You are here
Home > Sisi Lain > Sastra > Ketakutan Yang Inkonsistensi

Ketakutan Yang Inkonsistensi

Semalam aku terbangun oleh suara aneh di dalam kepalaku. Suara itu seperti bergaung di ruang kecil otakku, suara itu seolah suara radio kecil buatan jepangĀ  yang bergema di aula yang luas. Sekosong itukah pikiranku? Atau memang otaku terlalu kecil sehingga kepalaku seperti ruang kelas yang kosong dan hanya terisi sebuah bola tenis kecil yang keberadaannya antara ada dan tidak ada.

Sebenarnya aku tidak terlalu ingat apa yang dikatakan oleh suara itu tadi malam. Yang membuatku tersengat adalah betapa gema suara itu membuatkuĀ  tersadar bahwa aku memang kosong, atau paling tidak kepalaku yang kosong. Tidak… memang aku yang kosong. Aku tidak berisi apa-apa. Aku hanya raga tanpa rasa. Hanya wujud tanpa sukma. Lantas apakah aku?

Baca juga :  Diujung Nusantara, Kami Berdiri Kokoh Perkasa

Aku ingin memiliki isi namun tidak ada yang mampu mengisiku. Tidak … aku yang tidak mau terisi. Lantas untuk apa raga dan wujudku?

Wujud dan ragaku memang tidak berguna saat ini karena aku bukan di alam fisik..aku sedang tertidur dan ini hanya mimpiku. Tidak… aku tidak sedang bermimpi, aku hanya ingin bermimpi karena aku tidak sanggup untuk bertahan bila bukan di alam mimpi.

S.Syah.R

Leave a Reply

*

Top