You are here
Home > Tulisan > Rohani > PENGARUH IBADAH TERHADAP PRILAKU MANUSIA

PENGARUH IBADAH TERHADAP PRILAKU MANUSIA

Artinya. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Azariyat:56)
Artinya. “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Azariyat:56)

Kaum Muslimin yang di rahmati Allah SWT di mana pun berada,

Firman Allah SWT diatas mempunyai makna bahwa Ibadah merupakan bekal utama untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Namun demikian tidak semua manusia patuh terhadap petunjuk Allah SWT untuk melaksanakan ibadah, sehingga ada manusia yang tingkah lakunya tidak baik dan merugikan orang lain. Dalam ajaran Islam Ibadah mempunyai dua makna antara lain: Ibadah Mahdhoh yaitu ibadah yang bersifat ritual atau berhubungan langsung secara Vertikal tegak lurus antara manusia kepada Allah SWT melalui tata cara yang diatur dalam syariat Islam seperti sholat, puasa, haji dll. Kedua, Ibadah Ghairu Mahdhoh yaitu ibadah dalam bentuk perbuatan baik yang dilakukan oleh antara sesama manusia, berkaitan dengan tugas sebagai kholifah dimuka bumi seperti menebarkan kasih sayang, perdamaian, membantu sesama, memberikan nafkah kepada keluarga maupun orang yang membutuhkannya dan diniatkan semata-mata karena Allah SWT. Ibadah mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh keduanya merupakan perintah Allah SWT.

Manusia tidak sekedar ibadah mahdhoh saja tetapi juga ghoiru mahdhoh. Pengaruh ibadah terhadap prilaku manusia salah satunya dapat membentuk perilaku positif. Ibadah mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh apabila kita mengerti maknanya sesuai dengan tuntutan yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari akan mempengaruhi prilaku manusia kearah yang positif dan bermanfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat bahkan bagi seluruh alam semesta, karena sesungguhnya dalam ibadah terdapat petunjuk dan bimbingan yang mengandung nilai-nilai luhur dari Allah SWT.

Pengaruh Ibadah mahdoh terhadap prilaku manusia antara lain.

  1. Sholat : Sholat merupakan penghulu ibadah di dalamnya ada pernyatan manusia akan kemaha Besaran Allah SWT dengan segala sifatNya dan ada Ikrar yang diucapkan langsung oleh manusia dihadapan Allah SWT tentang kepasrahan yang total hanya kepada Allah SWT Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillahi robbil ‘alamiin“ artinya: “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah SWT Sehingga dengan sholat dapat membentuk pribadi yang kokoh, ikhlas, optimis, jujur, bisa dipercaya, tangguh dan amanah, serta dapat membentuk sikap tawadhu, rendah hati dan tidak sombong.
  2. Puasa: Puasa sebagai ibadah tertua merupakan ibadah sirri (rahasia) yang orang lain tidak tahu kecuali Allah SWT dan orang yang mengerjakan puasa sendiri. Ibadah puasa disamping harus diniati yang ikhlas, kejernihan rohani, juga dilaksanakan dengan beberapa persyaratan yang terkait dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan fisik, seperti tidak makan dan minum dalam waktu sehingga ada pengaruhnya terhadap perilaku manusia diantaranya: dapat membentuk perilaku yang mampu mengendalikan diri, membentuk perilaku peduli terhadap fakir miskin.
  3. Haji: Haji merupakan titik kulminasi dan ibadah badaniyah (fisik) yang pelaksanaanya memerlukan kemampuan fisik, juga merupakan ibadah Qalbiyah karena yang diutamakan adalah memperbanyak doa dan dzikir, serta ibadah maaliyah karena ibadah haji memerlukan persyaratan kemampuan harta benda agar bisa sampai ke tanah suci. Dan Ibadah haji ini mempunyai beberapa pengaruh terhadap prilaku manusia.
Baca juga :  Syukuri Nikmat Tuhan YME

Kaum Muslimin yang di rahmati Allah SWT di mana pun berada,
Ibadah Mahdhoh yang mempunyai pengertian hubungan vertikal antar hamba dengan sang khalik namun dapat membawa dampak positif terhadap sesama, sedangkan ibadah ghoiru mahdhoh mempunyai pengertian yang lebih luas yaitu meliputi hampir seluruh aktifitas positif manusia dalam sehari-hari, namun demikian dapat disederhanakan pengertianya yaitu segala aktifitas positif yang disertai dengan niat semata-mata mencari ridho Allah SWT. Ibadah ghoiru mahdhoh merupakan implementasi dari ibadah mahdhoh sebagai perwujudan dalam menjalankan tugas sebagai kholifah mewakili Allah SWT yang maha Agung untuk melastarikan alam semesta, menebarkan kedamaian serta menyampaikan kebenaran agar manusia hidup selamat di dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin yang di rahmati Allah SWT di mana pun berada,
Apabila kita memahami makna yang terkandung dalam ibadah yang sifatnya mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh, apabila kita menyadari tujuan dari ibadah yang kita lakukan itu karena semata-mata ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT bukan karena ingin mendapat pujian dari orang lain, maka semua itu bisa kita jadikan, untuk menangkal perbuatan yang mungkar. Sebagaimana dengan Firman Allah SWT :

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling” (Al Baqarah : 83).
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling” (Al Baqarah : 83).

Firman Allah SWT   diatas  menjelaskan tentang  ibadah mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh yang mengandung  makna  bahwa kita harus peka dengan situasi dan kondisi yang ada di lingkungan kita  serta menegakan segala yang menjadi kewajiban kita baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia sesuai dengan petunjuk yang terkandung dalam Al-qur’an maupun Hadist Rasulullah SAW. (Oleh : Bintaldam XVII/Cend).

Leave a Reply

*

Top