleh panitia ukurannya sangat mini. Keadaan di lapangan ini sangat jauh perbedaannya dengan tugas rutinitas sebagai ibu rumah tangga.

Para penonton yang melihat pertandingan tertawa terbahak-bahak seru sekali, dengan dasar bermain sepak bola yang sangat minim dan rata-rata tidak mengerti, ibu-ibu berlari kesana kemari mengejar bola beramai-ramai, menendang bola entah kemana arahnya mengesampingkan taktik dan strategi yang telah diarahkan oleh para pelatihnya.

Baca juga :  Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIII Kodim 1704/Sorong Laksanakan Senam pagi

Seringkali mereka terjatuh disebabkan karena tabrakan, disamping itu mereka juga diribetkan dengan daster yang dipakai terlalu panjang sehingga sesekali mereka mengangkat dasternya terlebih dahulu sebelum menendang bola.

Selain penonton yang terhibur, ibu-ibu Persit yang ikut bermain juga merasa sangat terhibur dengan perlombaan yang sangat jarang mereka lakukan ini, walaupun badan terasa capek luar biasa berlari kesana-kemari tetapi terlihat kepuasan terpancar dari wajah-wajah yang lelah.

Sampai batas akhir waktu normal yang telah ditentukan skore tetap bertahan 0-0 sehingga untuk menentukan pemenangnya harus dilakukan dengan tendangan adu penalti. Syarat dari panitia, pada saat pelaksanaan tendangan penalti posisi badan harus membelakangi gawang dan bola ditendang dengan menggunakan tumit. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top