You are here
Home > Tulisan > Rohani > Keutamaan Orang-orang yang Mengutamakan Orang Lain Atas Diri Sendiri – Bag 2

Keutamaan Orang-orang yang Mengutamakan Orang Lain Atas Diri Sendiri – Bag 2

Selamat siang sahabat Ksatria, pagi tadi kami sudah menyajikan tulisan mengenai al-Itsar (Mengutamakan Orang Lain Atas Diri Sendiri) Bagian 1. Berikut ini, kami sajikan kembali untuk bagian keduanya.

Di hari jum’at yang penuh berkah ini, semoga tulisan ini benar-benar menjadi asupan nutrisi bagi jiwa kita semua.

Selamat membaca sahabat, berikut lanjutan hadits-hadits pilihan dari al-Itsar dari bagian pertama yang kami bagikan tadi pagi.

***

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Allah Swt berfirman, “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka; dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (Qs. Al-Hasyr 59:9)

۹- الأَمَالِي الطُّوسِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ، فَشَكَا إِلَيْهِ الجُوعَ، فَبَعَثَ رَسُولُ اللّهِ إِلَى بُيُوتِ أضزْوَاجِهِ فَقُلْنَ : مَا عِنْدَنَا إِلَّا المَاءُ. فَقَال رَسُولُ اللّهِ: مَنْ لِهَذَا الرَّجُولِ اللَّيْلَةَ ؟ فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ : أَنَا لَهُ يَا رَسُولُ اللّهِ. وَأَتَى فَاطِمَةُ فَقَالَ لَهَا : مَا عِنْدَكِ يَا إِبْنَةَ رَسُولِ اللّهِ ؟ فَقَالَتْ مَا عِنْدَنَا إلَّا قُوتُ الصَّبْيَةِ، لَكِنَّ نُؤْثِرُ ضَيْفَنَا،

فَقَالَ يَا إِبْنَةَ مُحَمَّدٍ، نَوِّمِي الصَّبْيَةَ وَأَطْفِإِي المِصْبَاحَ.

فَلَمَّا أَصْبَحَ عَلِيٌّ غَدًا عَلَى رَسُولِ اللّهِ فَأَخْبَرهُ الخَبَرَ، فَلَمْ يَبْرَحْ حَتَّى أَنْزَلَ اللّهُ: (وَ يُؤْثِرُون..)

  1. Abu Hurairah meriwayatkan, “Seorang pria datang menemui Nabi SAW seraya mengadukan rasa laparnya. Kemudian Nabi SAW membawa pria itu ke rumah-rumah istri-istri beliau, tetapi mereka mengatakan, “Kami tidak memiliki apa pun kecuali air.”

Rosulullah  SAW bersabda, “Siapakah yang akan memberi makan kepada pria ini malam ini ?”

Imam Ali bin Abi Thalib as menjawab, “Saya, wahai Rosulullah SAW.”

Imam Ali bin as datang menemui sayyidah Fathimah as seraya bertanya kepadanya, “Apa yang engkau miliki, wahai putri Rasulullah?”

Sayidah Fathimah as menjawab, “Kita tidak memiliki apa pun kecuali makan malam (kita), tetapi kita mengutamakan tamu atas diri kita sendiri.”

Kemudian Imam Ali as berkata kepada sayidah Fhatimah as, “Wahai putri Rosulullah, tidurkan anak-anak dan matikan lampu!”

Keesokan harinya, Imam Ali as mendatangi Rasulullah asw dan mengabarkan kepada beliau apa yang telah dilakukannya terhadap tamunya itu. Tidak lama berselang, Allah Azza Wajalla menurunkan firman-Nya, …dan mereka mengutamakan…

١٠- تَنْبِيهُ الخَوَاطِرِعَنْ عَائِسَةَ: مَا شَبِعَ رَسُولُ اللّهِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مُتَوَالِيَةٍ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا. وَلَوْ شَاءَ لَشَبِعَ، وَلَكِنَّهُ كَانَ يُؤْثِرُ عَلَى نَفْسِهِ

  1. Diriwayatkan dari Aisyah, “Rosulullah SAW tidak pernah kenyang dalam tiga hari berturut-turut sampai meninggal dunia. Padahal, seandainya beliau mau, niscaya beliau akan kenyang. Tetapi beliau mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri.”
Baca juga :  Pentingnya Doa Untuk Kita Manusia

١١- مَجْمَعُ البَيَانِ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ: اشْتَرَا عَلِيٌّ ثَوَابًا، فَأَعْجَبَهُ فَتَصَدَّقَ بِهِ، وَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللّهِ يَقُولُ: مَنْ آثَرَ عَلَى نَفْسِهِ آثَرَ اللّهُ يَوْمَ القِيَامَةِ الجَنَّةَ

  1. Abu Thufail meriwayatkan, “Suatu ketika, Imam Ali as membeli sepotong pakaian dan mengaguminya. Kemudian dia menyedekahkan pakaian tersebut seraya berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri, niscaya Allah akan mengutamakannya atas diri-Nya sendiri dengan (memasukkannya ke dalam) surga.’”

١٢- الإِمَامُ الصَّادِقُ – فَي قَوْلِهِ تَعَالَى: وَ يُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِيْنً وَ يَتِيْمً وَ أَسِيْرًا – : كَانَ عِندَ فَاطِمَةَ شَعِيْرٌ، فَجَعَلُوهُ عَصِيْدَةً، فَلَمَّا أَنْضَجُوهَا وَوَضَعُوهَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ جَاءَ مِسْكِيْنٌ، فَقَالَ المِسْكِيْنُ: رَحِمَكُمُ اللّهُ! أَطْعِمُوْنَا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ، فَقَامَ عَلِيٌّ فَأَعْطَاهُ ثُلُثَهَا، فَمَا لَبَثَ جَاءَيتِيْمٌ، فَقَالَ اليَتِيْمُ: رَحِمَكُمُ اللّهُ! أَطْعِمُوْنَا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ، فَقَامَ عَلِيٌّ فَأَعْطَاهُ ثُلُثَهَا الثَّانِيَ. فَمَا لَبَثَ أَنْ جَاءَ يَسِيْرٌ، َقَالَ الأَسِيْرُ: يَرْحَمُكُمُ اللّهُ! أَطْعِمُوْنَا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ، فَقَامَ عَلِيٌّ فَأَعْطَاهُ الثُّلُثَ البَاقِيَ، وَمَا ذَاقُوهَا. فَأَنْزَلَ اللّهُ فِيْهِمْ هَذِهِ الآيَةَ إِلَى قَوْلِهِ: (وَكَانَ سَعْيُكُمْ مَّشْكُوْرًا)

  1. Imam Shadiq as meriwayatkan, “suatu ketika, Sayidah Fhatimah memiliki gandum. Lalu dia membuat asidah (makanan yang terbuat dari tepung gandum). Setelah memasak gandum itu, Sayidah Fhatimah menghidangkan asidah itu untuk keluarganya. Tiba-tiba datang orang miskin dan berkata, ‘Semoga Allah merahmati kalian. Berilah saya makan!’ Imam Ali as langsung berdiri dan memberinya sepertiga (makanan itu).”

Tak lama, datanglah anak yatim seraya berkata, “Semoga Allah merahmati kalian, berilah saya makan!”

Imam Ali as kembali berdiri dan memberinya sepertiga (makanan itu). Selanjutnya, seorang tawanan perang (yang baru dibebaskan) datang seraya berkata, “Semoga Allah merahmati kalian, berilah saya makan!”

Imam Ali as berdiri lagi dan memberinya sepertiga (makanan itu). Mereka tidak menyantap makanan itu sedikitpun. Kemudian Allah Yang Mahasuci menurunkan ayat-ayat (surah al-Insan) berkenaan dengan mereka. Ayat-ayat tersebut berlaku bagi setiap mukmin yang melakukan hal itu semata-mata mengharap keridhoan Allah Azza Wajalla.”

***

Demikianlah sahabat, hadits-hadits pilihan bab al-Itsar yang dapat kami sajikan. Semoga bermanfaat dan in syaa Allah berikutnya kita akan memasuki tema-tema berikutnya. Salam Ksatria !!! (Prd/cen)

Tambahan, untuk bagian pertama bisa dilihat pada link berikut ini.

http://www.kodam17cenderawasih.mil.id/al-itsar-mengutamakan-orang-lain-atas-diri-sendiri-bag-1/

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top