You are here
Home > Sisi Lain > Sastra > Pak Tua

Pak Tua

Pak Tua, digubukmu yang sederhana, engkau menyandarkan tubuhmu,
rebah di atas kerasnya ranjang bambu,
lalu-lalangnya keramaian kota, bisingnya kesejahteraan,
tak pernah engkau kunjungi surganya.

Pak tua,
berpuluh tahun kau hadir dengan keikhlasan perjuangan,
perjuangan hidup yang senantiasa engkau wariskan,
kepada kami yang saat ini asyik berhura-hura dan sibuk berhuru-hara,

Pak Tua,
aku melihat ketabahanmu larut bersama air mata,
usia senjamu telah banyak bercerita, tentang memori duka bangsa kita.
masa mudamu kau habiskan ditengah pertempuran,
pertempuran mengusir para bedebah pulang kesarang-sarangnya.

Pak Tua, tubuh rentamu datang bersamaan dengan usia negeri ini.
dengan ramahnya engkau menjamu mereka dengan do’a-do’a.
engkau mengajak mereka bercengkrama,
di gubuk tuamu yang nampak mulai tak bersahaja.

Pak Tua, maafkan generasi kami..
kami buta dengan balas budi dan lupa dengan jasa-jasa.
kami tiada mengetahuimu walau sekedar nama,
namun engkau faham betul dengan apa yang kami pijaki,
apa yang kami nikmati serta apa yang kami tinggali.

Baca juga :  Serdadu

Pak Tua, kini engkau terlihat lelap dan pulas,
meninggalkan tubuh rentamu yang sudah lelah tertidur dikursi.
senyummu semakin damai saja dikala itu, dipenghujung usiamu,
selamat jalan Pak Tua…

(Erick Prantama – Malang, 28 Februari 2014)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top