You are here
Home > Tulisan > Umum > Pemimpin Muda

Pemimpin Muda

Pada zaman yang sudah semakin berkembang dengan pesat belakangan ini, kita sudah seharusnya memikirkan dan mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru yang berasal dari golongan muda. Hampir disemua instansi program seperti ini tengah dilakukan. Di setiap pengarahan-pengarahan seperti sosialisasi, penyuluhan maupun lain-lainnya sangat sering disebutkan, anak-anak muda ini akan mempercepat proses pematangannya untuk menjadi pemimpin.

Kurikulum untuk anak bangsa sudah disiapkan. Kelas-kelas dibuat berjenjang, bahkan para calon direkturpun dipersiapkan sedemikian rupa untuk menguatkan kepemimpinannya, baik dengan pemahaman sistem yang mendalam, talk show para pemimpin sukses, maupun kunjungan ke proyek-proyek yang berhasil. Pertanyaannya, apakah cara-cara seperti ini akan menghasilkan percepatan yang signifikan?.

Zaman sekarang, produk-produk baru, baik online maupun offline bermunculan tanpa bisa dikendalikan iramanya, teknologi pun demikian. Tantangan jadi pemimpin bukanlah sekedar menangani manajemen sistem internal dan manajemen sumber daya manusia secara konvensional lagi. Setiap pemimpin juga harus mampu mengikuti irama perubahan global dan memanfaatkan teknologi yang pas. Bila tidak, penilaian dan pengambilan keputusan yang berpengaruh pada kemajuan lembaganya akan tersendat dan tidak mengalami perubahan yang lebih maju dan menguntungkan. Seorang pemimpin pada masa sekarang dituntut untuk menggerakkan organisasinya untuk mendaki kesuksesan dengan kinerja extra dan waktu yang tepat dalam mengambil keputusan.

Sudah tidak zamannya lagi, dalam organisasi, individu dopromosikan hanya karena mengerjakan tugas dengan baik. Perilaku ini belumlah mencerminkan kapasitas pemimpin. Saat ini, seorang pemimpin dituntut untuk bergerak terdepan dan selalu memikirkan perubahan yang perlu dilakukan. Pemimpin baru harus mempu menyerap tren yang berlaku dan cepat mengadaptasikan organisasi dengan situasi yang diperkirakan akan terjadi.

Pemimpin muda harus mempunyai kemampuan riset yang ekstra. Mungkinkah kita mengadaptasi cara-cara lama untuk menjadi pemimpin baru? Apa yang sebetulnya menjadi agenda penting seorang pemimpin di era sekarang?.

Buang “Long Game” strategy

Bila kita lihat kebelang pada zaman era lama, ketika semua bergabung dalam perusahaan akan dituntut harus memiliki nilai yang baik, tujuan, penampilan dan idealisme atau pemikiran yang memang perlu disebarkan. Selain itu, paket remunerasi menarik dijadikan magnet bagi para talenta muda. Zaman ini sudah berlalu, semua orang sudah tahu bahwa golongan anak muda sangatlah berbeda. Dasar motivasinya berbeda, demikian juga cara berkomunikasi dan cara mereka berbuat keputusan.

Baca juga :  Pentingnya Cek Denyut Nadi Setelah Melakukan Kegiatan Lari

Sebuah studi mengatakan bahwa dalam 3 tahun terakhir ini, 25 persen dari para CEO kelas dunia mengumumkan perubahan sense of purpose di perusahaannya, dengan tujuan mempengaruhi memperluas impactnya (dampak) ke masyarakat. Ini hanya bisa dilakukan kalau seorang pemimpin pandai menerjemahkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaannya dan bagaimana melakukannya, dalam bahasa dinamisnya para anak muda yang akan menjadi calon penerus kepemimpinan suatu bangsa.

Langkah Kesuksesan Pemimpin Muda

Bentuk kesuksesan para anak muda sudah beda, bahkan bukan hanya mendapatkan beasiswa dari instansinya untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Mereka sudah melihat contoh orang sukses dari cara belajar yang berbeda. Mungkinkah kita menjadi pemimpin muda yang tidak mengharapkan perubahan? Pemimpin baru adalah pemimpin yang merangkul chaos dan merasa nyaman dengan kegaduhan krisis. Strategi adalah terget untuk terus bergerak “Strategy is a constantly moving target.”

Hal yang perlu dilakukan oleh para pemimpin muda sekarang adalah mendengar, menyerap dan mengobservasi bagaimana anggota tim atau orang disekitar kita dapat mempersepsi situasi sekitar. Ada orang yang melihat dari kacamata ketidakpastian, ada yang melihat situasi sebagai kesempatan, ada pula fokus pada resikonya, sementara yang lain melihat keberuntungannya. Cara mencari data, memilah, dan membaca persepsi orang sekitar inilah yang perlu menjadi panduan dalam mengendalikan organisasi.

Disini diperlukan mental dan pandangan yang tajam, yang justru akan menjadi kekuatan anak-anak muda sekarang. Ia perlu melipatgandakan keproaktifannya, bahkan perlu memperkuat tindakan majunya. Seorang pemimpin juga perlu memperhitungkan berbagai cara untuk membangun kepercayaan, khususnya pada situasi-situasi sekarang yang cenderung minim interaksi personal.

Disinilah seorang pemimpin perlu percaya bahwa pengembangan smiles dan sunshine bisa membawa keuntungan. Penguasaan kemampuan ini akan menciptakan organisasi yang inovatif, sigap menghadapi perubahan dan pada akhirnya menjadi organisasi terunggul. Tempat setiap orang merealisasikan potensi maksimalnya, dan bergerak selaras dengan arah organisasi.

Leave a Reply

*

Top