You are here
Home > Tulisan > Rohani > PAKU

PAKU

Ada seorang bapak sangat sabar tinggal hidup bersama dengan seorang anak laki-lakinya yang memiliki sifat pemarah luar biasa.

Suatu saat, untuk mengurangi kebiasaan marah anaknya, sang ayah memberikan sekantong paku dan sebuah palu besi kepada anaknya, selanjutnya sang ayah berpesan kepada anaknya untuk menancapkan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah.

Di hari pertama, anak itu telah menancapkan 48 buah paku ke pagar belakang rumah, ini berarti satu hari saja anak ini marah-marahnya sampai 48 kali..!!

Menyadari akan hal tersebut, kemudian secara bertahap jumlah paku yang tertancap di pagar pada setiap harinya semakin lama semakin berkurang dengan sendirinya.

Sang anak mendapati kenyaataan bahwa, ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada menancapkan sebuah paku ke pagar untuk setiap kali dia marah.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa mampu untuk dapat menahan amarahnya dan tidak dengan cepat kehilangan kesabarannya, sehingga hari itu tidak ada paku yang tertancap lagi di pagar.

Dan pada hari-hari selanjutnya telah mampu dilalui oleh sang anak tanpa ada penancapan paku di pagar.

Anak tersebut pun langsung memberitahukan hal ini kepada ayahnya, sehingga ayahnya pun mengusulkan kepada anaknya agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Baca juga :  Hidup Berjalan Dengan Tuhan Yesus Kristus

Hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut semuanya.

Lalu sang ayahpun mengajak anaknya tersebut untuk melihat ke pagar dan berkata : “Hhmmm.. kamu sudah berhasil dengan baik anakku..”

“Tapii.., coba kamu lihat lubang-lubang di pagar ini..??!”

“Pagar ini tidak akan pernah bisa sama lagi seperti sebelumnya, kata-katamu sudah meninggalkan bekas seperti lubang-lubang paku ini di hati orang lain.”

“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang anakku, lalu mencabut pisau itu.”

“Tapi ingat..!! Tidak peduli seberapa kali kamu minta maaf, bekas luka itu akan tetap ada dan tidak akan pernah bisa hilang..!!!

“Dan luka karena kata-kata dapat lebih buruk akibatnya dari pada luka fisik..!!

Mari kita sama-sama belajar untuk bisa memahami diri kita masing-masing agar tidak membuat luka pada diri orang lain..

Berhati-hatilah dengan amarahmu, karena setiap masalah yang timbul adalah sebagian besar akibat kemarahan. (rhz/prd).

Leave a Reply

*

Top