You are here
Home > Tulisan > Rohani > Makna Kematian Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib

Makna Kematian Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib

Syaloom, sahabat kristen yang dikasihi dalam Tuhan Kita Yesus Kristus. Kali ini kita akan membahas sedikit kisah tentang kematian Yesus.

Pada abad ke-1 sejarawan Yahudi, Flavius Yosefus menuliskan dalam tulisannya yang mencatat: Kira-kira pada waktu itu Yesus adalah seorang yang bijak. Kalau boleh menyebutnya “manusia”, karena ia adalah pembuat pekerjaan yang menakjubkan. Seorang guru sedemikian yang membuat orang menerima kebenaran dengan sukacita. Ia menarik banyak pengikut, baik orang Yahudi maupun orang asing.

Ia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas usulan orang-orang terkemuka di dekat raja, menghukumnya dengan penyaliban, mereka yang menyayanginya pada mulanya tidak meninggalkannya, karena ia menampakkan diri lagi hidup-hidup kepada mereka pada hari ke-3, sebagaimana nabi-nabi kudus telah meramalkannya dan puluhan ribu hal ajaib lain tentang dia. Dan suku Kristen, yang dinamakan menurut dia, tidak punah sampai hari ini”.

Begitu banyak penderitaan yang Yesus tanggung guna menghapus dosa seluruh umat manusia di bumi ini. Mulai dari di penjarakan, di olok-olok, di cambuk serta sampai harus di hukum mati dengan cara di salibkan.

Beberapa peristiwa yang mengejutkan banyak orang sebelum Yesus mati di kayu salib.

Ketika Yesus mati, Injil mencatat terjadinya hal-hal aneh berikut ini

1. Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.

2. Terjadilah gempa bumi.

3. Bukit-bukit batu terbelah.

4. Kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

5. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi.

6. Kepala pasukan (yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” dan juga ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh orang ini adalah orang benar!”

Terjadilah muzizat-muzizat yang menyertai penyalipan Yesus di kayu salib. Hal ini menunjukkan bahwa telah genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci untuk pekerjaan Yesus di bumi.

Baca juga :  PENGARUH IBADAH TERHADAP PRILAKU MANUSIA

Kayu salib tempat di mana Yesus mati merupakan misteri besar. Misteri kematian Yesus dan maknanya yang sebenarnya, menyampaikan dua hal yang penting tentang hubungan Allah dan hubungannya dengan manusia.

Pertama, salah satu masalah yang paling mendesak dalam kehidupan adalah masalah dosa atau kejahatan. Melalui Yesus, Anak Allah, Allah bermaksud melenyapkan penderitaan yang diakibatkan manusia. Oleh karena itu salib menunjukkan kepada kita bahwa walaupun Allah tidak melenyapkan penderitaan yang diakibatkan dosa manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan, Ia ikut mengambil bagian di dalamnya bersama kita. Allah bukanlah hakim yang kejam yang menjatuhkan vonis yang tidak wajar kepada Yesus yang tidak bersalah. Pada kayu salib itu, Allah sebenarnya ikut mengalami akibat yang paling buruk dari keadaan kita yang berdosa.

Kedua, salib menunjukkan kepada kita harga pengampunan dari Allah. Bagi kita sendiri, mengampuni orang lain sering menjadi hal yang sulit. Untuk mengampuni manusia, Allah menyerahkan Anak tunggal-Nya di kayu salib.

Dari semua pengorbanan yang di lakukan oleh Yesus ini, semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita sahabat Kristen yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Sebab, tidak ada Tuhan yang lebih baik lagi dari Tuhan kita Yesus Kristus yang selalu setia menemani dan menyelamatkan jiwa kita dari penderitaan dan cobaan. Maka itu kita harus selalu hidup berserah dan berharap kepadanya.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top