You are here
Home > Berita > Indahnya Kebersamaan TNI Dan Masyarakat Menanam Padi

Indahnya Kebersamaan TNI Dan Masyarakat Menanam Padi

Dogiyai – Kabupaten Dogiyai merupakan daerah yang memiliki cuaca sangat dingin, mayoritas mata pencaharian masyarakat kab.Dogiyai  berkebun menanam ubi jalar  masyarakat menyebutnya dengan istilah NOTA yang merupakan makanan pokok dan memerlukan perawatan yang mudah. Hal ini sangat berbeda dengan menanam padi yang memerlukan pengetahuan dan keahlian yang harus dipelajari.

Danramil 1705-06/Moanemani Mayor Czi Jarman Dabang beserta anggota melaksanakan komsos dikampung Kigamani Distrik Dogiyai Kab.Dogiyai dengan memberikan pengetahuan tentang cara menanam padi kepada masyarakat  Distrik Dogiyai Kab Dogiyai. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga hubungan yang baik antara TNI dengan Rakyat dan untuk mensukseskan program pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Sabtu (7/10).

Lokasi sawah yang mereka tanami  tidak begitu luas dan  letaknya berada dilembah yang memenuhi syarat pengairan yang cukup. Sawah yang terdapat di Kab. Dogiyai mungkin agak aneh di dengar maupun dipandang karena daerah di Kab. Dogiyai umumnya tidak suka menanam padi karena mulai proses penanaman hingga menjadi beras membutuhkan waktu yang  lama. Berbeda jika mempunyai kebun untuk ditanami ubi jalar yang dikenal oleh masyarakat pedalaman dengan istilah NOTA yang merupakan makanan pokok sehari hari, proses menanam tidak terlalu sulit dan perawatannya mudah.

Lokasi yang di jadikan sawah dulunya  rawa yang tidak pernah di olah oleh masyarakat  atas himbauan Kadinas Pertanian kab.Dogiyai  Lukas Dogomo dan Koramil 1705-06/Moa  sehingga Masyarakat yang sebelumnya hanya mengharapkan sumber  makanan dari ubi jalar ( Nota bahasa Mee ) sehingga dapat menerima ajakan Kadinas Pertanian dan Koramil untuk  menanam Padi.

Baca juga :  Denpal Korem 172/PWY Laksanakan Pengecekan Kendaraan Taktis Anoa

Karena masyarakat Pedalaman khususnya Kab. Dogiyai masih awam dengan  proses penanam padi mulai dari persiapan penyemaian sampai pada proses penanaman padi pada sawah yang sudah siap untuk ditanami benih sehingga Danramil dan Babinsa mengajari secara detail khususnya saat mencabut benih dan menanam dengan jarak 20 cm X 20 cm untuk empat sudut dengan maksud agar terjadi perimbangan pada sisi pohon saat tumbuhnya.

Ketua Kelompok Tani Bpk Alex Dogomo dan tokoh masyarakat sangat antusias yang juga dihadiri oleh mama mama dengan tekun menerima penjelasan dari Danramil dan Babinsa  mengenai proses penanaman padi karena mereka baru kali ini mempraktekkan bagaimana proses tanam padi dan ketua Kelompok Tani Alex Dogomo mengharapkan Babinsa sering datang ke persawahanya untuk mengarahkan tahap selanjutnya sampai pada proses panen.(Prd/cen)

Leave a Reply

*

Top