You are here
Home > Berita > Penyuluhan dan Pengobatan Gratis Satgas TMMD

Penyuluhan dan Pengobatan Gratis Satgas TMMD

Tanah Merah – Komando Distrik Militer 1711/BVD yang tergabung dalam Satgas TMMD menyelenggarakan sosialisasi kesehatan dan pengobatan massal yang dilaksanakan di Puskesmas Arimop, Distrik Arimop, Kab. Boven Digoel. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak ± 50 orang masyarakat dari Kp. Maju dan Kp. Aroa pada hari Selasa (11/07).

Kegiatan ini atas prakarsa dan kerjasama Satgas TMMD dengan Dinas Kesehatan Kab. Boven Digoel, yang bersama-sama menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan TMMD ke-99 yang bertujuan membantu meringankan beban masyarakat berupa pengobatan gratis mengingat keterbatasan tenaga medis yang ada di Distrik Arimop selama ini.

Mayor Inf Suwandi sebagai Komandan SSK memberikan penjelasan materi penyuluhan kepada masyarakat dibantu Tim Medis Praka Amirudin (Takes) dan empat tenaga kesehatan Puskesmas Arimop.

Dalam kesempatan tersebut Suwandi menyampaikan pentingnya pola hidup sehat dan menjaga lingkungan dalam keseharian. Mayor Suwandi mencontohkan agar masyarakat memiliki dapur yang terpisah dari ruang tidur agar tidak menyebabkan penyakit gangguan pernafasan. Disampaikan juga kepada masyarakat untuk tidur memakai kelambu mengingat daerah Boven Digoel yang memiliki alam hutan rawa sehingga sangat rentan terjangkitnya penyakit Malaria.

Salah seorang warga menanyakan tentang masih banyaknya warga yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun BPJS, ditanggapi oleh Mayor Suwandi dengan mengatakan bahwa sangat penting memiliki Kartu Indonesia Sehat untuk mempermudah mendapatkan akses pengobatan, masyarakat harus memanfaatkan fasilitas tersebut.

Baca juga :  Personel Tonkav BKO Korem 172/PWY Mengecek Rantis Anoa

Tenaga kesehatan Puskesmas Arimop Bapak Abia Toding  menyampaikan terimakasih kepada Satgas TMMD yang telah membantu Puskesmas dan masyarakat dalam Program Non Fisik TMMD.  “Ini merupakan sebuah langkah awal yang baik karena kegiatan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah pedalaman untuk diberikan pemahaman tentang kesehatan”, ujar Bapak Abia.

Dari hasil kegiatan diperoleh data 40 orang yang mendapat pengobatan gratis dan rata-rata penyakit yang diderita oleh masyarakat yang berobat adalah Hispa, Diare, Malaria, cacingan dan kurang vitamin. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top