You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Pasukan berkualifikasi 3 Matra milik Kostrad

Pasukan berkualifikasi 3 Matra milik Kostrad

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) adalah pasukan berkualifikasi khusus milik Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Satuan ini berada di batalyon intelijen Kostrad dan dalam pengendaliannya langsung dibawah Panglima Kostrad.

Setiap personel Tontaipur memiliki kemampuan yang sangat tinggi, tidak tanggung-tangung setiap prajurit tontaipur memiliki kemampuan dari tiga matra sekaligus, yakni di darat, laut, dan udara. Untuk itu setiap pasukan tontaipur dibekali peralatan-peralatan serbu khusus. Sesuai kualifikasi yang dimilikinya, Tontaipur akan di terjunkan dalam misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran.

Setiap prajurit yang direkrut untuk menjadi anggota tontaipur haruslah mengikuti pendidikan dasar keprajuritan yang ditempuh selama 6 bulan, kemudian melewati tahap ke-dua yaitu pendidikan dasar kejuruan infanteri selama 4 bulan, dan melewati pendidikan dasar Kostrad selama 3 bulan lalu prajurit tersebut baru bisa mengikuti seleksi pasukan tontaipur yang sangat ketat.  Tahap pembentukan pasukan ini sendiri yaitu berlangsung selama 7 bulan.

Fase yang harus mereka lalui cukup berat, dan tidak semua prajurit bisa lolos menempuh fase selama 7 bulan terakhir, yaitu fase kualifikasi sebagai prajurit yang memiliki kemampuan peleton pengintai tempur. Hal itu karena, pasukan ini bukanlah pasukan biasa. Hanya mereka yang benar-benar mampu secara fisik, kesehatan, karakter, mental, dan keterampilan militer saja yang bisa mengikuti latihan ini. Latihan ini dapat diikuti oleh tingkatan golongan Perwira, Bintara, dan Tamtama.

Tahap latihan yang ditempuh oleh tontaipur meliputi 3 tahapan yaitu :

  1. Latihan teknik dasar tempur bagi Tontaipur dilakukan di medan latihan Kostrad di Gunung Sanggabuana, Jawa Barat. Di area seluas 160 hektar, termasuk materi latihan perang hutan gunung.
  2. Latihan ke dua adalah intelijen aspek laut, ditempuh oleh para prajurit Tontaipur di Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL. seperti tentang teknik tempur bawah air, yang juga diajarkan dengan menggunakan fasilitas Kopaska.
  3. Latihan tahap ketiga adalah latihan Sandi Yudha. Latihan ini biasanya dilaksanakan di Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Materi latihan itu adalah : Penyelidikan (Interogasi, Wawancara, KODO, Elisitasi, dan Matbar). Pengamanan (Pengamanan Personel, Pengamanan berita, Pengamanan Materiil, Pengamanan Instalasi, dan Pengamanan Kegiatan). Penggalangan, Administrasi Intelijen, Teknik Cover, Komunikasi Rahasia, dan Safe House.

Gagasan awal pembentukan TONTAIPUR KOSTRAD ini lebih banyak ditimba dari pengalaman di lapangan dan berbagai penugasan tempur, di situlah banyak ditemukan fakta bahwa satuan kecil lebih efektif dalam melaksanakan manuver di lapangan. Dengan pengalaman ini maka, timbulah sebuah gagasan dari Pangkostrad yang pada waktu itu di jabat oleh Letnan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahanan, untuk membentuk satu pasukan kecil yang dilatih khusus dengan keterampilan-keterampilan tempur serta persenjataan dan perlengkapan khusus guna melaksanakan operasi tempur dengan hasil yang optimal.

Baca juga :  Sejarah Akademi Militer

Pada setiap operasi, tontaipur bertugas mengumpulkan keterangan, dengan melakukan pengintaian, penyusupan ke daerah lawan, interograsi, wawancara, mencari keterangan di daerah operasi untuk kepentingan taktis tempur. Tidak hanya itu,  Tontaipur juga memiliki tugas pengamanan terhadap orang-orang penting, baik VIP maupun VVIP dari kegiatan lawan. Mereka juga bertugas melakukan pengamanan instalasi objek vital dari kegiatan lawan, serta pengamanan terhadap sarana dan material. Dalam tugas ini, mereka berada dalam posisi sebagai Peleton Intai Keamanan (Tontaikam).

Tontaipur memilki ciri khas yang sangat membedakan dengan prajurit Kostrad atau TNI AD pada umumnya, karena pasukan tontaipur menggunakan pakaian seragam hitam-hitam, dengan lambang perisai yang bermakna :

Bentuk dasar Perisai. Melambangkan bahwa Tontaipur merupakan pelindung Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala bentuk ancaman baik yang datang dari Dalam maupun Luar Negeri yang dapat mengganggu stabilitas Nasional.

Warna Dasar Hijau. Mengandung arti bahwa Ton Taipur merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat.

Bendera Merah Putih Melintang. Mengandung arti bahwa dalam dada Prajurit Taipur selalu tertanam jiwa Merah Putih dan senantiasa siap mempertahankan kedaulatan negara.

Pisau. Melambangkan keberanian prajurit Taipur yang tidak gentar dalam menghadapi berbagai uji dan coba.

Anak Panah Melintang. Mengandung arti kecepatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Tulisan Cepat Tepat Tuntas. Mengandung arti bahwa Ton Taipur Cepat dalam bertindak, Tepat pada sasaran dan Tuntas dalam melaksanakan berbagai tugas .

Baju Hitam Tempur. Baju hitam Taipur dikenakanpada saat even-even khusus, baik yang sifatnya protokoler ataupun penugasan yang sifatnya rahasia, pertempuran jarak dekat ataupun aksi khusus.

Lambang Merah Putih Pada Lengan Kanan Baju PDL. Mengandung arti bahwa semangat pengabdian untuk menegakkan dan mempertahankan kedaulatan bangsa, siap sedia dalam mempertahankan setiapjengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top