You are here
Home > Berita > Penyuluhan P4GN Kepada Anggota Satuan Jajaran Korem 171/PVT

Penyuluhan P4GN Kepada Anggota Satuan Jajaran Korem 171/PVT

Sorong –        Korem 171/Praja Vira Tama bekerja sama dengan Gerakan Anti Narkoba (GRANAT), melaksanakan penyuluhan bahaya Narkoba kepada anggota satuan jajaran Korem 171/PVT dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Triwulan III TA. 2016, yang disampaikan oleh Ketua DPC GRANAT Kota Sorong, Bapak Neil Armstrong Aya, dihadiri oleh Kasrem 171/PVT Kolonel Inf Dian Sudiana S,E, Para Kasi Korem 171/PVT, Para Komandan Satuan dan Ka Balak Aju jajaran Korem 171/PVT  bertempat di Aula Praja Vira Tama Korem 171/PVT Jl. Pramuka No. 1, Sorong, Papua Barat, Senin (26/9).

Sebelum dilaksanakan Penyuluhan Narkoba oleh Tim Gerakan Anti Narkoba (GRANAT) Kasi Intel Rem 171/PVT Kolonel Inf Raffles Manurung, memimpin Operasi pemeriksaan tes Urine (sidak) kepada anggota jajaran Korem 171/PVT yang di ambil secara acak sebanyak 50 orang, bertempat di Kolam Renang Korem 171/PVT, setelah dilaksanakan sidak tes urine oleh Kasi Intel tidak ditemukan anggota yang menggunakan Narkoba.Pelaksanaan Sidak ini akan dilaksanakan secara menyeluruh kepada seluruh anggota jajaran Korem 171/PVT, setelah melaksanakan Tes Urine anggota mengikuti Penyuluhan bahaya Narkkoba d Aula Korem 171/PVT.

 Tujuan diselenggarakannya acara ini yaitu untuk membangun  kesepakatan dan peran serta satuan jajaran Korem 171/PVT untuk  peduli terhadap bahaya Narkoba dikalangan prajurit dan PNS jajaran Korem 171/PVT. Perlu diketahui bersama bahwa Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan suatu masalah Internasional maupun Nasional yang sangat kompleks yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan Ketahanan Nasional dan menghambat jalannya Pembangunan. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia telah bertekad bulat, bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani secara dini, dengan melibatkan seluruh potensi yang ada baik di Pemerintah, Masyarakat, LSM dan pihak-pihak terkait.

Penyalahgunaan narkoba akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, berbagai media, baik media elektronik maupun media cetak memuat berita penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat. Oleh karena itu masyarakat pantas makin khawatir akan kejahatan narkoba. Di berbagai media cetak diungkapkan bahwa pengguna barang terlarang tersebut tidak hanya dikota-kota, tapi sudah merambah ke desa-desa dan pemakai obat-obatan terlarang ini dari dikalangan ekonomi papan atas sampai golongan ekonomi lemah.

Baca juga :  Cetak Sawah Kabupaten Nabire di Tinjau Tim Mabesad

Dalam pemanfaatan yang benar, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya sangat bermanfaat dan diperlukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan, namun dapat merugikan kesehatan apabila dipergunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang kurang oleh aparat Pemerintah. Dampak bahaya dan korban narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda sehingga memerlukan penanganan yang terpadu dan serius.

Resiko dari zat yang terkandung dari Narkoba tersebut bagi pemakai, serta sangsi-sangsi yang diterima apabila menjadi tersangka, baik sebagai pengguna atau pemakai, sebagai  pengedar maupun sebagai agen yang memperjual-belikan Narkoba tersebut. Hal tesebut sudah tercantum dalam UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba, dimana dalam fungsinya Narkoba digunakan hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagai kepentingan kesehatan. Namun pada kenyataannya Narkoba disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu disamping untuk memperkaya diri juga membuat rusak masa depan generasi bangsa. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya melanda remaja/generasi muda saja, namun sudah demikian meluas dalam masyarakat termasuk orangtua, eksekutif, artis, bahkan Pejabat, Polri serta prajurit TNI.

Oleh karena itu diharapkan dengan adanya kegiatan penyuluhan Narkoba ini dapat menambah wawasan kita sehingga mampu menjaga diri bahkan keluarga terlebih anak-anak, agar tidak terpengaruh dengan penggunaan Narkoba jenis apapun, baik sebagai pemakai, pengedar maupun sebagai bandar. Sejalan dengan pelaksanaan penyuluhan ini, kepada anggota satuan jajaran Korem 171/PVT untuk melindungi diri dan keluarga serta memberi pengertian pada anak-anak dari bahaya penyalahgunaan  Narkoba. Berilah penjelasan yang tekun, yang sabar, melalui komunikasi dan penyuluhan yang efektif sejak dini.

Admin 1
IT Network Engineering di Infolahtadam XVII/Cenderawasih
http://youtube.com/anggayudistira

Leave a Reply

*

Top