You are here
Home > Tulisan > Umum > Kasuari, Icon Kodam Baru Papua Barat

Kasuari, Icon Kodam Baru Papua Barat

Selamat bertemu kembali para Sahabat Ksatria… Kali ini penulis akan membahas tentang Spesies Jenis Burung. Apakah kalian tahu salah satu Spesies burung yang memiliki tubuh besar, mempunyai sayap, paruh dan bagian tubuh yang lengkap seperti burung lain akan tetapi burung ini tidak mampu untuk terbang dan hanya bisa ditemukan di Wilayah Papua.

Pasti banyak Sahabat Ksatria yang bertanya-tanya, burung jenias apa itu sih??? Terutama bagi para pembaca yang belum sama sekali mampir ke Pulau paling Timur Indonesia, tetapi juga banyak orang yang mengetahui burung itu.

Burung Apa sih itu??? Jawabannya adalah Burung Kasuari yang spesiesnya banyak di temui di Pulau Papua. Mari kita bahas secara singkat burung Kasuri ini.

Burung Kasuari merupakan Spesies Casuarius yang artinya adalah salah satu dari 2 genus burung didalam suku Casuariidae dimana genus ini terdiri dari 3 Spesies kasuari yang berukuran besar dan tidak dapat terbang. Ketiga Spesies Kasuari yaitu Kasuari Gelambir Tunggal, Kasuari Gelambir Ganda dan Kasuari Kerdil yang mana penyebaran ketiga Spesies ini adalah di hutan Tropis dan Pegunungan di Pulau Papua. Burung Kasuari ini merupakan burung yang sangat dilindungi di Indonesia dan juga menjadi hewan identitas provinsi Papua Barat.

Bila dilihat-lihat, burung Kasuari ini memiliki warna tubuh yang menarik dimana memiliki tinggi mencapai 170 cm,  lehernya berwarna biru, Gelambir berwarna merah, Bulu berwarna hitam legam kaku pendek yang bersifat nuptial yang artinya adalah pada bulu burung akan berubah seiring bertambahnya usia. Bulu anak Kasuari berwarna Coklat pucat dengan garis memanjang dari kepala ke ekor. Perubahan warna tersebut menjadi coklat polos terjadi pada umur sekitar 6 bulan kemudia coklat menjadi warna hitam legam setelah mencapai umur dewasa kelamin yaitu sekitar umur 4 tahun.

Kasuari memiliki tanduk diatas kepalanya yang disebut ketopong. Ketopong merupakan penandukan dari tempurung kepalanya yang membantu Kasuari untuk menerobos vegetasi rimbun atau menggali serasah dedaunan guna mencari makanan.

Memiliki sepasang kaki yang sangat kuat dan masing-masing kakinya berjari 3 yang pipih di bagian bawah dimana satu diantaranya bercakar runcing (jari tengah) yang digunakan untuk mempertahankan diri serta menyerang musuh. Sayapnya mampu mencapai reduksi hingga memiliki panjang sekitar 35 cm.

Tapi jangan salah, meskipun Kasuari memiliki pesona yang menawan, burung ini mempunyai sifat yang agresif dan cenderung galak apabila diganggu.

Apabila burung ini diganggu, maka burung ini tidak segan-segan menyerang Si pengganggu menggunakan kakinya yang besar dan kuat dengan cara menendang. Kakinya menjadi senjata utama yang mampu menendang dan merobohkan musuh-musuhnya termasuk manusia yang hanya dengan sekali tendangan. Bisa dibayangkan bagaimana jika rasanya ditendang oleh kaki Burung Raksasa ini sampai-sampai bisa menyebabkan tulang-tulang patah dan paling mengenaskan adalah kematian. Konon cerita, di situs The Guinnes Book of Records burung ini digolongkan menjadi burung paling berbahaya di dunia.

Baca juga :  Idul Fitri Dengan Pakaian Lama, Kenapa Tidak..??

Satwa ini sering kali mencari makanan biji-bijian dimana aktif pada siang hari. Kasuari juga merupakan burung yang pandai berenang, berlari dan berlompat dan juga memiliki umur hingga 40-50 tahun. Kecepatan berlari burung Kasuari mencapai 40-60 km/jam. Reproduksi Kasuari betina bersifat poliandri yang dalam 1 musim kawin akan berhubungan dengan 3 ekor pejantan. Jumlah telur yang ditinggalkan sebanyak 4-8 butir yang biasanya telur-telur tersebut di letakkan di dalam sarang yang terbuat dari seresah daun dan ranting kering di antara banir-banir pohon. Pengeraman telur akan dilakukan oleh Kasuari jantan selama 58-61 hari. Anak yang sudah menetas juga akan diasuh oleh Kasuari jantang hingga tumbuh menjadi Kasuari remaja.

Burung Kasuari
Burung Kasuari

Burung Kasuari merupakan Spesies yang dilindungi oleh Undang-Undang. Semua jenis Kasuari telah masuk dalam daftar jenis yang dilindungi  di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Dengan status tersebut maka setiap orang tidak boleh berburu, menyimpan, memiliki, mengangkut burung Kasuari atau bagian-bagiannya.

Namun sampai saat ini tingkat keberhasilan penangkaran burung Kasuari belum optimal karena masih terbatasnya informasi kasuari di Indonesia terutama tingkah laku makan dan kimpoi yang sangat menunjang proses pengawasan dan penanganan reproduksi Kasuari. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengkajian pola tingkah laku makan dan kimpoi burung Kasuari dalam penangkaran sebagai acuan atau dasar dalam usaha pembudidayaan.

Begitu indahannya Burung Kasuari ini sehingga menjadikan identitas dari Papua Barat seperti yang tergambarkan sosok Burung Kasuari. Sehingga Burung Kasuari ini sebentar lagi akan digunakan sebagai Icon Kodam Baru yang akan segera diresmikan yaitu bernama Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, yang bertempat di Manokwari, Papua Barat. (And/Wlz)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top