You are here
Home > Tulisan > Umum > Pentingnya Sel Darah Merah Bagi Tubuh Kita

Pentingnya Sel Darah Merah Bagi Tubuh Kita

Selamat Sore Sahabat Ksatria Pelindung Raykat Kodam XVII/Cenderawasih dimanapun berada. Sahabat pasti tahu, di dalam tubuh kita terdapat cairan? Nah, salah satu komponen cairan dalam tubuh setiap manusia termasuk sahabat sekalian adalah Darah. Komponen darah terdiri dari cairan yang disebut plasma darah, dan sel-sel darah. Sel-sel darah itu ada sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Sel darah merah memiliki karakteristik, supaya bisa diingat, kita sebut saja 3R, yaitu

  • Red (merah); sesuai namanya, sel darah merah ini bewarna merah. Sel sarah merah mengandung hemoglobin, dan hemoglobin mengandung zat besi. Hemoglobin dapat berfungsi mengikat oksigen yang diambil dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Di tubuh terjadi pertukaran oksigen dengan karbondioksida yang kemudian akan diikat oleh hemoglobin dan dibuang melalui paru-paru. Hemoglobin yang mengikat oksigen akan memberikan warna kemerahan.
  • Round (bulat); sel darah merah tidak sepenuhnya bulat, tapi berbentuk seperti cakram yang kedua sisinya cekung. Sisi yang cekung ini menjadikan sel darah merah memiliki permukaan yang lebih luas, sehingga hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen.
  • Rubber (karet); bentuknya yang kenyal seperti karet, memudahkan sel darah merah ikut mengalir dalam pembuluh darah yang sempit dengan menyesuaikan bentuknya.

Perlu diketahui bahwa jumlah sel darah merah di dalam tubuh manusia dewasa kurang lebih 4-5 juta sel tiap 1 ml darah. Bagi orang yang tinggal di dataran tinggi seperti pegunungan, memiliki jumlah sel darah merah yang lebih banyak karena kadar oksigen di dataran tinggi lebih tipis sehingga tubuh memerlukan sel darah merah lebih banyak agar dapat mendapat oksigen lebih banyak.

Perlu diketahui juga bahwa sel darah merah dibentuk di sumsum tulang melalui beberapa tahap. Proses pematangan sel darah merah memerlukan vitamin B12 dan asam folat. Setelah matang, sel darah merah baru dilepaskan ke aliran darah. Sel darah merah berumur 120 hari, setelah itu sel darah merah akan dirombak di limpa.

Baca juga :  Berbagi Tips Meninggikan Badan Secara Alami

Kekurangan sel darah merah disebut sebagai anemia. Anemia dapat memimbulkan gejala seperti lemah, mengantuk, dan mudah lelah. Hal ini dikarenakan sel tubuh kekurangan oksigen yang seharusnya diperoleh saat sel darah merah beredar ke seluruh tubuh. Secara garis besar, ada 3 kondisi yang dapat menyebabkan anemia, yaitu:

  • kehilangan darah akibat perdarahan
  • meningkatnya perombakan sel darah merah
  • berkurangnya produksi sel darah merah yang berkualitas

Anemia yang banyak terjadi adalah kurangnya produksi sel darah merah yang berkualitas. Kurangnya sel darah merah ini paling banyak disebabkan karena kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Zat besi paling banyak terkandung dalam daging dan sayuran, namun zat besi yang mudah diserap oleh tubuh paling baik yang berasal dari daging merah.

Setelah makan daging merah atau protein hewani lain seperti ikan dan hati, sebaiknya tidak minum teh, karena teh dapat menghambat penyerapan zat besi yang sangat berguna sebagai bahan pembentuk sel darah merah. Vitamin B12 dan asam folat yang juga digunakan sebagai bahan pembentuk sel darah merah banyak terkandung pada makanan laut. jadi sahabat-sahabat ksatria, jangan lupa mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin B12, dan asam folat agar tidak kekurangan darah.

Nah, Para Sahabat Ksatria Itulah sedikit informasi mengenai sel darah merah,, semoga bermanfaat untuk anda semua. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top