You are here
Home > Dari Media Lain > Pangdam: Bangun Papua perlu Kerjasama

Pangdam: Bangun Papua perlu Kerjasama

JAYAPURA (Cenderawasih Pos Jumat 21/02/14) – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua MM, menyampaikan dalam membangun Papua diperlukan keikhlasan dan fokus untuk kesejahteraan masyarakat Papua bukan untuk kepentingan tertentu yang dapat dipolitisir. Selain itu dalam membangun diperlukan keterpaduan dalam mewujudkan tujuan pembangunan agar lebih efektif dan efisien serta perlunya kerjasama, keterbukaan dan koordinasi yang baik. Hal ini disampaikan Pangdam saat memberikan ceramah tentang pendekatan TNI dalam mengatasi masalah keamanan di Papua kepada peserta Kongres I Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injil (FGM-GKI) di Tanah Papua di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Base G Jayapura, Kamis (20/2).

Dikatakan, TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih dalam mengatasi masalah keamanan di Papua Iebih mengedepankan soft power yang didukung hard power dengan pemahaman tidak menempatkan mereka yang beda paham sebagai musuh namun sebagai saudara kita serta mengajak mereka secara persuasif untuk turun menyerahkan senjatanya dan kembali bersama-sama membangun Papua, apabila mereka tetap bersenjata dan tetap mengganggu dan membunuh rakyat maka dalam kontek melindungi rakyat TNl akan menumpas mereka dalam koridor penegakan hukum. Pangdam menyebutkan, TNI dalam realisasinya menggunakan tiga pola pendekatan yang diimplementasikan dengan menghormati, menjunjung tinggi agama, budaya dan kesetaraan dalam setiap even. Masyarakat Papua menurutnya merupakan masyarakat yang agamais dan taat pada ajaran serta nilai-nilai Ketuhanan, ketulusan terhadap cinta kasih Tuhan dan pesan perdamaian.

Baca juga :  Ke Fiji, SBY Ingin Jelaskan Kondisi Papua

“TNI sangat menjunjung tinggi dan menghormati budaya lokal Papua dan melalui budaya ini dapat disampaikan pesan pesan perdamaian serta dapat menyelesaikan segala persoalan dengan damai karena peranan ketua adat masih disegani sebagai panutan. Masyarakat Papua mempunyai persamaan perlakuan sebagai warga Negara Indonesia baik dalam pendidikan, kesehatan maupun pekerjaan sehingga tidak ada perbedaan dalam kesempatan dan peluang bagi masyarakat Papua dengan warga Negara Indonesia lainnya,” ungkapnya.

Leave a Reply

*

Top