PPM (Peraturan Penghormatan Militer)

Wednesday, January 22nd, 2014 @ 10:36AM

Disiplin merupakan suatu hal yang mutlak dalam kehidupan militer karena seorang anggota militer tanpa disiplin yang kuat akan berakibat fatal, diantaranya dapat merusak sendi-sendi kehidupan militer yang pada saatnya akan membahayakan diri, kesatuan dan Negara. Oleh karena itu perlu adanya peraturan-peraturan yang mengatur dan mengikat serta tata cara  penanaman disiplin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan militer guna membentuk jiwa keprajuritan yang kokoh sekaligus mencerminkan profil prajurit sebagai prajurit Sapta Marga.

Untuk membentuk sikap dan prilaku seorang prajurit militer, agar prajurit memiliki etika dalam menjalankan tugas sehari-hari maka perlu adanya penanaman sikap pada diri prajurit agar tetap dapat menjalankan tugasnya dengan baik sesuai ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku di lingkungan kehidupan militer. Dalam hal ini kita akan membahas peraturan penghormatan militer yang sering kita sebut dengan PPM.

Peraturan Penghormatan Militer (PPM) adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang terhadap orang lain atas dasar tata susila yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, dengan tujuan untuk melahirkan disiplin/tata tertib, ketaatan dan keteraturan dikalangan militer, maka setiap anggota militer harus dan wajib menyampaikan penghormatan kepada semua atasan juga kepada semua yang berhak menerimanya dan mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar hanya dapat dicapai antara lain dengan adanya pernyataan saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan dengan tertib, sempurna dan penuh keiklasan.

Ketentuan Umum dalam Penghormatan Militer antara lain :

a. Penghormatan oleh anggota Militer/Angkatan bersenjata yaitu :    Penghormatan senantiasa dilakukan  dengan pandangan tetap tertuju kepada pihak  yang diberi hormat dan penerima penghormatan senantiasa membalas penghormatan tersebut, kecuali apabila keadaan tidak memungkinkan membalas penghormatan.

b. Anggota Militer/Angkatan Bersenjata yang berpakaian Seragam yaitu :

  1. Harus menyampaikan penghormatan kepada atasan yang berpakaian seragam atau berpakaian preman.  Apabila pihak bawahan mengenalinya baik mereka itu termasuk Angkatannnya maupun dari Angkatan lainnya, juga terhadap Anggota Militer/Angkatan bersenjata ada hubungannya Diplomatik dengan RI.
  2. Anggota Militer/Angkatan Bersenjata  yang berpakaian seragam di dalam tugas menjaga/mengatur   lalu  lintas umum,  apabila  keadaan  tidak memungkinkan tidak diharuskan menyampaikan Penghormatan kepada atasan yang lewat.

c. Anggota Militer/Angkatan bersenjata yang berpakaian Preman :   Kepada semua anggota Militer/Angkatan Bersenjata yang berpakaian preman wajib menyampaikan penghormatan kepada pihak atasan, apabila bawahan mengenal atasan itu, maka berlaku tata cara yang disesuaikan dengan adat kebiasaan masing-masing.

d. Anggota Militer/Angkatan bersenjata yang mengiringi atasan.

  1. Bagi anggota Militer/Angkatan bersenjata yang mengiringi atasannya secara resmi, tidak melakukan penghormatan apabila atasannya menerima / menyampaikan penghormatan.
  2. Bagi Anggota Militer/Angkatan bersenjata yang mengiringi atasannya secara tidak resmi menyampaikan/membalas penghormatan kecuali apabila penghormatan itu tidak berlaku baginya.

 

Penghormatan Militer/Angkatan Bersenjata terdiri atas dua macam yaitu Militer biasa dan penghormatan Militer kebesaran yang meliputi :

a. Penghormatan Militer kebesaran disampaikan kepada :

  1. Jenazah dalam upacara militer
  2. Bendera kebangsaan Sang Merah Putih dalam upacara resmi
  3. Presiden dan wakil presiden
  4. Lagu Indonesia Raya dalam upacara resmi
  5. Lambang satuan (Panji-Panji TNI dan Panji-Panji Angkatan dan Pataka)
  6. Panglima Angkatan Bersenjata
  7. Kepala Staf Angkatan

b. Penghormatan Militer biasa disampaikan pada semua  atasan  atau semua pangkat (Untuk mewujudkan Ikatan Jiwa Korsa).

 

Pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan tentang Tata Cara Penghormatan Militer Perorangan :

a. Tanpa Senjata yaitu dengan :

  1. Bertutup Kepala
  • Dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat kearah pelipis kanan siku-siku lima belas derajat serong ke depan kelima jari lurus dan rapat satu sama lain, telapak kanan serong ke bawah dan ke kiri, ujung jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis kanan.
  • Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
  • Jika tutup kepala mempunyai Klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
  • Jika selesai menghormat, maka lengan dikembalikan secara cepat kesikap sempurna lagi.

2. Tidak Bertutup Kepala

  • Dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat kearah pelipis kanan siku-siku lima belas derajat  serong kedepan kelima jari-jari tangan rapat satu sama lain, telapak tangan serong kebawah dan kekiri, ujung jari tengah dan telunjuk mengenai pelipis kanan.
  • Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tetap tertuju kepada yang diberi hormat.
  • Jika selesai menghormat maka lengan kanan dikembalikan secara cepat kesikap sempurna lagi.

b. Seorangan anggota Militer/TNI di dalam keadaan berjalan memberi penghormatan sebagai berikut :

  1. Bertutup Kepala.
  • Apabila pihak bawahan berjumpa dengan pihak atasan maka pihak bawahan sesudah menyingkir sedikit (memberi jalan kepada atasan tadi bila dipandang perlu), menyampaikan penghormatan dengan tangan  kanan serong kebawah dan kekiri, ujung jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis kanan, serta memalingkan kepala maksimal 45 derajat kearah yang diberi hormat.
  • Langkah tetap dan lengan kiri tidak melenggang tetapi merapat dibadan seperti dalam keadaan sikap sempurna.
  • Penghormatan  dilakukan pada saat bawahan melihat atasan dalam jarak yang memungkinkan dan selesai bila pihak atasan membalas atau melewatinya.
  • Di waktu pihak bawahan hendak mendahului/melewati atasan maka penghormatan dilakukan pada saat akan melewatinya dan selesai sesudah melewati lebih kurang 2 langkah.
  • Terhadap atasan langsung dimulai dari Komandan Batalyon/ Komandan kompi berdiri sendiri/Pejabat yang sederajat, penghormatan dilaksanakan seperti penghormatan biasa (tidak perlu berhenti).

2. Tidak Bertutup Kepala

  • Anggota Militer/TNI didalam keadaan berjalan maupun berhenti dan bertutup kepala/tanpa tutup kepala oleh karena sesuatu hal dimana ia sedang memegang/membawa barang / benda yang tidak dapat dipindahkan lebih dahulu ketangan kirinya atau melepasnya, maka dalam keadaan berhenti/berjalan ia mengambil sikap sempurna memalingkan/menganggukkan kepala.
  • Terhadap atasan yang berjalan lalulanlang atau mondar-mandir hanya disampaikan satu kali penghormatan.
  • Untuk Anggota TNI yang berpakaian dinas baik memakai tutup kepala maupun tidak, pelaksanaan penghormatan sama seperti memakai tutup kepala sesuai PPM sedangkan apabila berpakaian sipil/preman maka penyampaian / membalas penghormatan/ membalas penghormatan hanya dengan mengambil sikap sempurna tanpa menganggukkan kepala dan tanpa mengangkat tangan.
  • Setiap  atasan  yang  menerima  penghormatan  dari bawahan baik didalam maupun diluar ruangan dimana atasan tersebut dalam keadaan duduk dan berpakaian dinas maupun preman maka didalam membalas penghormatan cukup dengan menegakkan badan saja atau tetap duduk siap.
  • Bagi anggota TNI dalam mobil yang berpakaian dinas wajib menyampaikan/membalas penghormatan yang dilaksanakan oleh yang tertua dengan cara mengangkat tangan kearah pelipis kanan apabila keadaan memungkinkan (tidak membahayakan) dan apabila keadaan tidak memungkinkan pelaksanaan penghormatan cukup dengan cara menegakkan badan saja, sedangkan apabila berpakaian sipil / preman penghormatan dilaksanakan dengan cara menegakkan badan pula.

c. Seorang anggota Militer/TNI dalam keadaan berhenti menyampaikan penghormatan biasa sebagai berikut :

  1. Bersenjata senapan disebelah kiri
  • Terhadap Perwira
  •     (1) Mengambil Sikap Sempurna
  •     (2) Melakukan “HORMAT SENJATA”.
  • Terhadap Bintara Ke bawah
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan/menganggukkan kepala kearah yang diberikan hormat.

2.  Bersenjata dipundak kiri/kanan

  • Terhadap Perwira
  •     (1) Tetap dalam keadaan sikap sempurna.
  •     (2) Melakukan tegak senjata kemudian “ HORMAT SENJATA” dan memalingkan    kepala kearah yang diberi hormat
  • Terhadap Bintara Kebawah
  •     (1) Tetap dalam keadaan sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan kepala kearah yang diberi hormat

3.  Bersenjata Senapan Dipunggung

  • Terhadap Perwira
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Melaksanakan penghormatan biasa dengan tangan kanan diangkat kearah pelipis seperti tangan kanan diangkat kearah pelipis kanan (seperti penghormatan tak bersenjata).

4.  Bersenjata Senapan disandang

  • Terhadap Perwira
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan  kepala  kearah  yang  diberi  hormat  apabila tidak memungkinkan untuk melaksanakan hormat senjata.
  • Terhadap Bintara Kebawah
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan/menganggukkan kepala kearah yang diberi hormat.

5.  Bersenjata Senapan didepan dada

  • Terhadap Perwira
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan/menganggukkan  kepala  kearah yang diberi hormat.
  • Terhadap Bintara Kebawah
  •     (1) Mengambil sikap sempurna
  •     (2) Memalingkan/menganggukkan kepala kearah yang diberi hormat.

d. Penghormatan Pasukan Bersenjata atau tidak Bersenjata

  1. Penghormatan Rombongan/Pasukan yang tidak bersenjata di dalam keadaan    berhenti dilakukan sebagai berikut :
  • Rombongan/pasukan di siapkan terlebih dahulu dan menyampaikan aba-aba “ HORMAT = GERAK “ kepada semua atasan langsung atau mereka yang berhak menerima penghormatan kebesaran.
  • Masing-masing menyampaikan penghormatan perorangan secara terpimpin tanpa memalingkan kepala kearah yang diberi hormat.
  • Setelah dibalas, penghormatan selesai dengan terpimpin juga.
  • Sedangkan bagi atasan lainnya penghormatan hanya diberikan oleh Komandan pasukan tanpa menyiapkan pasukannya.

2.  Penghormatan  rombongan/Pasukan yang tidak bersenjata dalam keadaan berjalan dilakukan sebagai berikut :

  • Terhadap atasan lainnya, hanya Komandan Rombongan/Pasukan saja yang memberikan penghormatan, sedangkan rombongan/pasukan berjalan dalam langkah biasa.  Apabila waktunya tidak mengijinkan untuk merubah cara memegang pedang, maka cara melakukan penghormatan cukup  dengan  memalingkan  kepala  sedang  kedua  lengan  tidak melenggang.

3.  Penghormatan Rombongan/Pasukan yang bersenjata di dalam keadaan berhenti dilakukan sebagai berikut :

  • Rombongan/pasukan di siapkan terlebih dahulu dan menyampaikan aba-aba “ HORMAT SENJATA = GERAK “ kepada semua atasan langsung atau mereka yang berhak menerima penghormatan kebesaran.
  • Masing-masing menyampaikan penghormatan perorangan secara terpimpin tanpa memalingkan kepala kearah yang diberi hormat.
  • Setelah dibalas, penghormatan selesai dengan terpimpin juga.

4.  Penghormatan  rombongan/Pasukan yang bersenjata dalam keadaan berjalan dilakukan sebagai berikut :

  • Terhadap atasan lainnya, hanya Komandan Rombongan/Pasukan saja yang memberikan penghormatan dengan cara memalingkan kepala ke arah pemimpin, sedangkan rombongan/pasukan berjalan dalam langkah biasa dan kedua  lengan  tidak melenggang.

Demikian tulisan tentang Peraturan Penghormatan Militer khususnya menggunakan senjata dan tidak bersenjata kali ini dan diharapkan dengan tulisan ini dapat memberikan pencerahan bagi Militer dan PNS yang ada di lingkup TNI agar dapat mempedomani dan mejalankan PPM sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Referensi;

Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor : Skep/610/VIII/1985 tanggal 8 Oktober 1985 tentang peraturan penghormatan militer.

 

 

 

Kegiatan Latihan Penghormatan Prajurit

Kegiatan Latihan Penghormatan Prajurit

Diposting oleh
Kategori: Militer

Belum ada komentar. Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Berikan Komentar

google-site-verification: google210fd23ed6c95ab4.html