You are here
Home > Tulisan > Umum > Pendidikan Kami Tak Kalah Bergengsi dari Sarjana !!!

Pendidikan Kami Tak Kalah Bergengsi dari Sarjana !!!

Ada dua hal setidaknya yang dituju saat kita menempuh suatu jenjang pendidikan formal, pertama yakni ilmu dan yang kedua yakni ijazah. Ilmu, diperlukan sebagai pedoman atau bekal wawasan untuk meraih tujuan yang ingin kita capai, sedangkan ijazah lebih cenderung sebagai legalitas bahwa kita telah menempuh suatu jenjang pendidikan. Demikianlah tujuan kita menempuh jenjang pendidikan, walaupun pada praktiknya banyak juga kita saksikan di antara para pelajar yang hanya mengejar ijazah saja dalam pendidikan yang ditempuhnya. Mereka hanya mencari selembar kertas sebagai legalitas agar  pasca pendidikan yang ditempuhnya dapat melamar kerja pada suatu instansi yang diinginkannya.

Demikianlah, apapun itu yang dituju dari setiap pendidikan yang ditempuh oleh setiap pelajar, pada akhirnya merekapun yang lulus dapat menyandang gelar sebagai seorang berpendidikan. Misalnya sarjana, banyak orang merasa gagah dengan menyandangkan titel sarjananya setelah koma di akhir namanya. ST. El, S.Pdi, S. Ag, dan lain sebagainya. Hal ini, terlebih lagi bagi mereka yang lebih dari itu, yang menyandang gelar S2, Doktor hingga Insinyur. Mereka semakin percaya diri dengan melekatkan gelar Drs, Ir, M. Pd, dan seterusnya di awal atau akhir namanya.

Sahabat, demikianlah pengaruh gelar pendidikan terhadap rasa kercayaan diri. Mereka akan semakin merasa lebih terpandang dan memang banyak dipandang. Tidak jarang di antara mereka yang merendahkan orang-orang yang gelar pendidikannya lebih rendah dari mereka, ataupun tidak jarang juga di antara penyedia lapangan kerja yang hanya memandang mereka dalam merekrut karyawannya. Nasib orang-orang yang pendidikannya lebih rendah dari mereka terkadang dipandang sebelah mata walaupun pada kenyataannya belum tentu mereka lebih berilmu dan lebih berkualitas dari mereka yang gelar pendidikannya lebih rendah.

TNI, dari segi pendidikan secara kuantitas banyak di antara para prajuritnya yang hanya sekedar setingkat lulusan SMA, atau bahkan banyak juga yang hanya sekedar setingkat lulusan SMP. Hal ini terlebih lagi untuk para prajurit yang senior dalam masa kedinasan, yang mana dulu saat masa-masa perang prajurit sangat dibutuhkan. Dengannya, tidak sedikit di antara mereka yang hanya sekedar lulusan SD pun yang menjadi prajurit.

Namun demikian, walaupun gelar pendidikan mereka hanya sekedar SMA, SMP atau bahkan SD, bagi kami mereka tidaklah kalah bergengsi dari gelar sarjana atau yang di atasnya. Mereka memang tidak menempuh spes-spes ilmu di perguruan tinggi yang dengannya mereka menjadi sarjana, magister, Drs atau bahkan insinyur, tapi perlu diketahui bahwa mereka juga telah menempuh spes-spes ilmu yang belum tentu mampu ditempuh oleh para sarjana atau yang di atasnya.

Baca juga :  Waspadai 4 bahan berbahaya pada makanan
latihan menghadapi keadaan dimana sebagai prajurit harus tetap bergerak walaupun dibawah lintasan peluru musuh
latihan menghadapi keadaan dimana sebagai prajurit harus tetap bergerak walaupun dibawah lintasan peluru musuh

Mereka sejak usia dini, di saat-saat remaja lain menikmati masa keremajaannya harus sudah mempersembahkan jiwanya untuk dididik seara militer. Mulai dari pendidikan dasar, pendidikan kecabangan (spesialisasi), hingga pendidikan-pendidikan khusus pun harus mereka lalui. Tak hanya kepintaran pikiran, namun fisik hingga mentalpun mereka dididik. Raga mereka dilatih, jiwa mereka ditempa. Tak banyak kompromi, dalam setiap pendidikan yang mereka tempuh mereka dituntut mampu dan bisa. Dalam setiap pendidikan militer mereka diwajibkan berprinsip “Tidak Ada yang Tidak Bisa, Setiap Prajurit Harus Bisa Dalam Mengemban Tugas”. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, mereka harus menerima segala bentuk pendidikan apapun yang diberikan dalam dunia militer.

Demikianlah sahabat, bagi kami pendidikan yang mereka tempuh tidaklah kalah gengsinya dari pendidikan kesarjanaan, kemagisteran ataupun yang lebih atas darinya. Bagi kami, pendidikan mereka juga tinggi, yang dengannya tidaklah boleh dipandang sebelah mata. Hal itu, terlebih dalam pendidikan yang harus mereka lalui dalam mempelajari setiap kondisi dan strategi untuk menang dalam setiap menjalani tugas yang mereka lalui di medan operasi.

Sekali lagi, bagi kami pendidikan mereka tidaklah kalah bergengsi dari sarjana. Sebagai pesan, gelar pendidikan bukanlah hal yang patut untuk kita sombongkan. Orang yang gelar pendidikannya lebih rendah dari kita, belum tentu rendah dalam kualitas ilmu yang dimiliknya. Mungkin saja mereka lebih mampu dari kita, untuk itu sudah sepatutnya kita merendahkan hati dalam masalah ini, tidak boleh ada kesombongan.

Demikianlah sahabat apa yang dapat kami sajikan, semoga bermanfaat dan salam Ksatria !!! (Ib/Cen)

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top