You are here
Home > Tulisan > Rohani > Perhatikan Akhir Amalanmu : Tulislah Tulisan Yang Baik Di Media Sosial

Perhatikan Akhir Amalanmu : Tulislah Tulisan Yang Baik Di Media Sosial

Telepon pintar atau dalam bahasa Inggrisnya adalah Smartphone saat ini sudah tidak dapat dilepas dari pada kehidupan manusia sehari-hari. Pada saat ini kita sudah sangat tergantung kepada kebutuhan berita yang bisa di dapat/di akses dimana saja dan kapan saja mengenai segala pemberitahuan terbaru di grup-grup media yang ada di Smartphone kita. Ketika itu keberadaan, kegiatan ataupun momen-momen yang sedang kita lakukan dapat tersampaikan melaui ketikan kata atau sebuah gambar di Smartphone yang dapat di baca maupun dilihat oleh saudara atau rekan kerja kita yang telah memiliki akses.

Perilaku, tutur kata akan dilambangkan dengan sebuah ketikan SMS, pesan Broadcast atau pesan BBM. Pada jaman dahulu kita dapat melakukan komunikasi langsung/ngobrol hanya dengan orang-orang yang berada di dekat kita saja atau tempat-tempat tertentu (telephon rumah/warnet), untuk bertulis surat pada saat mengirimnya kita membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada alamat tujuan ataupun balasannya. Namun saat sekarang perkembangan teknologi yang sudah maju, dengan menggunakan smartphone kita bisa terima telephon di mana saja dan kapan saja hampir tak terbatas ruang dan waktu, demikian juga dengan berkirim surat (E-Mail, BBM, SMS dll) hanya memerlukan waktu singkat tidak lebih dari satu menit surat atau tulisan tersebut sudah dapat dibaca oleh seluruh penjuru dunia. Betapa hebat dan canggihnya teknologi masa kini.

Untuk itu, sangatlah penting kita perhatikan isi/maksud yang akan di tulis dan apa yang akan kita bagikan di smartphone melalui media sosial seperti FB, Twitter, BB, WA, Telegram dan lain-lain harus teliti. Betapa tidak, satu tulisan singkat dengan maksud tertentu akan sangat cepat akan tersebar ke seluruh dunia melalui media-media yang ada tersebut. Untuk itu kita harus berhati-hati dan merasa takut kepada Allah Ta’ala, jangan sampai tulisan atau ucapan kita tersebut ternyata mengundang murka-Nya karena mengandung :

  • Ajakan kepada syirik dan kufur
  • Ajakan kepada maksiat
  • Ajakan kepada perpecahan
  • Ajakan kepada fitnah
  • Ajakan kepada fanatisme golongan
  • Ajakan kepada kebencian terhadap pemerintah
  • Ajakan kepada celaan terhadap tokoh publik
  • Ajakan kepada permusuhan terhadap orang-orang dan lain-lain.

Apabila tulisan atau ucapan tersebut sampai di Share oleh orang lain, maka bertambah berlipat pula dosa kita karena kesalahan tulisan tersebut, bahkan bisa jadi tulisan atau ucapan kita itu tidak akan hilang, akan ada selamanya sampai datangnya hari kiamat. Tidak bisa dibayangkan hitungan murka-Nya atas tulisan kita tersebut.

Baca juga :  4 Amalan Istimewa Pada Hari Jum’at

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh seorang hamba benar-benar beramal dalam pandangan mata manusia sebagai amalan penghuni surga, dan sungguh ia termasuk penghuni neraka. Dan seorang hamba beramal dalam pandangan mata manusia sebagai amalan penghuni neraka, sedang ia termasuk penghuni surga, dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi radhiyallahu’anhu)

Apabila kita sadari bahwa kematian sangat dekat dengan kita, tentu kita akan sangat berhati-hati dalam berucap, bertutur kata dan bertingkah laku.

Apabila suatu tulisan yang kita bagikan di media sosial adalah suatu yang baik dan berpahala tentu kita akan tenang, namun

Apabila tulisan kita tanpa sadar menyakiti hati seseorang atau suatu berita bohong, apakah hal tersebut akan menjadi penghalang kita masuk surga-Nya..??

Mungkin tulisan dapat di hapus, berita dapat di ralat, namun apakah saudara yakin saat kita menghapus dan meralat kita masih diberi nafas oleh-Nya..?? Tidak ada yang bisa menjamin akan hal itu.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengajak kepada hidayah maka ia mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

Apabila mati seorang manusia, maka terputus amalannya kecuali tiga :

  1. Sedekah jariyah.
  2. Ilmu yang bermanfaat (yaitu ilmu agama yang diamalkan dan diajarkan).
  3. Anak shalih yang selalu mendoakannya.

(HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu)

Leave a Reply

*

Top