You are here
Home > Berita > Peringatan 200 Tahun Perjuangan Pattimura

Peringatan 200 Tahun Perjuangan Pattimura

Wamena – Peringatan Bagi Pahlawan Pattimura yang telah berusia genap 200 tahun oleh seluruh warga masyarakat Maluku dimanapun berada. Sebagai bentuk penghormatan dilakukan berbagai macam kegiatan, diantaranya Ziarah, lari obor keliling Kota Wamena yang dilanjutkan dengan Resepsi Kenegaraan yang bertempat di Lapangan Pendidikan Wamena, pada hari Senin (15/05).

Komandan Kodim 1702/JWY Letkol Inf Lukas Sadipun memimpin pelaksanaan Ziarah yang dilaksanakan di TMP (Taman Makam Pahlawan) Wamena diikuti ± 100 orang. Ziarah ditandai dengan penghormatan kepada arwah para Pahlawan, peletakan karangan bunga di Tugu TMP oleh Inspektur Upacara yang dilanjutkan dengan tabur bunga.

Dalam wawancara dengan wartawan setempat, Dandim Jayawijaya menyampaikan, “Kami warga Kodim 1702/Jayawijaya mengucapkan selamat Hari Pattimura yang ke-200. Pahlawan Pattimura merupakan lambang perlawanan terhadap penjajah, lambang perlawanan terhadap ketidak adilan dan lambang perlawanan terhadap ancaman dan tindakan kepada negara ini”.

“Pahlawan Pattimura merupakan simbol kekuatan serta simbol perjuangan rakyat Maluku dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Terimakasih kepada Ikatan Keluarga Besar Maluku serta segenap tamu undangan yang telah hadiri acara ziarah ini, semoga nilai-nilai dari kepahlawanan Pattimura dapat memberikan semangat dalam mengabdi kepada negara yang kita cintai ini,” pungkas bapak empat anak ini.

Baca juga :  Dandim 1709/Yawa Berikan Pengarahan Toleransi Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama Kepada Jemaat Gereja GKI Eben Hezer Serewen

Ketua Ikemal (Ikatan Keluarga Besar Maluku) wilayah Pegunungan Tengah, Christian Sohilat, S.T., M.Si., menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kodim 1702/JWY yang telah membantu kegiatan HUT Pattimura, “La Wamena Haulala” maju terus pantang mundur. Thema Hari Pattimura kali ini “Pattimura Semangat Kami, Pattimura Teladan Kami”. Diharapkan Pattimura-Pattimura muda dapat meneruskan pembangunan di Pegunungan Tengah, dimana kaki dipijak disitu langit dijunjung”, pungkasnya. (Prd/Cen)

Leave a Reply

*

Top