You are here
Home > Tulisan > Rohani > Kehancuran Karena Minuman Keras

Kehancuran Karena Minuman Keras

Minuman keras, arak, sabu-sabu, pil ekstacy dan jenis narkoba lainya di zaman sekarang ini khususnya di kota-kota besar bukan lagi jenis barang ataupun minuman yang dianggap asing. Lebih parah lagi minuman haram ini merambah ke desa-desa, di tambah lagi jenis minuman keras yang cukup mematikan jenis miras oplosan.  Sebagian anak-anak remaja kini menganggap minuman ini sebagai minuman yang bergengsi, minuman gaul, walaupun ujung-ujungnya meresahkan masyarakat yang masih menjunjung norma dan agama. Pemerintah sendiri sudah mencoba untuk memberantas minuman keras. Namun yang tampak baru kelas-kelas terinya saja belum menyentuh para produsennya alias pabriknya. Sehingga seperti anak yang mencabut rumput hanya daunnya saja sementara akarnya dibiarkan, tentu tumbuh lagi tumbuh lagi dan terus tumbuh lagi.

Jika terus menerus minuman haram ini dibiarkan maka akan membawa masyarakat kepada keadaan yang meresahkan, tidak produktif, terjadinya perselisihan antar anggota masyarakat dan meningkatnya tindak kriminal. Bila keadaan kacau karena maraknya peredaran khamer atau minuman keras tersebut terus berlanjut maka sudah dapat diterka kehidupan yang makmur, sentosa, aman dan damai hanya isapan jempol belaka, padahal inilah dambaan semua masyarakat yang bermoral.

Dalam beberapa agama minuman keras adalah barang haram sehingga meminumnya akan menjauhkan umat tersebut dari Surga. Sementara secara umum minuman keras akan mengakibatkan si peminum cenderung melakukan perbuatan dosa sehingga bila dikaitkan, perbuatan meminum minuman keras akan berujung kepada perbuatan dosa yang di semua Agama menjauhkan umat tersebut dari surga. Pemikiran ini sangat logis sekali, betapa minuman keras yang dibiarkan ini akan mendorong si palakunya untuk berbuat dosa dan pelanggaran lainnya. Biasanya dosa yang bergandengan dengan minuman gila ini adalah perjudian, perzinahan, perkelahian, perampokan dan pembunuhan.
Pengkonsumsi segala hal yang memabukkan termasuk meminum minuman keras dan narkoba adalah dosa besar, akan membesar lagi dosanya jika pelakunya tidak segera sadar dan bertobat. Dia disamaratakan dengan penyembah berhala. Padahal penyembah berhala adalah pelaku dosa terbesar, syirik. Sungguh nista benar pecandu barang yang terlarang ini (Narkoba dan minuman keras) begitu pula yang lebih dari itu, seperti pecandu narkoba yang sampai mati.

Baca juga :  Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Demikian tentang uraian singkat seputar kerusakan yang diakibatkan oleh Khamer, minumam keras dan Narkoba,   semoga  Kita semua termasuk pemerintah kita bercermin pada hukum-hukum agama yang ada, agar kejayaan bangsa dan negara yang kita cintai ini menjadi negara yang bebas Narkoba dan semua jenis minuman keras, sehingga lahirlah generasi-generasi dan pemimpin yang adil, yang Hikmah sehingga dapat terwujud Negara yang adil, makmur, santosa,  Amin.

Leave a Reply

*

Top