You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Mengingat Salah Satu Senjata Masa Perjuangan

Mengingat Salah Satu Senjata Masa Perjuangan

Salam perjuangan bagi para pejuang penerus Bangsa.

Kodam XVII/Cenderawasih masih hadir dalam kepopuleran dalam sajian-sajian yang menarik setiap harinya, selain itu di Website Kodam XVII/Cendererawasih ini sendiri selalu update dalam nuansa pemberitaan seputar kegiatan TNI di jajarannya.

Tentu saja kepopuleran Kodam XVII/Cenderawasih ini tidak akan tercipta bila tidak ada para pembaca yang setia untuk menyambanginya. Untuk itu, kami akan terus dan terus memberikan pengetahuan-pengetahuan yang menarik untuk diketahui. Berkaitan dengan hal ketertarikan, mari kita ulas kembali fase-fase dalam masa perjuangan.

Kami akan mengulas salah satu senjata yang telah dipensiunkan karena telah purna dalam tugasnya yang kini menghiasi di museum perjuangan.

Senjata apa itu..???

Bren… masih ingatkah..??

SMR (Senjata Mesin Ringan) Bren diproduksi oleh Inggris pada tahun 1935.

Mengapa nama senjata ini dinamakan “Bren”?

Nama Bren diambil dari asal-usulnya senjata yang lahir dari kata “Brno” yaitu salah satu kota di Republik Ceko, dimana senjata ini diadobsi dari senjata Zb vz.26.

Senjata Bren ini sering digunakan oleh Inggris dalam pertempuran Perang Dunia ke II yang terjadi serta menjalar ke Eropa dan Asia. Senapan Bren ini juga digunakan oleh pejuang Perancis dan Belanda.

Untuk Indonesia sendiri penggunaan senjata Bren ini sesaat setelah selesainya Perang Dunia ke II.

Dalam penggunaannya, mesin senapa Bren ini mempunyai Rate of Fire yang lambat. Bren sendiri menggunakan amunisi 0,303 yang menyerupai standar senapan Inggris, Lee-Enfield. Bren mempunyai moncong laras berukuran 20 inci dan dapat menembakkan peluru hingga 400 meter yang mana munisi dikeluarkan sebanyak 500 butir permenit.

Bren juga dioperasikan oleh gas dimana Propelan gas dikeluarkan dari muzzle ujung moncong laras melalui regulator dengan 4 lubang cepat penyesuaian. Ukuran yang berbeda ini dimaksudkan untuk menyesuaikan volume gas untuk suhu sekitar yang berbeda. Ventilasi gas dalam piston yang pada gilirannya digerakkan blok sungsang, sedangkan gagang atas tong digunakan untuk pegangan dan menghapus laras panas tanpa resiko terbakar pada tangan.

Senapan Bren tersebut memiliki berat mencapai 11 kg tetapi memiliki peran penting karena mempunyai tenaga besar. Secara umum, Bren adalah senapan mesin ringan yang handal dan efektif untuk digunakan meskipun sesekali juga mengalami kendala kemacetan dalam mesin.

Baca juga :  Haruskah Ada Aturan Penggunaan Seragam Ala Militer

Dalam mengatasi kemacetan tersebut, tentara Inggris mempunyai cara tersendiri yaitu laras perlu dibuka untuk memungkinkan regulator yang akan berubah. Hal tersebut dapat mengatasi kemacetan dengan memukul pistol, memutar regulator atau melakukan keduanya dimana dalam pemulihan tersebut banyak orang yang memukul badan senapan Bren tersebut untuk menghindari macet maupun benda-benda asing yang masuk kedalam mesin.

Peran Senapan Bren di Indonesia sangatlah menguntungkan bagi para pejuang pada akhir Oktober sampai awal Desember 1945 yang saat itu terlahir gerakan Komunis “Peristiwa Tiga Daerah”.

Orang Politik berhaluan Komunis berhasil menghimpun massa dan berusaha merebut kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia dengan melakukan cara kekerasan.

Massa di daerah Slawi, Pemalang dan Brebes dapat dipengaruhinya, tetapi Tegal masih dalam penguasaan satuan-satuan Tentara Kemanan Rakyat XVII (TKR XVII).

Dan akhirnya pada tanggal 17 Desember 1945 setelah dilakukan serangan pembersihan oleh Resimen TKR XVII, maka situasi dan kondisi keamanan di 3 daerah tersebut berhasil dipulihkan. Dalam masa pemulihan itu, Indonesia menggunakan Senjata Mesin Ringan Bren yang sangat berperan penting.

Bren sendiri memiliki 3 farian yaitu Bren Mark 1, Bren Mark 2 dan L4.

Adapun Spesifikasi SMR Bren yaitu :

  • Berat : 10,35 kg
  • Panjang : 1.156 mm
  • Panjang Laras : 635 mm
  • Munisi : 303 British (MK 1 – MK 2), 7,62 x 51 mm NATO (L4)
  • Mekanisme : Gas Operated, Tilting Bolt
  • Kecepatan Peluru : 743,7 m/s
  • Jarak Efektif : 550 m
  • Rata-rata Tembakan : 500-520 butir /menit
  • Amunisi : 30 Round Box Magazine, 100 Round Pan Magazine, 20 Round L1A1 Magazine
  • Jenis bidikan : Leaf Sight, Aperture Sight.

Sekian tulisan serta pengetahuan mengenai Senjata Mesin Ringan Bren yang dipakai para pejuang kita untuk menjaga tetap tegaknya NKRI dari berbagai rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri.

Semoga tulisan ini dapat dijadikan referensi serta pengetahuan bagi para pengunjung.

Salam Ksatria Pelindung Rakyat. (Chan/Prd).

Leave a Reply

*

Top