You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat

Komando cadangan strategis angkatan darat (Kostrad) merupakan salah satu kesatuan dalam Tentara Nasional Angkatan Darat. Kostrad adalah bagian dari bala pertahanan pusat yang dimiliki oleh TNI AD. Kostrad merupakan satuan langsung di bawah Panglima TNI dan hanya menerima tugas dari Panglima TNI.

Kostrad dibentuk pertama kali saat indonesia berurusan dengan konflik di irian barat pada tahun 1960. Kostrad kemudian dibentuk pada 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara ke-1/cadangan umum angkatan darat (KORRA I / CANDUAD), berdasarkan surat keputusan Men/pangad No. ML/KPTS 54/3/1961. Kostrad merupakan inti kekuatan Komando Mandala (operasi trikora atau pembebasan Irian Barat). Kemudian berganti nama menjadi Kostrad pada tahun 1963, Mayor Jenderal Soeharto dipercaya sebagai orang pertama yang menjabat Panglima Kostrad (Pangkostrad). Pada tanggal 1 April 1998 Panglima Kostrad kemudian dijabat oleh Letnan Jenderal Prabowo Subianto. Pada tahun 1984 Pangkostrad bertanggung jawab langsung kepada Panglima ABRI dalam Operasi-Operasi Pertahanan dan Keamanan.

Selama masa orde baru, pasukan kostrad juga selalu aktif diberbagai operasi militer di Indonesia, seperti penumpasan G-30-S/PKI, Operasi Trisula, PGRS (Sarawak People’s Guerrilla Force) di Sarawak, PARAKU (North Kalimantan People’s Force) di Kalimantan Utara dan Operasi Seroja di Timor Timur. Kostrad juga dilibatkan pada tingkat internasional dengan diberangkatkannya pasukan Garuda di Mesir (1973-1978) dan Vietnam (1973-1975) serta dalam operasi gabungan sebagai pasukan penjaga perdamaian dalam perang Iran-Irak antara 1989 dan 1990.

Pasukan Kostrad sendiri sangat terkenal dengan Batalyon Lintas udaranya (Linud), pasukan linud Kostrad pada dasarnya adalah infanteri plus, keberadaan batalyon diset tidak jauh dari pangkalan udara militer. Sebagai pasukan tempur Kostrad, batalyon linud selalu siap diberangkatkan kapan saja. Istilahnya RRF (Ready Reaction Force). Status RRF biasanya merujuk ke pola penggelaran pasukan TNI yang disebut PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat). Batalion yang ditunjuk sebagai PPRC untuk masa dua tahun, harus selalu siap digerakkan dalam waktu tercepat. Biasanya status PPRC diberikan kepada battalion linud, karena lebih cepat digerakkan dan berprofil ringan (light infantry). Beban pasukan Kostrad melebihi pasukan biasa. Hampir 60 kilogram. Mencakup paying utama RI-T10 berat 13 kilogram, paying cadangan di dada delapan kilogram, dan ransel perbekalan sekitar 30 kilogram. Masih ditambah senapan SS1-V3 atau V5 popor lipat seberat 4 kilogram dan helm sekitar 1,5 kilogram.

Baca juga :  Mencicipi Masakan Disaat Puasa, Itu Diperbolehkan

Saat ini, Secara resmi Kostrad merekrut anggota barunya dari prajurit infanteri atau kecabangan lain (Korps CKM, CHB atau CKU) yang berdinas aktif di satuan Komando kewilayahan daerah tersebut dan sampai saat ini Kostrad memiliki kekuatan Pasukan sekitar 35,000 sampai 40,000 Tentara dengan dua Divisi Infanteri yaitu Divisi Satu yang bermarkas di Cilodong, Jawa Barat dan Divisi Dua yang bermarkas di Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur. Setiap Divisi memiliki Brigade Lintas Udara dan Brigade Infanteri, yang selalu siap untuk di turunkan kapanpun di medan tempur.(az)

Leave a Reply

*

Top