You are here
Home > Tulisan > Rohani > Kisah Daud Menjadi Seorang Raja

Kisah Daud Menjadi Seorang Raja

Daud adalah seorang nabi yang sangat dikasihi Allah, ia ditunjuk oleh Allah untuk menjadi seorang raja, ia merupakan raja kedua dan yang paling populer dalam kerajaan Israel. Masa hidupnya secara umum diperkirakan bertarikh ~1040–970 SM, pemerintahannya atas Kerajaan Yehuda di Hebron ~ 1010–1002 SM, dan pemerintahannya atas seluruh Israel ~ 1002–970 SM.

Didalam kisah kehidupannya Daud dilahirkan di Betlehem, Efrata, ia juga merupakan anak yang memiliki kulit yang kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok, ayahnya bernama Isai, ia putra bungsu dari 8 anak laki-laki dan 2 saudara perempuan. Masa remajanya dilewatinya sebagai seorang gembala kambing.

Pada waktu itu Samuel yang mejabat sebagai raja Israel ingin menyerahkan jabatannya kepada anaknya yang bernama Saul untuk menggantikannya menjadi raja atas Israel, tetapi Allah tidak menyetujui keputusan Samuel tersebut, karena Saul telah melakukan sejumlah pelanggaran terhadap perintah Allah sehingga membuat Samuel menjadi sedih hati. Karena itu Allah memerintahkan Samuel untuk mengisi tabung tanduknya dengan minyak untuk mengurapi raja yang baru, lalu Allah menyuruhnya pergi ke Betlehem mendatangi Isai, orang Betlehem, sebab diantara anak-anak Isai tersebut lah telah diurapi Allah salah seorang untuk menjadi Raja atas kerajaan Israel yaitu Daud.

Samuel kuatir jika anaknya Saul mengetahui rencananya ingin pergi ke Betlehem, karena jika Saul mengetahuinya maka Saul akan menghalang-halangi bahkan membunuhnya, akan tetapi Allah telah menyediakan suatu alasan yang kuat supaya Samuel dengan aman pergi melaksanakan pengurapan itu, yaitu dengan membawa seekor lembu muda dan mengatakan alasannya “Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN”. Ini bukanlah suatu alasan yang dicari-cari, melainkan suatu upacara pengurapan penting, apalagi pengurapan raja, harus disertai persembahan korban kepada Allah.

Sesampainya di Betlehem, Samuel menguduskan Isai serta anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Lalu Isai memanggil putra-putranya satu per satu dan menyuruhnya lewat di depan Samuel. Mulanya Samuel kagum melihat putra sulung Isai, Eliab, dan mengira dialah bakal raja yang harus diurapinya, tetapi Allah berfirman: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.’’

Tujuh orang putra Isai sudah lewat didepan Samuel, tetapi Samuel mengatakan pada Isai, ‘’Semuanya ini tidak dipilih TUHAN.’’ Lalu berkata lagi Samuel: ‘’Inikah anakmu semuanya?’’ Jawab Isai: ‘’Masih ada satu anak saya yang paling bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba.’’ Kata Samuel kepada Isai. ‘’Panggillah dia kesini’’ Kemudian disuruhnyalah orang menjemput putra bungsu itu. Ketika Daud telah tiba. Lalu TUHAN berfirman: “Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia.” Hanya dengan disaksikan oleh keluarga terdekat Daud, Samuel mengurapi Daud menjadi raja Israel, sementara Saul masih menjabat sebagai raja. Lalu Samuel pulang ke Rama

Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud ditengah-tengah saudaranya, sejak dari itu berkuasalah Roh Allah atas Daud.

Saul yang telah ditolak oleh Tuhan sering sekali diganggu oleh roh-roh jahat, maka para pegawai Saul mengusulkan agar mencarikan pemain kecapi, orang yang tepat tersebut ialah Daud. Karena telah berdiamnya roh Allah atas Daud. Ketika Daud memainkan kecapinya Saul selalu merasa tenang dan nyaman dan roh-roh jahat semua pergi menjauh dari Saul.

Suatu hari ketika Daud sedang menggembalakan dombanya, ayahnya memerintahkan ia mengantarkan bekal makanan kepada ketiga abangnya yang ingin berperang kepada orang-orang Filistin. Isah berkata kepada Daud  bawalah cepat-cepat ke perkemahan, kepada kakak-kakakmu. Dan berikan keju yang sepuluh ini kepada kepala pasukan seribu. Lihatlah apakah kakak-kakakmu selamat dan ketika pulang bawalah sebuah pesan tanda dari mereka. Saul dan mereka itu dan semua orang Israel ada di Lembah Tarbantin tengah berperang melawan orang Filistin. Lalu Daud bangun pagi-pagi, ditinggalkannyalah kambing dombanya pada seorang penjaga, lalu mengangkat muatan dan pergi, seperti yang diperintahkan Isai kepadanya.

Setibanya diperkemahan Daud menurunkan barang-barangnya dan meninggalkannya di tangan penjaga barang-barang tentara. Daud langsung berlari ditengah-tengah barisan yang ingin berperang antara Israel dan Filistin, bertanyalah ia kepada kakak-kakaknya apakah mereka selamat. Ketika itu langsung maju seorang pendekar bernama Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Tingginya 3-5 meter, dengan memakai Ketopong tembaga yang ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik, berat baju zirah ini 5.000 syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu 600 syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya. Ia berdiri dan berkata kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: “Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah dari antara kalian seorang untuk melawan aku. Jika ia dapat mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu, tetapi jika aku dapat mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami. Aku menantang hari ini barisan Israel, Satu lawan satu.

Baca juga :  Jagalah Dirimu Dan Keluargamu Dari Api Neraka !!!

Orang Filistin menunggu selama 40 hari setiap pagi dan malam ia selalu mengucapkan kata yang sama secara berulang-ulangan, orang Israel lari dan sangat ketakutan dengan orang filistin tersebut, ketika itu Daud mendengarnya. Tidak hanya dapat berdiam diri Daud pergi menghadap kepada Raja Saul ia meminta agar di ijinkan pergi untuk mengalahkan Goliat. Tetapi Raja Saul berkata kepada Daud “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” Tetapi Daud berkata kepada Saul “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahku apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.

Maka Saul berkata kepada Daud: “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Lalu Saul memberikan baju perang kepada Daud tetapi Daud tidak menerimanya dan dia hanya pergi dengan sebuah tongkat kayu dan batu yang ada dikantongnya. Ketika sudah berhadapan ingin bertarung orang Filistin itu berkata kepada Daud: “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para Allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud dan berkata pula kepada Daud: “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu : “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.

Ketika Goliat ingin maju melawan, Daud memasukan tangannya kedalam kantongnya dan langsung melemparnya mengenai dahi Goliat sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Dan Daud langsung berlari disampingnya dan dia mengambil pedang dari Tangan Goliat dan memenggal kepalanya.

Atas kemenangannya melawan Goliat, Daud langsung diangkat menjadi pemimpin tentara Saul. Saul pun berniat ingin memberikan anaknya Mikhal menjadi istri Daud tetapi dengan syarat Daud harus mengalahkan semua orang Filistin dan membawa 100 kulit khatan.  Daud pun menerima tantangan itu dan berhasil. Dari setiap pertempuran yang dihadapi Daud ia selalu menang sehingga seluruh orang-orang yang ada di Israel menyukai Daud. Hal ini membuat Raja Saul semakin iri kepada Daud. Akhirnya Allah tidak lagi berkenan atas Saul dan menyerahkan Saul untuk dibunuh orang-orang Filistin. Sehingga Daud pun menggantikannya menjadi raja Israel yang kedua.

Dari cerita kisah Daud tersebut kita dapat mengambil makna yang baik untuk hidup kita. Kita diajarkan supaya jujur,berani, tidak sombong dan patuh serta dalam menghadapi setiap masalah kita harus selalu menyerahkan diri kepada Tuhan dan percaya penuh hanya kepadanya.

Leave a Reply

*

Top