You are here
Home > Press Release > Pendekatan TNI Dalam Mengatasi Masalah Keamanan Di Papua

Pendekatan TNI Dalam Mengatasi Masalah Keamanan Di Papua

Pendam (20/02) – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Drs. Christian Zebua M.M memberikan ceramah tentang pendekatan TNI dalam mengatasi masalah keamanan di Papua kepada peserta Kongres I Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injil (FGM-GKI) di Tanah Papua pada Kamis 20 Februari 2014 bertempat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Base G Jayapura.

Dalam ceramahnya Pangdam menyampaikan dalam membangun Papua diperlukan keikhlasan dan fokus untuk kesejahteraan masyarakat Papua bukan untuk kepentingan tertentu yang dapat dipolitisir. Selain itu dalam membangun diperlukan keterpaduan dalam mewujudkan tujuan pembangunan agar lebih efektif dan efisien serta perlunya kerjasama, keterbukaan dan koordinasi yang baik.

TNI dalam hal ini Kodam XVII/cenderawasih dalam mengatasi masalah keamanan di Papua lebih mengedepankan Soft Power yang didukung Hard Power dengan pemahaman tidak menempatkan mereka yang beda paham sebagai musuh namun sebagai saudara kita serta mengajak mereka secara persuasif untuk turun menyerahkan senjatanya dan kembali bersama-sama membangun Papua, apabila mereka tetap bersenjata dan tetap mengganggu dan membunuh rakyat maka dalam kontek melindungi rakyat TNI akan menumpas mereka dalam koridor penegakan hukum.

TNI dalam realisasinya menggunakan Tiga (3) pola pendekatan yang diimplementasikan dengan menghormati, menjunjung tinggi Agama, Budaya dan Kesetaraan dalam setiap even. Masyarakat Papua merupakan masyarakat yang Agamis dan taat pada ajaran serta nilai-nilai Ketuhanan, ketulusan terhadap cinta kasih Tuhan dan pesan perdamaian. Tidak ada satu Agamapun yang menganjurkan permusuhan dengan sesamanya, untuk itu predikat “ Tanah Papua Tanah Damai Yang Diberkati Tuhan “ merupakan stigma masyarakat Papua yang penuh nilai Ketuhanan, toleransi Agama sangat menonjol, saling kasih serta sangat berpengaruhnya Tokoh Agama sebagai panutan dan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Budaya masyarakat Papua memiliki nilai luhur, asli dan unik penuh peradapan serta kedamaian masih lestari. TNI sangat menjunjung tinggi dan menghormati budaya lokal Papua dan melalui budaya ini dapat disampaikan pesan-pesan perdamaian serta dapat menyelesaikan segala persoalan dengan damai karena peranan Ketua Adat masih disegani sebagai panutan. Masyarakat Papua mempunyai persamaan perlakuan sebagai warga Negara Indonesia baik dalam pendidikan, kesehatan maupun pekerjaan sehingga tidak ada perbedaan dalam kesempatan dan peluang bagi masyarakat Papua dengan warga Negara Indonesia lainnya.

Baca juga :  Danrem 174/ATW Beri Kuliah Umum Di Stit Tentang Wawasan Kebangsaan

Mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam membangun masyarakat Papua yang sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai koridor bidang masing-masing serta jangan mudah terprovokasi karena adanya kepentingan sesaat dan berperanlah sebagai penggembala dalam penggembalaan umat sesuai firman Tuhan        “ Datanglah Ya Raja Damai “ dalam mewujudkan Tanah Papua yang damai dan diberkati Tuhan serta senantiasa memohon pada Tuhan agar Papua selau diberi kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan. (LS)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top