You are here
Home > Pengetahuan > Militer > Pasukan Tempur Berkuda TNI AD

Pasukan Tempur Berkuda TNI AD

Salam sahabat Ksatria, kali ini kita akan mengulas tentang pasukan Baret Hitam di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, yaitu Korps Kavaleri TNI AD. Kavaleri berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Perancis chevalier yang berarti “kuda”, pada awalnya istilah kavaleri mengacu kepada pasukan khusus berkuda, namun dalam perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan kavaleri bertempur dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Pasukan kavaleri berperan sebagai satuan yang mampu bergerak cepat dan mobile sekaligus berfungsi sebagai penyerang pendadakan atau pendobrak yang akan membuka jalan bagi pasukan infanteri.

Akan tetapi, di zaman yang sudah sangat modern seperti saat ini, dengan alat pertempuran kendaraan lapis baja seperti Tank dan Panzer yang dimiliki kavaleri Indonesia, masih ada  detasemen kavaleri yang mengandalkan  pasukan berkuda untuk melaksanakan tugas, yaitu Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud).

Denkavkud adalah Satuan dibawah Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklat TNI AD, yang memilki tugas pokok yaitu melakukan operasi khususnya patroli pengamanan yang tidak dapat di jangkau karena tidak memiliki jalan. Namun saat ini Denkavkud memiliki tugas pokok lainnya yaitu, menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan kuda militer dan personel, menyiapkan Satuan Kavaleri Berkuda untuk Kodam – Kodam, menyelenggarakan Peternakan Kuda serta menyelenggarakan tugas – tugas protokoler dan pengembangan olah raga Berkuda Nasional.

Denkavkud TNI AD ini sendiri berlokasi di Parongpong,Bandung Barat,Jawa-Barat dengan luas 1000 hektare. Denkavkud ini merupakan Detasemen pasukan berkuda satu-satunya yang ada di indonesia. Di satuan ini semua Kuda-kuda dilatih secara militer untuk perang, dan harus memilki kriteria-kriteria seperti memiliki tinggi diatas 160 cm serta nafas dan aliran darahnya harus bagus.

Pasukan berkuda ini pernah melaksanakan berbagai tugas kemiliteran, seperti operasi penumpasan pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, operasi penumpasan G30S/PKI di Jawa Barat, Magelang dan Jakarta. Pasukan berkuda ini juga pernah menangani tugas pengamanan Dekrit Presiden dan pengamanan Istana negara tahun 1959, tugas pengamanan kunjungan Presiden AS, Richard Nixon di Jakarta dan operasi Timor-Timur.

Baca juga :  SS2-V7 Subsonic Senapan Khusus Tanpa Suara dalam Operasi Rahasia

Sejarah terbentuknya satuan kavaleri berkuda ini pada pada awalnya adanya kuda-kuda hasil rampasan selama perang kemerdekaan akhir Desember 1949 dan awal 1950. Pada saat itu, 20 ekor kuda diserahkan oleh bekas pasukan Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger (KNIL) kepada Satuan Kavaleri Tentara Nasional Indonesia yang ahli merawat serta mendidik kuda. dengan modal 20 ekor kuda ini, Komandan Pusat Kavaleri Letkol Kav K.G.P.H. Soerjo Soejarso mengusulkan kepada KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) sebagai langkah pertama untuk membentuk 1 Eskadron Kavaleri Berkuda yang didalamnya termasuk Remonte Kuda, disamping Pasukan Kavaleri Mekanis yang telah ada sebagai bagian dari kesenjataan Kavaleri Angkatan Darat. Selanjutnya pimpinan Angkatan Darat pada saat itu mengeluarkan instruksi KSAD No. 18 / KSAD / Instr / 1953 tanggal 18 Maret 1953 tentang satuan ESKADRON KAVALERI BERKUDA.

Sampai saat ini, Denkavkud memliki ratusan ekor kuda dari keturunan thorough bred, warmblood dan anglo Arab yang  dipelihara dan dikembangbiakan dengan baik serta menjalani latihan-latihan sebagai kuda militer yang tangguh di Parongpong, Lembang, Jawa Barat.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top