You are here
Home > Pengetahuan > Mengenal Kolesterol

Mengenal Kolesterol

Kolesterol adalah zat yang sangat diperlukan oleh tubuh sebagai sumber tenaga untuk melaksanakan kegiatan atau aktifitas sehari-hari. Kolesterol sebagai zat penunjang memiliki dua sisi wajah. Di satu sisi kolesterol dibutuhkan oleh tubuh sebagai zat metabolisme yang berguna untuk kelangsungan hidup namun disisi lain apabila kolesterol lebih dari yang dibutuhkan tubuh maka kolesterol menjadi penyebab akhir dari kehidupan.

Kolesterol memiliki dua jenis, yakni Kolestrol Jahat (Low Density Lipoprotein) dan Kolestrol Baik (High Density Lipoprotein). Kolesterol Jahat sebenarnya juga dibutuhkan oleh tubuh namun apabila jumlah kolesterol tersebut tidak sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh maka dampaknya akan berbeda. Kolesterol tersebut akan menjadi penghambat aliran darah yang mengakibatkan kondisi tubuh manjadi lemas. Umumnya dokter menyarankan agar kadar kolestrol total Anda di bawah 200 mg/dl, dengan kadar LDL (kolestrol jahat) di bawah angka 130, dan HDL (kolestrol baik) berada di atas angka 40.

Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan kolesterol jahat dan kolesterol baik, penjelasannya di bawah ini.

KOLESTROL JAHAT (Low Density Lipoprotein)

Kolestrol LDL (Low Density Lipoprotein) adalah lemak yang jahat karena bisa menimbun pada dinding dalam dari pembuluh darah, terutama pembuluh darah kecil yang menyuplai makanan ke jantung dan otak. Timbunan lemak itu semakin lama semakin tebal dan keras, yang dinamakan arteriosklerosis, dan akhirnya menumbat aliran darah.

Kolestrol LDL yang optimal adalah bila kadarnya dalam darah di bawah 100 mg/dl. Kolestrol LDL 100-129 mg/dl dimasukkan kategori perbatasan (borderline). Jika di atas 130 dan disertai afktor risiko lain seperti merokok, gemuk, diabetes, tidak berolah raga, apalagi jika sudah mencapai 160 atau lebih, maka segera perlu diberi obat.

KOLESTROL BAIK (High Density Lipoprotein)

Kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) disebut lemak yang baik karena bisa membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolestrol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan.

Penyebab kolestrol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan menaikkan HDL.

Baca juga :  Olimpiade 2016, Indonesia Bisa Emas!!!

Makanan yang banyak mengandung kolesterol jahat atau mengandung kolesterol tinggi antara lain:

1. Mentega

Banyak makanan yang lebih nikmat saat diolah dengan mentega. Tapi hati-hati dalam menggunakannya, seperti dilansir dari Healthaliciousness.com, tiap 100 gram mentega mengandung 215mg kolesterol.

Sementara, satu sendok teh mentega mengandung 30 gram kolesterol. Perhatikan juga cara mengolah masakan, sebaiknya gunakan minyak zaitun untuk menumis dan kurangi penggunaan mentega atau minyak goreng.

2. Udang

Sajian laut satu ini memang kaya akan gizi, tapi waspada kandungan kolesterolnya. Sebanyak 100 udang mengandung 195 miligram kolesterol atau sudah memenuhi 65 persen kebutuhan harian. Satu udang rata-rata mengandung 11 mg kolesterol dan memenuhi 4 persen kebutuhan harian.

3. Paha ayam

Meskipun ayam jadi pilihan sajian yang rendah lemak, tapi cara memasaknya juga harus diperhatikan. Ayam yang digoreng dengan deep fried, kadar kolesterolnya jadi sangat tinggi dibandingkan dengan yang dikukus, terutama di bagian kulit.

Karena paha ayam dikelilingi kulit, kadar lemak dan kolesterolnya sangat tinggi. Bahkan lebih tinggi dibandingkan es krim atau burger. Pilihan terbaik adalah mengkonsumsi daging ayam tanpa kulit.

4. Makanan siap saji

Pada makanan siap saji seperti ayam goreng, kentang goreng, roti isi, keripik dan olahan lainnya, dibutuhkan lemak trans dalam proses pembuatannya. Lemak tersebut merupakan minyak sayur yang telah melalui proses hidrogenisasi dan mengandung kolesterol tinggi.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Sebaiknya Anda mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, seperti selai kacang, avokad, minyak zaitun dan kanola, serta kacang-kacangan. Apabila menghilangkan kebiasaan makan makanan berkolesterol tinggi susah di lakukan maka cara lain ialah menjaga berat tubuh dan rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan penyeimbang asupan makanan. (Hj/Cen).

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top