You are here
Home > Tulisan > Rohani > Mengendalikan Amarah Menurut Ajaran Agama Islam

Mengendalikan Amarah Menurut Ajaran Agama Islam

Salah satu alasan bagi kita untuk menahan marah adalah karena dengan melepaskan amarah itu mengumpulkan kejahatan sedangkan menahannya adalah mengumpulkan kebaikan. Hal tersebut pernah dituliskan oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Sementara itu Imam Ja’far bin Muhammad juga pernah mengatakan bahwa amarah adalah kunci segala kejahatan.

Memang sifat marah merupakan tabiat yang tidak mungkin lepas dari diri manusia, karena manusia memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan tidak untuk diselisihi keinginannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah”.

Menurut Syekh Sayyid Nada, marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan amal, misalnya marah ketika menyaksikan perbuatan haram yang sedang merajalela, seorang muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan, hal ini merupakan contoh marah karena Allah.

Kita sebagai umat muslim harus tahu bahwa sifat marah merupakan bara api yang telah dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata dan lupa diri sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya sendiri.

Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya tidak luput dari sifat marah, akan tetapi kita harus selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka dengan demikian harus mampu meredam kemarahan karena Allah dan Allah telah memuji umatnya dalam firmannya.

Baca juga :  Nasehat Untuk Anak Muda Kristen

 a

Artinya : Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali ‘Imran:134)

Di samping itu, yang paling utama dalam hal ini adalah usaha untuk menundukkan dan mengendalikan diri ketika sedang marah, hal tersebut bisa menutup jalan-jalan setan yang ingin menjerumuskan manusia ke dalam jurang keburukan dan kebinasaan. Allah berfirman :

 b

Artinya : Sesungguhnya syaithan itu hanya menyuruh kamu berbuat buruk (semua maksiat) dan keji, dan mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS Al-Baqarah:169)

Oleh sebab itu, sebagai umat muslim hendaknya kita harus bisa menahan amarah, karena dengan hal tersebut Allah akan selalu melindungi kita untuk menuju ke jalan yang benar.

Demikianlah tulisan ringkas ini semoga bermanfaat bagi kita semua dan menjadi motivasi untuk selalu berusaha menundukkan hawa nafsu dan menahan kemarahan, agar kita terhindar dari segala keburukan. Semoga hal ini bermanfaat untuk kita semua, amin. (Prd/Cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top