You are here
Home > Pengetahuan > Makna dari Hari Raya Galungan

Makna dari Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan merupakan salah satu Hari Besar bagi Umat Hindu, dimana Hari Raya Galungan ini dirayakan setiap 6 bulan Bali (210 hari) yaitu pada hari Budha Kliwon Dunggulan (Rabu Kliwon Wuku Dunggulan) sebagai hari keenam Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Hari Raya Galungan ini identik dengan pemasangan Panjor yang dipasang dipinggiran jalan dan didepan setiap rumah sehingga membuat suasana mejadi alami dan lebih indah. Panjor sendiri merupakan hiasan yang terbuat dari bambu dan dihias sedemikian rupa sesuai dengan tradisi masyarakat Bali.

Maksud dari pemasangan Penjor tersebut adalah sebagai bentuk haturan kehadapan ke Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan YME).

Untuk arti kata Galungan sendiri berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang artinya Bertarung atau biasa disebut dengan Dungulan yang berarti menang, dan untuk perbedaan penyebutan Wuku Galungan (Jawa) dan wuku Dungulan (Bali) sebenarnya memiliki arti yang sama yaitu menang.

Maksud dari perayaan hari raya Galungan agar umat Hindu mampu membedakan dorongan hidup antara Dhrama dan Adharma di dalam diri manusia itu sendiri sehingga kebahagiaan dapat diraih bilamana memiliki kemampuan untuk menguasai kebenaran.

Baca juga :  Cara Remote Laptop Dengan Hp Android

Jadi inti dari perayaan hari raya Galungan ini adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pemikiran dan pendirian yang terang, sehingga bila kita dapat menyatukan rohani dan pikiran yang terang maka merupakan wujud dari Dharma dalam diri kita sedangkan kekacauan yang muncul dalam pikiran itu merupakan wujud dari Adharma, maka didapatlah kesimpulan bahwa hakikat Galungan menurut Konsepsi Lontar Sunarigama adalah merayakan menangnya Dharma melawan Adharma. (Prd/Cen).

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top