You are here
Home > Pengetahuan > Kuasai Ilmu Medan Biar Tidak Tersesat

Kuasai Ilmu Medan Biar Tidak Tersesat

Pengetahuan llmu Medan sangat dibutuhkan untuk menuju lokasi yang sama sekali kita belum kuasai atau pun belum pernah kita jangkau, agar kita tidak mudah tersesat dalam perjalanan apalagi sampai kehilangan arah, bingung untuk menentukan kemana tujuan yang hendak dituju ketika di dalam hutan belantara yang sama sekali tidak terdapat penduduk.

Untuk itu, maka diperlukanlah sebuah pengetahuan dan seluk beluk mengenai pemahaman materi pengetahuan mengenai Ilmu Medan. Apalagi bagi rekan-rekan sahabat Ksatria yang gemar mendaki gunung (hiking), sudah barang tentu sangatlah membutuhkan ilmu ini sebagai ilmu untuk penunjuk arah.

Terkadang, jalan yang ditempuh terkendala oleh lebatnya hutan. Selain itu juga jurang dan tebing untuk menuju tempat tujuan terkadang juga harus memutar ataupun kondisi alam yang tidak menentu seperti kabut dan masih banyak ringtangan yang banyak untuk dijabarkan.

Membaca Peta dan Kompas merupakan ilmu yang banyak dipergunakan dalam dunia pelayaran, penerbangan maupun di Militer. Bahwa kita ketahui bersama perlengkapan yang sering dipergunakan dalam Ilmu Medan, hal terpentingnya adalah Peta dan Kompas sebagai penunjuk arah.

Untuk kompas sendiri terdapat berbagai macam jenisnya, antara lain Kompas Prisma, Kompas Lensa dan Kompas Silva (Kompas Orientasi). Dari berbagai macam kompas yang telah disebutkan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jenis kompas lensa merupakan jenis kompas yang dilengkapi dengan lensa binconcav, yang dipergunakan dalam pembacaanya. Sedangkan untuk bobotnya terhitung ringan. Kompas jenis ini dilengkapi pengait yang memudahkan pembawaannya yang bisa diletakkan pada posisi bidang datar.

Namun demikian, tentu kompas ini juga memiliki kelemahan, diantaranya yakni piringan kompas mudah sekali bergerak sehingga mempersulit kita dalam penghitungan besar sudut kompas. Kemudian, selain itu, untuk skala yang terdapat di dalam kompas juga, tiap stripnya mewakili dua skala. Selain itu, juga validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang, terutama untuk pengukuran sudut kompas dengan angka ganjil, sehingga pengukurannya yang dipergunakan hanya mampu berdasarkan perkiraan saja.

Selanjutnya untuk kompas jenis Silva, kompas ini merupakan jenis kompas yang penggunaannya digunakan sebagai alat orientasi medan. Hal tersebut, karena kemudahaanya dalam proses penggunaanya. Dengannya, ini menjadi alasan bahwa kompas jenis ini juga sering disebut sebagai kompas orientasi.

Untuk kelebihannya sendiri, yaitu terdapat cermin sehingga memudahkan dalam proses pembacaan dan pada saat pembidikan. Selainitu, kelebihan lainnya kompas ini juga dapat dipadukan dengan peta berskala I : 50.000 dan I : 25.000. Hal ini,   karena ianya dilengkapi dengan kaca pembesar dan konektor. Selain itu, kelebihan lainnya juga dilengkapi dengan lensa pembidik, sehingga memudahkan pada saat melakukan pengukuran besar sudut peta.

Baca juga :  Generasi terbaru meriam milik Armed TNI AD (kh-179 Howitzer 155 mm)

Namun demikian, selain kelebihan, tentu terdapat kelemahan. Salah satunya adalah dari segi penggunaan, yang diantaranya yakni pada saat penggunaan, dibutuhkan bidang datar agar kompas dapat akurat.

Selanjutnya, jenis kompas Prisma. Kompas ini merupakan kompas yang terbuat dari bahan logam. Kompas ini dilengkapi dengan jarum kompas yang mengandung zat phosphoric, sehingga memudahkan pembacaan sudut saat kondisi gelap. Adapun besar sudut bidikan, bisa langsung di baca melalui prisma secara langsung, sehingga hal itu memudahkan untuk azimuth dan back azimuthnya dapat langsung diketahui. Mudah digunakan, selanjutnya mudah didatarkan. Untuk kekurangannya, sendiri bobotnya terlalu berat karena bahannya terbuat dari logam.

Dari keseluruhan jenis-jenis kompas bisa disimpulkan bahwa pada dasarnya kegunaan kompas sendiri merupakan alat untuk mengetahui arah, selain itu juga digunakan sebagai alat bidik sasaran.

Adapun peta, diperlukan sebagai penunjuk lokasi dimana kedudukan pada saat melakukan pendakian. Selain itu, memudahkan untuk menentukan posisi kita menentukan titik tanda medan yang mudah dikenali seperti pohon, tebing, bukit, sungai dan titik tanda lainnya.

Sebagai contoh penggunaan kompas dan peta, jika kita telah menentukan titik dimana tanda medan berada memiliki sudut kompas sebesar 130°, maka sudut peta adalah 130° + 180° = 310° Back Azimuth. Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris, buatlah garis dengan pola seperti titik sasaran dengan acuan besar sudut peta. Kemudian lakukan hal yang sama dengan titik kedua, misal Y. Bila kita melakukannya benar maka akan didapatkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut.

Tentunya mudah bukan, anda bisa mencobanya ketika pada saat melakukan pendakian ataupun melakukan perjalanan yang belum pernah anda tdatangi sebelumnya sama sekali.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top