You are here
Home > Pengetahuan > Militer > MORTIR 81 TAMPELA

MORTIR 81 TAMPELA

Mortir 81 Tampela adalah senjata lintas lengkung yang digunakan untuk mendukung mobile pasukan Infantri.

Di medan pertempuran, hal terpenting yang menjadi kekuatan pasukan infanteri dalam melakukan pergerakan, mendapat dukungan bantuan tembakan (fire support) dari unit atau pasukan Artileri Medan (Armed). Dengan sekali gebuk, Mortir 81 Tamplea dapat menghasilkan semburan proyektil dari howitzer yang mampu merobek posisi jantung lawan.

Tugas infanteri pun jadi lebih mudah untuk merangsek masuk ke jantung pertahanan musuh. Selain menggunakan Mortir 81 Tampela, infanteri juga bisa meminta bantuan tembakan dari howitzer, namun hal ini akan membutuhkan waktu untuk meminta bantuan tembakan dari udara (close air support). Menghadapi situasi tersebut dibutuhkanlah suatu unit infanteri di level peleton, kompi dan batalyon yang membutuhkan dukungan Artileri secara mandiri, tanpa harus bergantung pada satuan lain.

Disinilah peranan Mortir yang sangat dibutuhkan, dengan larasnya yang halus (smoothbore) dan tekanan penembakan lebih rendah (low pressure), tak ayal menempati posisi sebagai senjata dukungan dengan jarak dekat yang merupakan andalan bagi infanteri.

Meski sudah digunakan sejak era Perang Dunia I, nyatanya perkembangan teknologi turut mempertahankan keberadaan mortir sebagai unsur bantuan tembakan infanteri yang cukup diandalkan hingga kini. Bentuknya yang ringkas membuat mortir tak bisa dilepaskan dari setiap pergerakan infanteri. Dengan bentuknya yang ringkas, mortir mudah dibawa kemana saja bersama pergerakan pasukan infanteri. Manfaat ini terasa betul bagi pasukan khusus yang bergerak di belakang garis musuh, yang seringkali tidak memiliki dukungan tembakan Artileri.

Mortir 81 Tampela yang digunakan infanteri TNI adalah mortir 81 yang memiliki ukuran 81 mm hasil modifikasi dari mortir buatan pabrik Salgat dengan jenis Tampella di Finlandia.

Adapun cara kerja mortir sebagai berikut, saat proyetil diturunkan oleh assistant gunner dengan pantat (sirip) menghadap ke bawah, proyektil akan meluncur bebas sampai ke dasar laras mortir. Sampai di dasar, ada pena pemukul (firing pin) yang menekan primer di ekor proyektil.

Baca juga :  Jenderal Nasution, Sang Ahli Strategi Perang Gerilya Kelas Dunia

Mortir 81 Tampela memiliki desain proyektil yang sedemikian rupa, sehingga mudah diatur dan digunakan. Mulai dari ekor yang kurus sampai bentuk proyektil yang menggemuk dengan cincin obturatornya yang menempel erat didinding dalam laras. Ledakan yang terperangkap di dalam ruang antara tabung mortir dan proyektil, dapat memberikan dorongan hebat sehingga proyektil meluncu hebat keluar. Selanjutnya ketika sampai di mulut laras, proyektil keluar sebagai ledakang bunga api dengan suara yang memekakan telinga. Maka untuk itu, para awak mortir harus menutup telinga, atau menggunakan penutup telinga yang memadai agar terhindar dari cacat permanen, terutama jika yang ditembakkan adalah mortir kaliber besar.

Inilah spesifikasi Mortir 81 Tampela :

Kaliber                                               : 81 mm

Diameter Laras                                 : 31,4 mm

Panjang Laras Tepasang               : 1560 mm

Panjang kuda-kuda                         : 960 mm

Berat Laras B-523 (Long Barrel)   : 20,4 kg

Berat Laras B-530 (Split Barrel)     : 20,9 kg

Berat kuda-kuda                              : 14 kg

Berat Landasan                               : 12,5 kg

Berat Alat Bidik Tanpa Kotak         : 1,55 kg

Berat Alat bidik Dengan Kotak      : 2,9 kg

Ketepatan Alat Bidik                        : 1 mils

Tekanan Kerja Maksimal                : 1050 kg/cm3

Berat Mortir Kompli B- 500             : 48,45 kg

Berat Mortir Kompli B-501              : 48,95 kg

Elevasi                                               : 45 s.d. 85

Jarak Capai Maksimal Dengan Isian Tambahan 8       : 6500 meter

Leave a Reply

*

Top