You are here
Home > Tulisan > Alat Utama Sistem Senjata > KUAT, LINCAH DAN CEPAT, PANSER V150 COMMANDO

KUAT, LINCAH DAN CEPAT, PANSER V150 COMMANDO

Kuat, lincah dan cepat, itulah kata-kata yang bisa menggambarkan kehebatan Panser V150 Commando. Kendaraan lapis baja beroda empat ini memang dirancang sebagai kendaraan tempur yang kuat, kokoh, mampu melindungi prajurit di dalamnya, namun juga tetap lincah dan cepat dalam pergerakan dan manuver-manuvernya. Tidak salah jika TNI Angkatan Darat mendatangkan panser ini dari negara asalnya yaitu Amerika Serikat (USA). Memang secara usia panser ini tidak bisa dikatakan muda lagi, karena sudah puluhan tahun diimpor dari USA yaitu sekitar tahun 1970an. Ranpur ini dirancang oleh para isinyur negeri Paman Sam sekitar tahun 1960an di pabrik Cadillac Cage Company. Indonesia mempunyai sekitar 200an panser V150 yang tersebar di satuan-satuan Kavaleri TNI AD di seluruh pelosok nusantara.

Secara spesifikasi panser V150 memang dirancang untuk bisa bermanuver cepat. Mempunyai roda berjumlah 4 buah dan berpenggerak 4×4 menjamin kehandalan ketika bergerak di jalan raya atau jalan datar dan mampu melibas medan-medan terjal, curam maupun berlumpur. Bannya menggunakan teknologi run flat yang berguna apabila ban tertembak atau terkena ranjau sehingga masih dapat bergerak atau escape sejauh 80 km. Meskipun tidak dilengkapi dengan baling-baling atau alat penggerak di dalam air, V150 dirancang mampu mengarungi air secara terbatas dengan menggunakan tenaga putaran roda. Bodi kendaraan ini dirancang bersudut dengan tujuan mampu menghempas energi yang ditimbulkan oleh ledakan ketika bergerak di ladang ranjau sehingga panser tidak berguling dan mampu mempertahankan keseimbangan “tubuhnya”. Bajanya yang tebal mampu menahan serangan peluru yang dimuntahkan senjata berkaliber kecil maupun senapan mesin berat (SMB).

Banyak yang bertanya-tanya, apakah kendaran buatan tahun 1960an mampu bersaing dengan kendaraan-kendaraan perang terkini? Jawabannya “ya”. TNI Angkatan Darat tidak tinggal diam dengan kondisi ini. Melalui satuannya, yaitu Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad), dilakukan retrofit terhadap sebagian besar panser V150. Apa itu retrofit? Ya, istilah retrofit sering digunakan oleh TNI AD dalam meremajakan atau memodifikasi secara fital terhadap kendaraan-kendaraan tempurnya. Pada V150 ini, dilakukan penggantian mesin yang aslinya adalah mesin bensin dengan konsumsi bahan bakar sangat boros diganti dengan mesin Diesel V6-155 6 silinder 4 langkah dengan daya 149 BHP/3300 RPM dan torsi 39,2 KGM/1900 RPM. Penggantian mesin ini berimplikasi pada menigkatnya tenaga kendaraan serta konsumsi bahan bakar yang jauh lebih irit sesuai dengan program pemerintah yaitu penghematan energi. Kecepatan (velocity) nya meningkat, dari 85 km/jam menjadi 89 km/jam. Sedangkan jarak jelajahnya naik, dari 643 km menjadi 800 km.

Baca juga :  Dan SU-35 Pun Akan Nyata Di Depan Mata

Berbicara menegenai pengalaman tempur/operasi, panser V150 tidak bisa dipandang sebelah mata. Negara yang merupakan mantan provinsi ke-27 NKRI, Timor-Timor adalah buktinya. Untuk mengatasi Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) Fretilin, puluhan panser dikerahkan kesana. Menurut beberapa pengalaman prajurit yang pernah beroperasi disana, Fretilin kabarnya sangat takut jika ranpur ini melintas. Tidak hanya di Timor-Timur, di Aceh pun begitu. Sebelum situasi damai seperti saat ini, armada panser V150 juga turut serta memberi efek getar (detterence) kepada kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) agar tidak selalu meneror dan mengancam rakyat Aceh. Daerah terakhir yang turut serta diamankan oleh V150 adah Papua. Panser-panser V150 ditempatkan di satuan Detasemen Kavaleri (Denkav) 3 Timika dan dioperasikan oleh prajurit-prajurit satuan tersebut. Secara berkala prajurit Denkav 3 melaksanakn patroli dengan menggunakan panser menyusuri titik-titik yang dianggap rawan di daerah Timika. Patroli ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mencegah timbulnya situasi mencekam yang kerap dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka. Sekali lagi ditekankan bahwa keberadaan panser ini bukan untuk menakut-nakuti rakyat, namun justru memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam bekerja dan berkativitas.

Berikut ini adalah spesifikasi panser V150:

  • Berat: 9,888 kg.
  • Panjang: 5.69 m
  • Lebar: 2.26 m
  • Tinggi: 2.54 m (turret/kubah), 1.98 m (badan)
  • Personil: 3 + 2
  • Persenjataan : 1 x 20 mm, 2 x 7.62 mm Machinegun
  • Mesin: Diesel V6-155 6 silinder 4 langkah turbo charged engine
  • Jangkauan Operasi: 643 km (non retrofit), 800 km (retrofit)
  • Kecepatan: 85 km/jam (dataran/non retrofit) 89 km/jam (retrofit), 5 km/jam (air)

2 thoughts on “KUAT, LINCAH DAN CEPAT, PANSER V150 COMMANDO

  1. Retrofit dg mesin diesel sungguh menjadikan ranpur ini menjadi lebih ekonomis dalam pengoperasian tanpa mengurangi (bahkan menambah) performance ranpur ini.
    Mungkin akan lebih handal lagi kalo retrofit juga menyentuh bagian persenjataan dengan mengganti ukuran kaliber yang lebih besar plus pemasangan alkom dan peralatan navigasi yang modern. Terimakasih.

Leave a Reply

*

Top