You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Kisah Heroik Pilot Amerika bersama Pesawat RI-002 yang Membantu Kemerdekaan RI

Kisah Heroik Pilot Amerika bersama Pesawat RI-002 yang Membantu Kemerdekaan RI

Perjuangan bangsa Indonesia dalam memperebutkan kemerdekaannya memiliki banyak sekali sejarah yang belum kita ketahui. Salah satu kisah yang akan saya ceritakan pada kali ini bukanlah berasal dari rakyat asli Indonesia, melainkan kisah tentang seorang pilot berkewarga negaraan asing yang membantu Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya melawan Belanda.

Sifat kerelaan, ketulusan dan berkorban dalam menolong sesama, acap kali melewati batas nasionalisme setiap orang. Salah satu kisah nyata ini dapat kita lihat dari seorang Pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat yang terlibat langsung secara nyata berjuang bersama rakyat Indonesia di awal kemerdekaan Indonesia.

Beliau adalah Robert Earl Freeberg atau yang akrab disapa Bob. Dia merupakan pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat yang dengan gagah berani terbang menembus blokade udara pasukan Belanda di langit nusantara.

Perjuangan pria yang lahir di Parson, Kansas ini diawali saat dirinya mengajukan diri sebagai serdadu di US Navy.  Setelah diterima, Bob mendapatkan pelajaran singkat mengenai dunia penerbangan. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina.

Di Tahun 1947, pelabuhan di wilayah Republik Indonesia di blokade oleh Belanda. Tidak ada makanan, obat-obatan, pakaian, transportasi atau barang apapun yang bisa masuk, hal itu menyebabkan masyarakat Indonesia sangat menderita.

Sebelum perjanjian Linggarjati, Petit Muharto Kartodirdjo bertugas di Angkatan Udara Republik Indonesia mencoba mencari cara membantu Indonesia menembus Blokade Belanda dan menyelundupkan barang-barang yang diperlukan ke Indonesia.

Dengan izin Kepala Staf Angkatan Udara, ia lalu menyamar dan pergi ke Singapura. Di sana ia berhasil membujuk beberapa maskapai penerbangan untuk terbang ke Indonesia, termasuk CALI (Philipina), Cathay Pasific (Hongkong), South Eastren Airways dan lain lagi.

Melalui CALI, Petit bertemu dengan Bobby Freeberg, yang bekerja sebagai Pilot Carter pada CALI. Ia kemudian menerbangkan pesawat CALI ke tiga dengan tujuan Yogyakarta. Petit selalu menemani para pilot di pesawat CALI untuk membantu orientasi para pilot.

Setelah beberapa kali melakukan penerbangan bersama Bob, Petit menyadari bahwa Bob secara emosional ikut merasakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti pada 6 Juni 1947, Bob membeli pesawat Douglas C-47. Pesawat milik Bob tersebut kemudian dicarter oleh AURI. Dia memberikan nama pada pesawat itu dengan sebutan RI-002.

Bob tidak memberikan nama RI-001, Dia berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang akan dimiliki Indonesia. Perlu diketahui pada saat itu Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut.

Kiprah Bob bersama RI-002

Telah belasan kali sang pilot ini menjalankan operasi “black flight” atau penerbangan gelap. Operasi ini bertujuan menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata maupun uang di luar negeri. Bukan untuk dirinya melainkan untuk bangsa dan rakyat Indonesia.

Dengan pesawat tersebut Bob mulai membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia.

Selain itu Bob juga sangat banyak membantu TNI dalam melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Di tahun  1947 tepatnya pada tanggal 17 Oktober, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah dengan menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana.

Baca juga :  Cara Menyimpan File APK di HP Android

Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama seulawah atau gunung emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Akhir kiprah Bob

Sayangnya nasib Bob berakhir tragis. Pada Tanggal 29 September 1948, ketika melaksanakan misi untuk membawa uang guna membantu gerilya di Sumatera, pesawat Dakota milik Bob jatuh di belantara hutan. Diduga pesawat itu ditembak jatuh pesawat pemburu Belanda.

Bob adalah orang yang idealis dimata Presiden Soekarno. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia.

Hal ini tertuang dalam biografi Soekarno yang ditulis oleh Cindy Adams.

“Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah dari mana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?” demikian kata Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.

Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika, Bob Freeberg,” Ungkap Soekarno.

R1-002 bagai hilang ditelan bumi. 30 tahun kemudian, tepatnya tanggal 7 April 1978, dua orang petani dari Sumatera yang tengah merambah hutan di gunung Punggur di bagian utara Lampung menemukan puing-puing dari pesawat RI-002.

Di bulan Juli pada tahun yang sama, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal Udara Ashadi Thahjadi mengumumkan bahwa kru dan penumpang RI-002 telah gugur dalam melakukan tugasnya untuk Republik Indonesia saat berusaha menembus blokade Belanda. Kru Indonesia RI-002 lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang. Robert Earl Freeberg pun diakui sebagai seorang Amerika yang membantu Indonesia memenangkan kemerdekaan.

Bob memang seorang pilot bayaran. Tetapi keterlibatannya secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia tak bisa kita anggap sebelah mata. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di Amerika Serikat, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia.

“Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka…”, itulah sepenggal kalimat yang dituliskan Bob dalam suratnya.

Semoga kisah nyata perjuangan dari saudara kita ini menginspirasi kawan-kawan sekalian dalam mengisi kemerdekaan Negara Indonesia tercinta ini. Jika orang asing pun rela berkorban untuk memperjuangkan negeri ini, kenapa kita tidak. (tpm)

 

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Freeberg

http://nasional.kompas.com/read/2009/05/06/1936483/pahlawan.tanpa.tanda.jasa.petit.kartodirdjo.dan.bobby.freeberg

Buku biografi Soekarno tulisan Cindy Adams

Leave a Reply

*

Top