You are here
Home > Tulisan > Rohani > Kesalahan Yang terus Terulang, Hingga Alam Enggan Bersahabat

Kesalahan Yang terus Terulang, Hingga Alam Enggan Bersahabat

اَلَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا ِللهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang apabila menimpa kepada mereka suatu musibah, mereka berkata : Sesungguhnya kita ini dari Allah, dan sesungguhnya kepadaNya­lah kita semua akan kembali”. (Qs : Al-Baqarah : 156).

Dalam ayat di atas mencerminkan musibah dan anugerah adalah dua hal yang tidak luput dari kehidupan manusia, islam telah mengajarkan bagaimana menyikapi kedua hal tersebut saat mendapat musibah kita harus bersabar, karena dengan kesabaran, berharap Allah mengampuni dosa-dosa hambanya.

Dalam Al-Quran banyak sekali diceritakan tentang musibah dan bencana yang menimpa orang-orang terdahulu, semua musibah dan bencana besar yang pernah menimpa manusia diterangkan dalam Al-Quran, dan selalu terkait dengan kekufuran dan keingkaran manusia itu sendiri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti firman Allah dalam surah Asy Syura ayat 30 yang artinya “Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Contohnya seperti cobaan kabut asap yang saat ini menimpa Riau akibat lahan terbakar, ini mengingatkan kita tentang ironisnya keadaan alam Indonesia saat ini, kabut asap kini terjadi dimana-mana, hujan yang dinanti tak kunjung datang, apakah ini bencana atau cobaan, kita semua tidak tau, yang jelas ini sebagian besar ulah manusianya.

Dalah hal tersebut, kita jangan salahkan Allah, banyak orang tanpa sadar melontarkan kalimat-kalimat kekesalan menyalahkan hujan yang tak kunjung turun, menyalahkan hujan sama saja menyalahkan Allah. Siapa yang memberi hujan.? Hujan adalah rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sudahkah kita bersyukur.? Manusia selalu merasa tidak puas, mereka lupa bagaimana caranya bersyukur.

Allah SWT berfirman :

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35).

Baca juga :  Memupuk Kasih Kepada Tuhan Allah

Makna ayat tersebut yaitu kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa, dalam hal ini kita sebagai manusia yang dimuliakan oleh Allah SWT, hendaknya kita harus bersabar dalam menghadapi cobaan, kususnya yang saat ini menimpa Riau.

Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah yang Allah jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hambanya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri kepada Allâh SWT.

Maka dari itu, bertaubatlah sebelum Allah semakin murka karena bosan dengan tingkah manusia yang tidak  menghargai sang Pencipta, dan selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah dan hidayahNya, dengan rasa syukur atas apa yang sudah kita dapat, mulailah dari hal yang kecil dari kebiasaan sehari-hari untuk bersabar, karena allah akan melindungi manusia yang sabar kepadanya, semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua, amin. (PP/Cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top