You are here
Home > Tulisan > Alat Utama Sistem Senjata > Mengenal Lebih Dekat Senjata Laras Panjang M-16

Mengenal Lebih Dekat Senjata Laras Panjang M-16

Militer yang kuat memang menjadi sebuah syarat mutlak sebuah negara. Sebab, selain berfungsi untuk menjaga wilayah perbatasan dan menangkal serangan dari luar, militer yang kuat juga dapat menjadi nilai lebih sebuah negara di mata negara lain. Bagi seorang prajurit mengenal jenis senjata merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki sebelum belajar menembak.

Berikut penulis akan membagikan pengetahuan sedikit tentang senjata organik yang digunakan oleh TNI yaitu senjata M-16.

Senjata M-16 adalah senapan serbu yang ringan dibuat pada tahun 1957 dan di produksi pada tahun 1960, M-16 dirancang oleh Eugene Stoner dan L. James Sullivan, senjata tersebut berkaliber 5.56 mm, Air-Cooled, beroperasi dengan sistem gas, menggunakan Magazen dan menggunakan Bolt berputar, M-16 dibuat dari besi, alumunium dan plastik komposit.

Senapan M16
Senapan M16

Senapan M16 ini sudah banyak digunakan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang berdinas di satuan tempur (Batalyon) maupun satuan bantuan tempur (Banpur) dalam hal ini satuan pelaksana yang berada di bawah Kodam yang dijadikan sebagai senjata organik militer.

Senjata tersebut mempunyai kecepatan munisi 3.100 kaki/detik (944.88 m/s), dengan jarak efektif 550 meter (titik sasaran) dan 800 meter (daerah sasaran). Isi Magazen box 30 butir, Magazen box RPK 40 butir dan Magazen Drum RPK 75 butir. Senjata M-16 terbuat dari alumunium, Laras, bolt, dan bolt carriernya terbuat dari besi, popor dan pegangannya terbuat dari plastik. Model awal M16 termasuk ringan, dengan berat 2,9 Kg, ini jauh lebih ringan daripada senapan-senapan tahun 1950 dan 1960 dan juga lebih ringan dari AK-47 yang beratnya sekitar 5 Kg

Baca juga :  Sniper, One Shot One Kill

Senjata M-16 ada beberapa versi yaitu M-16A1, M-16A2, M-16A3 dan M-16A4 yang telah digunakan oleh hampir seratus negara. Rata-rata tembakan senjata tersebut adalah 12-15 putaran / menit berkelanjutan, 45-60 putaran / menit semi-otomatis dan 700-950 putaran / menit siklik, senapan M-16 dapat menghasilkan efek melukai besar ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi.

Senapan M16 A2
Senapan M16 A2

Untuk senjata M16A2 mempunyai pilihan menembak semi-otomatis, tiga putaran dengan tembak ledakan dengan bidikan Windage, 5/8-inch simpanan, laras lebih berat, deflektor, laras berbeda dengan M-16A1.

Senapan M16 A4
Senapan M16 A4

Beda halnya dengan senjata M-16A3 dan M-16A4 berbeda sedikit dengan M-16A2 dengan memiliki pegangan yang bisa dilepas dan dilengkapi dengan alat bidik merah atau penglihatan malam.

Ini tentu sangat menunjang tugas pokok TNI sebagai benteng negara dan sebagai pelindung bangsa untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian pengetahuan tentang senjata laras panjang M-16 yang bisa penulis sajikan buat para pecinta website resmi Kodam XVII/Cenderawasih, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Leave a Reply

*

Top