You are here
Home > Pengetahuan > “Merah Putih Memanggil”

“Merah Putih Memanggil”

Sutradara      : Mirwan Suwarso

Penulis          : TB Silalahi

Produser        : Josie S. Karjadi

Produksi        : TB Silalahi Pictures

Merupakan film Nasional dengan genre drama dibalut nuansa heroik para prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Film “Merah Putih Memanggil” merupakan produksi terbaru dari rumah produksi TB Silalahi, dimana TB Silalahi menulis naskah ceritanya, sedangkan untuk sutradaranya dipercayakan kepada Mirwan Suwarso.

Inti cerita dari film ini adalah tentang aksi heroik pasukan khusus TNI melawan aksi para Teroris Internasional yang membajak kapal pesiar berbendera Indonesia. Selain ceritanya yang menarik, penyajian film ini pun sangat menarik, menampilkan prajurit TNI milik kita yang gagah, sigap, dan mahir dalam segala situasi kondisi dan menggunakan peralatan yang canggih pula.

Untuk aktor dan aktris yang tampil dalam film ini diantarannya, Maruli Tampubolon, Prisia Nasution, Mentari Demarelle, Aryo Wahab, Restu Sinaga, ditambah pula prajurit-prajuirt TNI.

Sinopsis

Film “Merah Putih Memanggil” ceritanya diawali dengan sekelompok teroris internasional yang melakukan pembajakan kapal pesiar berbendera Indonesia di perairan Indonesia.

Satu orang awak kapal ditembak mati di kapal karena melakukan pembangkangan. Empat orang awak kapal termasuk kapten kapal beserta tiga warga negara Perancis, satu orang warga Kanada, dan satu orang warga Korea Selatan diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga.

Pimpinan penculik meminta tebusa dari negara-negara yang warga negaranya diculik, dijadikan sandera, termasuk negara Indonesia. TNI tidak dapat berbuat apa-apa karena teroris itu berada di negara lain.

Baca juga :  Ngantukan..??! Ini Solusinya..!!!

Negara tetangga tersebut juga sedang kewalahan menghadapi para teroris ini karena pemerintahnya sendiri mengalami banyak masalah dalam negeri.

Namun, karena pendekatan dari pemerintah Indonesia, negara tetangga tersebut memberi ijin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya untuk membebaskan para sandera, namun dibatasi dalam waktu 2×24 jam.

Untuk itu TNI membuat rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan. TNI AD melakukan operasi tertutup dengan mengirimkan 1 team dari Batalyon Anti Teror Kopassus yang diterjunkan malam hari secara free fall.

Dalam keadaan siap siaga akan dibantu pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan TNI ini dilibatkan. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top