You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Muslimah Wanita AD, Sudah Boleh Berhijab

Muslimah Wanita AD, Sudah Boleh Berhijab

“Bukan mawar penghias taman, tetapi melati pagar bangsa”. Demikianlah semboyan yang menjadi prinsip para wanita AD (Angkatan Darat), yang sekalipun mereka adalah wanita, namun mereka juga adalah militer.

Sebagai wanita yang melambangkan keindahan, mereka tetaplah dengan jati diri mereka sebagai lambang keindahan tersebut, namun sebagai militer, merekapun tetap merupakan wanita yang juga dituntut siap tampil sebagai prajurit.

Mereka merupakan pribadi-pribadi yang terpanggil oleh negeri, untuk turut menyumbangkan potensi diri demi ibu pertiwi. Mereka merupakan pribadi-pribadi yang wanita secara kodrati, namun juga merupakan patrioti secara fungsi.

Para sahabat Ksatria, dalam berbagai lika-liku sejarah perjalanannya, para wanita Angkatan Darat selama ini dilarang untuk menggunakan hijab. Hal tersebut, tentu menjadi sedikit masalah bagi wanita AD. Sekalipun sebagai muslimah, tapi berdasarkan kebijakan dari pimpinan TNI, dalam berdinas mereka dituntut tampil tanpa hijab.

Mereka dilarang menggunakan hijab saat berdinas, tentu atas pertimbangan para pemimpin TNI, terhadap apa yang terbaik sesuai dengan kondisi negeri. Untuk itu, pimpinan TNI pun belum bisa mengijinkan bagi para prajurit wanitanya menggunakan hijab.

Namun, hal tersebut kemudian mulai berangsur berubah. Perubahan kondisi negeri, mulai membawa perubahan terhadap kebijakan dalam TNI. Hijab, yang dahulunya tidak boleh dikenakan oleh para prajurit wanita saat berdinas, secara berangsur pun berubah.

Untuk masa pertama, kebolehan para prajurit wanita menggunakan hijab, diberikan khusus hanya kepada para prajurit wanita yang berdinas di Aceh, namun kemudian, setelah beberapa waktu dengan melalui berbagai pertimbangan, seluruh prajurit wanita yang berdinas dimanapun, akhirnya diperbolehkan untuk menggunakan hijab dalam berdinasnya.

Baca juga :  Survival

Untuk wanita AD, secara khusus hal tersebut secara hukum telah dilegalkan  oleh Surat Edaran (SE) Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang ditanda tangani oleh Asisten Personel Kasad sebagai penanggung jawab pembinaan Personel TNI AD, pada tanggal 12 Agustus 2016.

Dengan demikian, kebijakan pimpinan AD bagi wanita muslimah yang berprofesi sebagai militer, kini wanita muslimah AD selain dituntut melaksanakan tugasnya sebagai militer, namun kini mereka juga sudah diperbolehkan menggunakan hijab sebagai pemenuhan atas perintah Tuhan mereka. Para wanita AD sudah diperbolehkan berdinas, tanpa ada rasa was-was, takut tidak diridhoi Tuhan mereka.

Kebijakan pimpinan TNI AD, telah membawa manfaat bagi prajurit khususnya bagi prajurit wanita yang muslim. Kini merekapun selain dapat tampil sebagai wanita yang anggun, sebagai seorang militer yang militan, juga sebagai seorang hamba yang taat. Tiga tugasnya sebagai seorang wanita, seorang militer dan seorang hamba Tuhan, dapat dilakukan secara sekaligus oleh mereka.

Demikian artikel yang bisa kami sajikan kepada para sahabat Ksatria Pelindung Rakyat, semoga bisa bermanfaat buat kita semua. (Ib/Cen).

Leave a Reply

*

Top